MUARO JAMBI – Kondisi gapura perbatasan antara Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi dilaporkan semakin memprihatinkan. Struktur bangunan gapura yang menjadi pintu masuk wilayah Kota Jambi tersebut tampak rapuh dan mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Sejumlah warga dan pengendara mengeluhkan puing-puing gapura yang kerap berjatuhan ke badan jalan bahkan sering menimpa pengendara. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang melintas setiap hari di jalur tersebut.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Sartono, menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah terkait kondisi gapura tersebut. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan sebelum menimbulkan korban jiwa.
“Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Puing-puing gapura sering jatuh dan hampir mengenai pengendara. Jangan sampai pemerintah menunggu ada korban baru bertindak,” tegas Sartono, Selasa (22/1/2026).
Menurutnya, gapura tersebut merupakan ikon perbatasan dua daerah yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan, bukan justru menjadi ancaman bagi masyarakat.
Sartono juga meminta adanya koordinasi yang jelas antara Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan Pemerintah Kota Jambi terkait kewenangan perawatan dan perbaikan bangunan tersebut.
“Siapapun yang bertanggung jawab, baik kabupaten maupun kota, yang terpenting keselamatan masyarakat harus diutamakan. Segera lakukan perbaikan menyeluruh,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, baik dengan melakukan perbaikan permanen maupun pengamanan sementara, agar risiko kecelakaan akibat runtuhan gapura dapat dicegah. (Viryzha)











