Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:26 WIB

Dinas Sosial Aceh Timur Bentuk Program SIGAP Dalam Menanganan Bencana.

 

Aceh Timur – Dinas Sosial Aceh Timur resmi meluncurkan Program Sinergi Aparatur dan Masyarakat Bencana (SIGAP) sebagai langkah strategis memperkuat penanganan musibah banjir dan longsor yang kerap melanda Aceh Timur. Jumat, 12 Des 2025.

Program ini diumumkan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Saharani S.Ag., M.A, yang menegaskan bahwa inovasi tersebut hadir untuk menjawab tingginya tingkat kerentanan bencana di wilayah Aceh Timur.

Menurut Saharani, Program SIGAP berorientasi pada tiga capaian utama. Pertama, penguatan kompetensi aparatur internal Dinas Sosial, melalui pelatihan, penyusunan, dan pengujian SOP penanganan bencana. Kedua, penguatan koordinasi lintas sektor, dengan menyusun mekanisme koordinasi cepat antarinstansi dalam penanganan darurat.

Ketiga, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi kebencanaan, pembentukan relawan, penyediaan jalur edukasi dan lokasi evakuasi, simulasi tanggap darurat, serta penyiapan lumbung sosial di tingkat gampong.

“Inovasi SIGAP sangat dibutuhkan mengingat Aceh Timur berada pada kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kami ingin memastikan penanganan bencana dapat dilakukan dalam waktu respon maksimal 24 jam di seluruh lokasi terdampak,” Ujar Saharani.

BACA LAINNYA  Kapolres Kerinci Sidak ke Pasar Tradisional Senggarang Agung Pastikan Kestabilan Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok 

Dalam penerapannya, Program SIGAP telah menghasilkan sejumlah outcome kuantitatif yang signifikan. Sebanyak 42 personel, terdiri dari Tagana, TKSK, dan aparatur Bidang Linjamsos, telah mendapatkan peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan penguatan SOP berbasis waktu respon. Dengan demikian, seluruh personel diharapkan mampu bergerak cepat dan tepat saat bencana terjadi.

Program ini juga memprioritaskan peningkatan kesiapsiagaan di empat gampong rawan bencana di tiga kecamatan yang dijadikan pilot project. Di wilayah tersebut telah dilakukan edukasi, simulasi penanganan darurat, serta penyiapan jalur evakuasi yang terintegrasi dengan lumbung sosial gampong.

SIGAP turut memastikan tersedianya SOP kunci manajemen pengungsian dan distribusi bantuan, yang telah diuji dalam simulasi lapangan. Selain itu, mekanisme koordinasi cepat antarinstansi juga berhasil disusun, sehingga proses penanganan darurat dapat berlangsung lebih terarah dan efisien.

“Kerja sama lintas sektor menjadi fondasi penting. Dengan koordinasi yang kuat, kita bisa memastikan tidak ada wilayah yang terlambat mendapatkan bantuan,” tambah Saharani.

BACA LAINNYA  Kombes Pol Andri Ananta Jadi Komandan Upacara Peringatan Harlah Pancasila yang Dipimpin Presiden RI

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, Dinas Sosial bersama pemerintah daerah telah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Timur tentang penerapan Inovasi SIGAP di seluruh gampong rawan bencana untuk jangka panjang. Perbup ini menjadi dasar hukum agar program SIGAP dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

Selain itu, telah teridentifikasi empat gampong prioritas rawan bencana, disertai pertemuan awal bersama keuchik dan camat guna membahas rencana kolaborasi kesiapsiagaan. Keberhasilan awal ini membuka peluang besar bagi replikasi model SIGAP ke sebagian besar wilayah rawan bencana lainnya di Kabupaten Aceh Timur.

Peluncuran Program SIGAP menandai komitmen nyata pemerintah dalam membangun sistem penanganan bencana yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan sinergi aparatur dan masyarakat, Aceh Timur diharapkan mampu menjadi daerah yang lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana alam.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Beri rasa aman dan nyaman saat beribadah, personil Koramil 09/Telanaipura lakukan penjagaan di Gereja Santo Gregorius Agung

Berita

Sambut Tahun Baru Masehi 2024, Kodim 0415/Jambi Gelar Doa Bersama

Berita

2168 Bintara Polri Resmi Ikuti Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi

Berita

KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman: Jambi Luar Biasa dan Patut Jadi Contoh dalam Penanganan Karhutla 

Berita

Wawako Sungai Penuh Lepas Bantuan Korban Bencana Sumbar

Berita

Menteri LHK: Perlu Kolaborasi Negara-Negara Pulau dan Kepulauan untuk Bangkitkan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Berita

Kebakaran Landa Perumahan BTN Permata Hijau Kuala Tungkal 

Berita

Dirbinmas Polda Jambi hadiri acara Halal Bihalal Nahdatul Ulama Wilayah Jambi