Gubernur Al Haris Gelar Rapat Optimalisasi Angkutan Batubara Melalui Sungai Sambut Tahun Baru 2024, Yamaha Luncurkan LEXi LX 155 “Simple but MAXi” Gubernur Al Haris: Gelar Adat Bentuk Apresiasi Terhadap Kontribusi Anak Negeri Jambi Polres Tanjab Timur Musnahkan Barang Bukti Narkotika jenis Sabu Seberat 3,310 Gram Tiba di Mapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono Gelar Adat Dubalang Sakti Utamo Disambut Wakapolda dan Tarian Persembahan 

Home / Berita

Jumat, 10 Februari 2023 - 23:06 WIB

Gratis untuk Masyarakat Jambi, Coiling Pasien Stroke di RS Raden Mattaher Jambi Sukses

JAMBI – Kabar baik di bidang kesehatan, bukan saja bagi masyarakat yang ada di wilayah Provinsi Jambi, tapi juga bagi masyarakat yang ada di wilayah seluruh Sumatera. Saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, telah hadir dan akan dibuka pelayanan untuk tindakan Coiling, yakni teknik Operasi Otak untuk bagi pasien Stroke, yang tidak menggunakan teknik pembedahan, seperti yang selama ini dilakukan.

 

Sejumlah tujuh orang Dokter Spesialis Bedah Saraf (Neurologi), pada Jumat (10/2) melakukan tindakan Coiling pada salah satu pasien penderita Stroke, yang mengalami pembengkakan pada pembuluh darah otaknya. Pembengkakan tersebut disebabkan oleh Stroke yang diderita oleh pasien tersebut.

 

Tindakan Operasi ini dilakukan oleh sebanyak tujuh orang Dokter Spesialis; lima dokter didatangkan dari RS Pusat Otak Nasional (PON). Dan duanya dari RS Raden Mattaher Jambi. Dokter yang didatangkan dari RS PON tersebut, adalah dr Bambang Tri Prasetyo Sp S FINS, dr Dimas Rahmatisa, dr Ricky Gusanto Kurniawan Sp S, dr Andi Wicaksono. Sementara Tim Dokter Spesialis Syaraf dari RS Raden Mattaher, adalah: dr Hendra Irawan Sp S, FINS. Serta seorang lagi, adalah dr Andi Wicaksono, merupakan perwakilan dari Kemenkes.

 

Operasi dilakukan dengan Program Pengampuan Stroke Nasional, yang diprogramkan oleh Kementrian Kesehatan. Jadi hampir semua RS vertical yang telah memiliki SDM dan prasarananya, diharapkan mampu memberikan pelayanan operasi Coiling untuk masyarakat sekitarnya.

 

Operasi yang dimulai dengan proses Anestesi pada Pukul 08.32 WIB tersebut, dan dimulai dengan tindakan pada Pukul 08.45 WIB. Serta berakhir pada Pukul 09.59 WIB.

 

Dipimpin oleh dr Bambang, yang adalah dokter yang baru-baru ini melakukan tindakan yang sama pada Indra Bekti, operasi tersebut berlangsung sukses. Kondisi pasien dalam keadaan stabil dan tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan pada saat operasi berlangsung.

 

“Alhamdulillah operasi berlangsung dengan baik. Kami minta doa semuanya, agar tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan pada pasien, pasca operasi ini”, pinta dr Bambang.

 

Menurutnya, kondisi pasien bisa dipastikan aman dan melewati masa kritis dalam 24 jam. Jika dalam 24 jam tidak terjadi kondisi pendarahan, atau komplikasi lainnya. Artinya, pasien aman dan masuk ke dalam tahap pemulihan.

 

Tahap pemulihan, menurut dr Bambang, berlangsung kurang lebih selama 90 hari. Karena itu, pasien diminta tidak berartifitas seperti biasa dalam rentang waktu tersebut. Karena akan mengakibatkan drop dan munculnya komplikasi, jika pasien mengalami kelelahan.

