Rutan Kelas I Tangerang Laksanakan Kunjungan Koordinasi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Bahas Overstaying Bukan Sekadar Perbaiki Gedung, Dirjen Perumdes: Revitalisasi TKN Jamin Hak Anak Aceh Timur Seminar Nasional Pemasyarakatan Transformasi Sistem dalam Implementasi KUHP dan KUHAP Baru Tingkatkan Ilmu Agama, Kades Pasar Terusan Ajak BKMT Permata Gelar Pengajian di TVRI Jambi Keren! Siswa SMPN 1 Tanjab Barat Berlaga di Kejurnas Karate Bandung Incar Medali Emas

Home / Berita

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:16 WIB

Kapolda Jambi Tekankan Bahaya Radikalisme Digital di Hadapan 6.000 Pelajar

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar dihadapan 6000 siswa, guru dan kepala sekolah saat deklarasi akbar

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar dihadapan 6000 siswa, guru dan kepala sekolah saat deklarasi akbar

JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menekankan pentingnya kewaspadaan generasi muda terhadap ancaman radikalisme yang kini menyebar melalui media sosial dan internet.

 

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri deklarasi anti kekerasan, anti perundungan (bullying), dan anti radikalisme bersama Gubernur Jambi, Forkopimda, serta sekitar 6.000 siswa, guru dan kepala sekolah se-Kota Jambi.

 

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Krisno mengatakan para pelajar merupakan aset bangsa yang harus dijaga dari pengaruh paham menyimpang dan intoleran.

 

“Saya bersama Pak Gubernur dan Forkopimda lainnya, bersama 6.000 siswa, guru dan kepala sekolah se-Kota Jambi melaksanakan deklarasi anti kekerasan, anti perundungan dan anti radikalisme. Tadi luar biasa anak-anak muda sudah berdeklarasi di depan kita semua,” ujar Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar.

BACA LAINNYA  Pimpin Kenaikan Pangkat Pengabdian Irwasda, Kapolda Jambi : Tidak Semua Bisa Mendapatkan Ini

 

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar berharap deklarasi tersebut tidak sekadar seremonial, namun benar-benar tertanam dalam kehidupan generasi muda di Jambi.

 

“Mudah-mudahan apa yang diucapkan ini masuk ke semua pemuda, karena mereka ini adalah aset bangsa,” katanya.

 

Kapolda juga mengungkapkan bahwa ancaman radikalisme saat ini semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menyasar kalangan anak muda.

 

“Berdasarkan data Densus 88 terdapat 124 anak yang terpapar. Modus operandi mereka bukan lagi masalah konvensional, tetapi sekarang masuk melalui jalur media sosial atau internet,” tegas Irjen Krisno.

BACA LAINNYA  Lomba Burung Piala Kapolda Jambi Dibuka Langsung Irjen Pol Rusdi Hartono

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius aparat keamanan bersama pemerintah daerah dalam melakukan langkah pencegahan sejak dini.

 

Karena itu, Densus 88 Antiteror Polri bersama Pemda Jambi, Polda Jambi dan TNI terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait bahaya radikalisme dan penyebaran ideologi ekstrem di ruang digital.

 

“Densus bersama-sama dengan Pemda Jambi, Polda Jambi dan TNI bekerja sama menyampaikan bahwa itu berbahaya,” pungkasnya. (Viryzha)

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Muaro Jambi Resmikan Jembatan Camp Topo, Wujud Sinergi Pemerintah dan Swasta

Berita

Rasakan Pembangunan Merata, Warga Suka Maju Yakin Pilih AsTon Jadi Bupati 

Berita

Hari Kartini, Polwan Polres Tanjabbar Bagikan Paket Sembako

Berita

Dandim 0419 Tanjab Terima 1 Unit Ambulance, Sinergitas BRI dan TNI

Berita

Catat Kenaikan Lalu Lintas Data Double-Digit di Periode Tahun Baru, Indosat Konsisten Berikan Pengalaman Mengesankan bagi Pelanggan

Berita

Sinergitas TNI-Polri, Polda Jambi dan Korem 042 Gapu Gelar Buka Puasa Bersama 

Berita

Forum geuchik Darul Aman,Soal Copot Camat Diduga Ada Perihal Pribadi

Berita

Ular Sawah Panjang 3 Meter Lebih Mangsa Ternak Warga di Kuala Tungkal