Jambi, Jumat 13 Juni 2025 — Direktorat Binmas Polda Jambi melalui Subdit Bintibsos menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bertajuk “Gelorakan Anti-Bullying di Lingkungan Ponpes” yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Ummahatul Mukminin, Alam Barajo, Kota Jambi.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Ponpes Ustadz Miftah, para ustadz-ustadzah pengasuh, serta santriwati Ponpes Ummahatul Mukminin.
Dalam sambutannya, Dirbinmas Polda Jambi AKBP Henky Poerwanto, S.I.K., M.M. yang diwakili oleh Kasubdit Bintibsos AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan terbebas dari perundungan (bullying). Ia menyebutkan bahwa penguatan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan perlindungan terhadap sesama menjadi kunci dalam membangun harmoni di lingkungan ponpes.
“Lingkungan pesantren harus menjadi tempat yang aman dan penuh kasih, bukan ruang yang memelihara kekerasan atau diskriminasi dalam bentuk apa pun,” tegas AKBP Dadang.
Dalam penyuluhan ini, Ditbinmas menyampaikan sejumlah materi penting terkait regulasi perlindungan anak dan perempuan di Indonesia, di antaranya:
UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
UU No. 23 Tahun 2002 (dan perubahan UU No. 35 Tahun 2014) tentang Perlindungan Anak
UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Serta sejumlah pasal terkait dalam KUHPidana, seperti Pasal 76C dan 80 UU Perlindungan Anak, serta Pasal 351, 170, 335, 310, 311, dan 281 KUHP.
Kegiatan ini juga disambut antusias oleh para santriwati yang aktif berdialog dan menyampaikan pandangan mereka mengenai bullying yang kerap tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari di lingkungan tertutup seperti ponpes.
Melalui pendekatan pre-emtif ini, Ditbinmas Polda Jambi berharap akan tercipta generasi muda pesantren yang tidak hanya taat agama, namun juga peka terhadap hak asasi manusia dan perlindungan sesama, khususnya di kalangan perempuan dan anak-anak.