 

Pada enam hingga 12 bulan ke depan, akan dilakukan evaluasi kembali terhadap kondisi pasien. Untuk melihat kondisi terakhir pasca Coiling.

 

Sementara itu, Tim dokter dari RS Mattaher, dr Hendra Irawan Sp S, FINS menyatakan; Operasi ini adalah operasi pertama yang dilakukan tim dari RS PON untuk membantu RS Mattaher melakukan tindakan Coiling. Sementara bagi RS Mattaher sendiri, operasi ini adalah operasi yang keempat kalinya berlangsung di RS Mattaher. Namun operasi kali ini dilakukan dengan adanya bantuan Program Pengampuan dari Kemenkes.

BACA LAINNYA  Sebanyak 12 Batang Ganja Dikebun Berhasil Diamankan Polres Merangin

 

Pada Februari 2023 ini, menurut dr Bambang, pemerintah melalui Kemenkes telah mengeluarkan tarif baru, sehingga operasi telah bisa dilaksanakan dengan menggunakan BPJS, meski tidak ditanggung secara keseluruhan pembiayaannya.

 

Sementara di Jambi sendiri, pembiayaan ditanggung secara keseluruhan oleh BPJS dan Pemprov Jambi. Jadi tidak ada tambahan biaya yang nantinya akan dikeluarkan lagi oleh pasien.

 

Apa Itu Operasi Coiling?

 

Coiling sendiri, adalah operasi kelainan pada syaraf otak, yang dilakukan tanpa tindakan pembedahan, melainkan dengan tindakan memasukkan coil melalui akses pembuluh darah ke lokasi target, sehingga darah tidak lagi masuk ke dalam kantong aneurisma yang pecah tersebut. Dengan tindakan ini, diharapkan tidak akan kembali mengalami pecah pembuluh darah.

 

Operasi ini sebenarnya sudah lama dilakukan di Indonesia. Namun terkendala dan belum banyak dilakukan oleh banyak penderita stroke dan RS di Indonesia, Karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan tersebut.

 

Coiling Gratis untuk Masyarakat Jambi, RS Mattaher Pilot Project Wakil Direktur Pelayanan Dr. Anton Trihartanto, SpB., FINACS menyatakan, saat ini, RS Raden Mattaher menyatakan mampu melakukan tindakan operasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat penderita stroke tersebut.

 

Persoalan biaya pun tidak lagi menjadi persoalan, karena Pemerintahan Provinsi Jambi telah menyanggupi untuk membantu pembiayaan operasi pasien-pasien tersebut dengan kucuran dana dari Dumisake Pemprov Jambi.

 

Guna meningkatkan pelayanan, RS Mattaher memberikan operasi coiling gratis bagi masyarakat Jambi. Selain itu, menurut Anton, BPJS juga memberikan kesepakatan untuk menutupi sebagian pembiayaan untuk operasi yang dilakukan. “Jadi masyarakat penderita stroke yang menderita kelainan syaraf, tidak perlu takut melakukan Coiling, dengan alasan pembiayaan”, ujarnya.

 

Cost Sharing dari pembiayaan ini, menurut dr Anton, akan diatur melalui regulasi khusus. Dan regulasi dari BPJS pun telah disusun sedemikian rupa. “Yang terpenting bukan untung rugi, namun bagaimana pelayanan terbaik bisa diberikan pada masyarakat”, ujar dr Anton. “Yang jelas untuk masyarakat Jambi, gratis”, ujar dr Anton.

 

Jambi Pilot Project

 

Jambi, menurut dr Anton, merupakan Pilot Project, karena termasuk salah satu dari dua RS yang memiliki pelayanan dan mampu melakukan operasi Coiling di wilayah Sumatera. RS lainnya yang memiliki pelayanan yang sama, adalah Aceh.

BACA LAINNYA  PROKLIM, Program Komunitas Untuk Iklim, Kolaborasi Dalam Rumah Iklim dan Karbon

 

Pelayanan ini pun terbuka dilakukan bukan hanya bagi masyarakat di Provinsi Jambi.

