Semarak HUT RI ke-81, Warga BDT Residence Gelar Jalan Santai hingga Bagi Doorprize Meriah! Turnamen Voli Antar Blok Permata Hijau Sukses, Blok DEF Raih Juara 1 3 Pemancing Tenggelam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Dua Alat Berat dan Empat Terduga Pelaku Tambang Ilegal Kapolres Tanjab Barat Pimpin Pemasangan Bendera Merah Putih, Ajak Warga Cintai Tanah Air

Home / Berita

Rabu, 8 April 2026 - 16:10 WIB

Harga Plastik Melonjak di Sungai Penuh, Bebani Pedagang dan Konsumen

Sungai Penuh – Harga plastik dan berbagai barang berbahan plastik di Kota Sungai Penuh mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini dipicu faktor geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada pasokan bahan baku industri plastik.

Kenaikan tersebut dikeluhkan para pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Selain memicu penurunan daya beli, kondisi ini juga berpotensi meningkatkan harga pokok berbagai produk yang menggunakan plastik sebagai bahan utama maupun kemasan.

Salah seorang pedagang plastik di Pasar Sungai Penuh, Novet, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi cukup drastis, berkisar antara 50 hingga 100 persen dalam beberapa hari terakhir.

BACA LAINNYA  Kepala BNN RI Apresiasi Kinerja Kepala BNNP DIY Beserta Jajaran

“Naiknya bervariasi, tapi hampir semua jenis plastik ikut naik, terutama yang berbahan PE dan PP,” ujarnya.

Ia menjelaskan, plastik jenis PE (polyethylene) umumnya digunakan untuk kantong plastik, botol, hingga kemasan makanan karena sifatnya fleksibel dan ringan. Sementara PP (polypropylene) memiliki karakter lebih kuat dan tahan panas, sehingga banyak dimanfaatkan untuk wadah makanan, tutup botol, hingga peralatan rumah tangga.

Menurut Novet, kenaikan harga ini tidak lepas dari ketergantungan industri dalam negeri terhadap bahan baku impor, khususnya nafta yang sebagian besar didatangkan dari kawasan Timur Tengah.

“Dampak konflik Iran–AS sangat terasa. Bahan baku jadi terganggu, otomatis harga ikut naik,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mencari alternatif sumber pasokan dari negara lain guna menekan dampak kenaikan yang lebih luas terhadap sektor industri dan perdagangan.

BACA LAINNYA  Pantau Kondisi TPA RPT, Wawako Azhar Instruksikan PU dan LH Lakukan Penanganan

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang pembeli, Pak Dani. Ia mengaku kenaikan harga plastik sangat berpengaruh terhadap usahanya, terutama dalam menentukan harga jual produk.

“Kalau harga plastik naik, otomatis biaya produksi ikut naik. Ini pasti berdampak ke harga barang yang kami jual,” katanya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, kenaikan harga plastik dikhawatirkan akan merembet ke berbagai sektor, mulai dari industri makanan, UMKM, hingga perdagangan eceran di pasar tradisional.

 

Dewi Wilonna

Share :

Baca Juga

Berita

Berikan Solusi Agar Jembatan Auduri 1 Tidak Macet Lagi, Dirlantas Polda Jambi Ajak Stakeholder Menganalisa dan Mengkaji Dengan Turun Ke Lapangan

Berita

Ellieser Wetebosi Tokoh Masyarakat Papua : Terimakasih Keluarga Besar Polda Jambi

Berita

Musorkab KONI Aceh Timur Bakal Digelar Pasca Even PON Aceh- Sumut

Berita

Buktikan Kualitas Produk, Yamalube Sabet Gelar “The Best Motorcycle Genuine Oil” di Ajang Penghargaan Bergengsi

Berita

Terima Penghargaan dari BRGN, Dir Pol Airud Polda Jambi Apresiasi Personel Dalam Menjaga Ekosistem Gambut

Berita

Peringatan HUT-78 Persit KCK dihadiri Danrem 042/Gapu

Berita

Kapolda Jambi Hadiri MUKERWIL NU Provinsi Jambi Tahun 2022

Berita

Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata Turun Langsung ke Jalan Rusak di Buluran Kenali