KONI Jambi Ketatkan Seleksi: Hanya Petarung Terbaik yang Terbang ke PON Khusus Beladiri Manado Polres Tebo Ungkap Kasus Dugaan Persetubuhan dan Pencabulan terhadap Santriwati, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara HUT Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Timur Hadirkan Senyum Baru bagi 30 Pasien Wagub Aceh Dampingi Mensos, Sekolah Rakyat Dinilai Mampu Cetak Generasi Unggul Sinergi di Bawah Langit Jambi, Ditlantas Polda Jambi Rangkul Komunitas Ojol sebagai Pelopor Keselamatan

Home / Berita

Rabu, 8 April 2026 - 16:10 WIB

Harga Plastik Melonjak di Sungai Penuh, Bebani Pedagang dan Konsumen

Sungai Penuh – Harga plastik dan berbagai barang berbahan plastik di Kota Sungai Penuh mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini dipicu faktor geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada pasokan bahan baku industri plastik.

Kenaikan tersebut dikeluhkan para pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Selain memicu penurunan daya beli, kondisi ini juga berpotensi meningkatkan harga pokok berbagai produk yang menggunakan plastik sebagai bahan utama maupun kemasan.

Salah seorang pedagang plastik di Pasar Sungai Penuh, Novet, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi cukup drastis, berkisar antara 50 hingga 100 persen dalam beberapa hari terakhir.

BACA LAINNYA  Lapas Bireuen Salurkan Bantuan Kerudung Dari Menteri Imipas Bagi Korban Banjir Kabupaten Bireuen

“Naiknya bervariasi, tapi hampir semua jenis plastik ikut naik, terutama yang berbahan PE dan PP,” ujarnya.

Ia menjelaskan, plastik jenis PE (polyethylene) umumnya digunakan untuk kantong plastik, botol, hingga kemasan makanan karena sifatnya fleksibel dan ringan. Sementara PP (polypropylene) memiliki karakter lebih kuat dan tahan panas, sehingga banyak dimanfaatkan untuk wadah makanan, tutup botol, hingga peralatan rumah tangga.

Menurut Novet, kenaikan harga ini tidak lepas dari ketergantungan industri dalam negeri terhadap bahan baku impor, khususnya nafta yang sebagian besar didatangkan dari kawasan Timur Tengah.

“Dampak konflik Iran–AS sangat terasa. Bahan baku jadi terganggu, otomatis harga ikut naik,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mencari alternatif sumber pasokan dari negara lain guna menekan dampak kenaikan yang lebih luas terhadap sektor industri dan perdagangan.

BACA LAINNYA  DPRK Aceh Timur Apresiasi Pencabutan Pergub JKA, Minta Fokus Rehab Rekon

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang pembeli, Pak Dani. Ia mengaku kenaikan harga plastik sangat berpengaruh terhadap usahanya, terutama dalam menentukan harga jual produk.

“Kalau harga plastik naik, otomatis biaya produksi ikut naik. Ini pasti berdampak ke harga barang yang kami jual,” katanya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, kenaikan harga plastik dikhawatirkan akan merembet ke berbagai sektor, mulai dari industri makanan, UMKM, hingga perdagangan eceran di pasar tradisional.

 

Dewi Wilonna

Share :

Baca Juga

Berita

Urai Kemacetan, Kepolisian Alihkan Sisa Truk Batubara Yang Parkir di Badan Jalan Ke Pelabuhan Talang Duku

Berita

Bhayangkari Cabang Tanjabtim Dan Pengurus Kunjungi Gereja Di Dendang

Berita

Polisi Masih Selidiki Pelaku Curas Bersenpi di Jalur Dua Desa Sungai Abang Sarolangun 

Berita

Kapolres Pidie Pimpin Apel Jam Pimpinan : Tekankan Kedisplinan dalam Bertugas Selama Kampanye Pilkada 2024

Berita

Pengembalian Berkas Bakal Calon Ketua Warnai Musda V Golkar Muaro Jambi

Berita

Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Harlah 1 Abad NU di Ponpes Sholeh Al-Mubarok Gemuruh

Berita

Kasrem 042/Gapu Ikuti Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-77 Tahun 2023

Berita

Rincian DPT & TPS Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi Untuk Pemilu 2024