Pererat Sinergisitas, Kapolda Jambi Sambangi Kantor BPK RI Polda Jambi Terima Penghargaan Dari Menteri ATR/BPN di Hotel Borobudur Jakarta Pusat Bea Cukai Jambi Dorong Umkm Ekspor Pinang Ke Banglades Pimpin Apel Gabungan TNI – POLRI, ini Pesan Dandim 0419 Tanjab dan Kapolres Tanjabtim Mengenal Adat Melayu dan Sebagai Tokoh serta Orang Tua di Jambi, Kapolda Jambi Sambangi Kediaman HBA

Home / Berita

Sabtu, 2 Juli 2022 - 10:45 WIB

Kasrem 042/Gapu Pimpin Apel Pemberangkatan Personel Satgas Karhutla Jambi

Bidik Indonesia News, JAMBI – Bertempat di Lapangan Hujau Makorem 042/Gapu diadakan apel pemberangkatan personil Satgas Karhutla Provinsi Jambi, ke tempat yang dinilai rawan akan kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

 

Apel sendiri dilaksanakan pukul 08.30 WIB dan yang memimpin Apel yakni Kepala Staf Korem 042/Gapu Kol Inf M. Yamin Dano, Sabtu (2/7/2022).

 

Dalam sambutannya Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono dan juga sebagai Dansatgas Pengendalian Karhutla melalui Kepala Staf Korem 042/Gapu Kol Inf M. Yamin Dano mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkam status Siaga Darurat Bencana Karhutla.

 

“Kita berangkatkan Personel ke lokasi-lokasi yang rawan terhadap Karhutla. Ini sebagai upaya pencegahan dalam pengendalian masalah Karhutla di Provinsi Jambi,” katanya, Sabtu (2/7/2022).

 

Satgas Karhutla ini akan berlangsung hari ini, 2 Juli sampai dengan 26 Agustus 2022 mendatang. Dan menjadi target rawan Karhutla yaitu di Wilayah Kabupaten Muaro Jambi yaitu Desa Betung dan Desa Londrang yang berada di Kecamatan Kumpe, selanjutnya Desa Petaling berada di Kecamatan Sungai Gelam.

BACA LAINNYA  Jelang Hari Bhayangkara Ke 76,Antusias Personil Polres Muaro Jambi Ikuti Kegiatan Donor Darah

 

Sedangkan di wilayah Kabupaten Tanjab Barat didesa Penoban Kecamatan Batang Asam dan Wilayah Kabupaten Tanjab Timur di Desa Berbak Kecamatan Berbak dan didesa Air Hitam Laut berada di Kecamatan Sadu.

 

“Upaya pencegahan lebih diprioritaskan dalam mengantisipasi bencana Karhutla ini, jangan sampai terlambat dilakukan, karena jika terlambat, pemadaman akan jauh lebih sulit untuk dilakukan,” tegasnya.

 

Danrem menegaskan agar para personil yang bertugas dapat melaksanakan sosialisasi tentang bahayanya Karhutla kepada semua pihak dan laksakan patroli di lapangan secara dalam mengantisipasi terus – menerus terjadinya Karhutla.

BACA LAINNYA  Breaking News, Satu Unit Motor Hangus Terbakar Ditugu Juang Saat Melintas

 

“Ajak dan berikan edukasi kepada masyarakat serta pihak-pihak lain, tentang bahaya bencana Karhutla. Saya berharap kepada seluruh stakeholder yang terlibat dapat berkoordinasi dan berkolaborasi , bahu membahu dan bekerja sama di lapangan dalam mencegah terjadi bencana Karhutla di Jambi,” tegasnya.

 

Untuk mencegah Karhutla, Personel yang nantinya ditugaskan atau ditempatkan sedekat mungkin dengan lokasi – lokasi yang rawan Karhutla. Danrem juga berpesan kepada seluruh petugas di lapangan, perhatihan selalu faktor keamanan baik personel maupun materiil yang digunakan. segera laporkan setiap ada perkembangan situasi yang menonjol di lapangan.

 

“Apabila selama melaksanakan tugas terjadi kebakaran, “jangan pulang sebelum Api padam” yakinkan bahwa apinya benar – benar padam, terutama pada tanah gambut yang butuh waktu cukup lama untuk memadamkannya,” tutupnya. (Dhea)

Share :

Baca Juga

Berita

Polri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAM 

Berita

Sambut Hari Juang Kartika TNI AD 2021, Korem 042/Gapu Gelar Baksos Donor Darah di Balai Prajurit

Berita

Tindak Lanjut Surat Kapolda Jambi, Dirlantas : Dibeberapa Titik Kita Stanbykan Alat Berat Antisipasi Truk Patah As 

Berita

Ditbinmas Polda Jambi Gelar Vaksinasi Massal Dengan Gandeng 3 Ormas

Berita

Kapolri-Dewan Pers Bertemu, Sepakat Cegah Polarisasi Pemilu

Berita

Dikunjungi Stafsus Menkumham, Kakanwil : Meski Over Kapasitas Dengan Tempat Terbatas Warga Binaan Mampu Berkreatifitas

Berita

Kendalikan Inflasi Pangan di Provinsi Jambi, Korem 042/Gapu Tanam Perdana 10.000 Bibit Cabai Merah

Berita

Ekspose di Kantor BPKP Jambi, Kacabjari Nipah Panjang Paparkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Program KOTAKU