 

Menurut Anton, seluruh pasien di wilayah Sumatera, bisa memanfaatkan pelayanan tersebut, tanpa harus dirujuk lagi ke Ibu kota atau ke RS di luar negeri, seperti selama ini.

Aneurisma otak

Aneurisma otak merupakan kondisi dimana dinding pembuluh darah otak melebar atau menonjol (ballooning) akibat lemahnya dinding pembuluh darah tersebut.

 

Jika aneurisma ini pecah dapat mengakibatkan kondisi fatal yaitu perdarahan otak (subarachnoid) dan kerusakan otak. Pecahnya aneurisma ini diperkirakan dialami oleh 1 orang setiap 18 menit.

 

Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, dan umumnya sebelum pecah aneurisma tidak bergejala, sehingga dianjurkan untuk melakukan brain check- up secara rutin.

 

Beberapa orang terkenal pernah mengalami pecah aneurisma otak diantaranya, Sharon Stone, Emilia Clarke (Game of Throne), Dr. Dre, Neil Young, dan Bondan Winarno.

Dampaknya pun bisa dibilang tidak ringan.

 

Aneurisma memang tidak selalu berujung pada kematian. Namun kualitas hidup penderitanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Kecacatan, perawatan, tenaga, dan biaya besar menjadi faktor penting yang perlu dipahami oleh penderita aneurisma otak.

 

Itu sebabnya, pada tahun 2021 ini, Brain Aneurysm Awareness Month yang jatuh setiap bulan September setiap tahunnya, mengangkat tema ‘Raising Awareness, Supporting Survivors, Saving Lives’.

 

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), saat ini menangani kurang lebih 100 kasus aneurisma otak setiap tahunnya. Penanganan kasus aneurisma otak ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin melibatkan dokter bedah saraf, neurointervensionist, neurologist, intensivist, dan lain sebagainya.

 

Disamping itu diperlukan berbagai peralatan dan fasilitas penunjang yang memadai dan mutakhir agar kita dapat menangani kasus aneurisma otak dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik.

 

Penanganan aneurisma dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain operasi bedah mikro (Clipping Aneurism) atau dengan teknik minimal invasif endovaskular (Coiling Aneurism). Untuk mengevaluasi secara detail kelainan pembuluh darah otak ini, seringkali kita membutuhkan pemeriksaan DSA (Digital Subtraction Angiography), yang hasilnya dapat membantu menentukan jenis terapi terbaik untuk menangani kasus aneurisma ini.

 

Teknologi minimal invasif (endovaskular) untuk tatalaksana aneurisma ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu perkembangan terkini yaitu pemasangan Cerebral Flow Diverter untuk pengobatan aneurisma yang angka keberhasilannya sangat tinggi (hingga 95%). Metode ini sudah mulai diterapkan di rumah sakit PON dalam beberapa tahun ke belakang.

 

Keunggulan teknologi ini adalah: Prosedur relatif cepat, Pasca-tindakan tidak perlu perawatan ICU, Mengurangi lamanya rawat inap, Lebih nyaman untuk pasien, Tidak ada luka sayatan. (TIM EXPOSSE)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Berita

Pencurian Fasilitas PDAM, Kapolresta Jambi : Dalam Penyelidikan

Berita

Bupati Anwar Sadat Resmikan Gedung Yayasan Rumah Iqra’ Husnul Khatimah Kampung Nelayan

Berita

Insiden Gudang Minyak Terbakar, Dirreskrimsus Polda Jambi : Sudah 4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka 2 Diantaranya Suami Istri 

Berita

Wagub Sani : Jadikan Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Momentum Penyelesaian Konflik Pertanahan

Berita

Danrem 042/Gapu Melalui Vicon Ikuti Taklimat Awal Wasrik BPK RI

Berita

Rayakan HUT Brimob ke-77, Kapolri: Semoga Sukses Mengamankan KTT G20

Berita

Kerap Meresahkan Keluarga, Ivan Wirata Bawa Suprizal Gangguan Jiwa ke RSJ

Berita

Lapor ke Ombudsman Jambi, Warga Terima Sertifikat Tanah yang Mandeg Empat Tahun