Bungo, Perebutan kursi kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bungo periode 2026-2030 memunculkan sorotan tajam dari kalangan pemuda dan aktivis Bungo. Salah satu diantaranya adalah Fahlefi selaku pemuda Bungo sekaligus Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi Provinsi Jambi, pada Sabtu (20/12/2025).
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan KONI tidak boleh jatuh ke tangan figur yang hanya mengandalkan kekuatan finansial.
Dalam pernyataannya, Fahlefi menilai KONI adalah simbol semangat olahraga daerah, bukan sekadar wadah untuk mengatur anggaran. Dengan dana yang mencapai dua miliar rupiah, ia menekankan perlunya kepemimpinan yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada prestasi.
“KONI bukan tempat untuk sekadar menghabiskan anggaran atau mencari gengsi. KONI harus dipimpin oleh sosok yang punya visi, semangat juang, dan keberanian membawa nama Kabupaten Bungo ke panggung olahraga nasional. Kalau hanya bermodal uang, itu sama saja menjerumuskan olahraga kita ke jurang stagnasi,” tegas Fahlefi.
Ia mengingatkan bahwa perebutan kursi kepengurusan jangan sampai berubah menjadi ajang transaksi politik atau kepentingan pribadi. Menurutnya, KONI harus menjadi rumah bagi atlet, pelatih, dan masyarakat olahraga, bukan arena perebutan kekuasaan.
“Bungo butuh pemimpin KONI yang berani, bersih, dan visioner. Jangan biarkan olahraga kita dikorbankan demi kepentingan segelintir orang apalagi sebagai ladang bisnis.” Tutupnya. (hj)











