Gubernur Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa Bupati Anwar Sadat Serahkan Rp29,3 Juta Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media Terobosan Kominfo Kerinci 2026: Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat Diskominfo Kerinci Buka Ruang Kebebasan Pers, Wartawan Diajak Liput Langsung Kegiatan Pemda di Lapangan

Home / Berita

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:55 WIB

Jalan Provinsi Diduga Dikerok Tanpa Kejelasan, Warga Kerinci–Sungai Penuh Terancam Rawan Kecelakaan

 

Kerinci – Kondisi jalan provinsi yang membentang di wilayah Kabupaten Kerinci hingga Kota Sungai Penuh menuai keluhan keras dari masyarakat. Pasalnya, ruas jalan yang telah dikerok justru dibiarkan terbuka tanpa perbaikan lanjutan, menciptakan permukaan jalan yang tidak rata dan membahayakan pengguna jalan.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan aspal yang telah dikupas meninggalkan cekungan cukup dalam di beberapa titik. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

 

Situasi semakin diperparah saat malam hari. Minimnya penerangan jalan umum membuat bekas kerukan sulit terlihat, sehingga pengendara kerap tidak sempat menghindar. Warga menilai, pengerjaan jalan tanpa manajemen keselamatan yang jelas adalah bentuk kelalaian yang serius.

BACA LAINNYA  Ditreskrimsus Polda Jambi Nobar Film Sayap-sayap Patah 2, Kombes Pol Dr Bambang: Antara Tugas dan Keluarga 

 

 

“Siang saja sudah rawan, apalagi malam. Jalan gelap, tahu-tahu motor sudah masuk lubang,” keluh salah satu warga setempat.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Dalam kurun waktu dua hari pasca pengerokan, tercatat dua kasus kecelakaan terjadi di Desa Koto Iman. Korban dilaporkan mengalami luka cukup parah dan harus mendapatkan perawatan medis.

 

 

Warga mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Menurut mereka, pengerokan jalan seharusnya diikuti dengan perbaikan cepat atau setidaknya dilengkapi rambu peringatan disetiap titik serta penerangan sementara.

BACA LAINNYA  Diduga Tidak Bijak dan Transparan, LMPP Kecam Gugat Pihak PT PLN Muara Tebo

 

 

“Kalau memang belum bisa diaspal, minimal dipasang tanda bahaya disetiap titik. Jangan biarkan masyarakat jadi korban,” tegas warga lainnya.

 

 

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh mendesak pemerintah provinsi segera mengambil tindakan tegas, baik dengan mempercepat perbaikan jalan maupun mengevaluasi pihak kontraktor yang dinilai abai terhadap keselamatan publik. Jalan provinsi adalah urat nadi aktivitas warga, bukan jebakan maut yang dibiarkan menganga.

 

 

 

Dewi Wilonna

Share :

Baca Juga

Berita

Komitmen Nyata Dukung Astacita Program Makan Bergizi Gratis, Kapolda Jambi Laksanakan Ground Breaking SPPG Dapur Sehat Bergizi

Berita

Kapolres Tanjab Babrat Pimpin Sertijab Wakapolres dan 2 Kasat

Berita

Ketum DPP LDII: Meskipun Dwifungsi Tiada, TNI Kian Profesional Kawal 4 Pilar Kebangsaan

Berita

Tim SAR Jambi Jemput ABK Yang Selamat Ditemukan Nelayan

Berita

Pastikan Pelayanan dan Pembinaan Berjalan Baik, Kakanwil Ditjenpas Aceh Monitoring Lapas Banda Aceh.

Berita

2 Warung Kayu Dilalap Si jago merah Terbakar di Peudawa Aceh Timur

Berita

Kemeriahan memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Desa Alue Gadeng Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur 

Berita

Polri Kembali Gelar Hoegeng Awards, Ada Lima Ketegori