Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Pemerintah

Jumat, 27 Juni 2025 - 07:33 WIB

Konflik Masyarakat dan Hewan Liar di Aceh Timur, Pemerhati Sosial Desak BKSDA Bertindak

Aceh Timur – Konflik antara masyarakat dan hewan liar di Kabupaten Aceh Timur kembali menimbulkan keresahan. Serangan gajah ke pemukiman warga, kemunculan harimau, hingga buaya muara yang memangsa warga di sungai menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan mata pencaharian masyarakat.

 

Aktivis pemerhati sosial Aceh Timur, Dedi Saputra, S.H., meminta pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Ia menilai BKSDA kerap lamban dalam merespons kejadian yang melibatkan korban dari kalangan masyarakat.

 

“Kami tidak ingin BKSDA hanya bertindak jika hewan dilindungi menjadi korban. Saat masyarakat menjadi korban, seolah tidak ada perhatian,” ujar Dedi kepada media, Kamis (26/6/2025).

BACA LAINNYA  Kembali Terjadi, Tawuran Antar Pelajar di Kota Jambi

Menurut Dedi, beberapa hari lalu terjadi insiden tragis di Kecamatan Rantau Peureulak, di mana seorang pria tewas setelah diterkam buaya saat mencari kerang (empeng) di sungai. Korban baru berhasil dievakuasi setelah polisi melepaskan tembakan ke udara, yang membuat buaya melepaskan tubuh korban. Warga kemudian menyeberangi sungai untuk mengevakuasi jenazah.

Dedi menjelaskan bahwa buaya muara masih berkeliaran di sepanjang aliran sungai dari Kecamatan Serbajadi hingga Rantau Peureulak, sementara warga terus menggantungkan hidup mereka dari hasil tangkapan di sungai.

BACA LAINNYA  Sekda Muaro Jambi dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Jambi Lakukan Penanaman Bibit Kelapa

“Yang menjadi pertanyaan, jika buaya tersebut mati karena ditembak dalam upaya penyelamatan warga, apakah masyarakat akan dikenakan sanksi? Ini menyangkut nyawa manusia,” kata Dedi. “Hingga kini kami belum melihat upaya evakuasi dari BKSDA, bahkan pihak keluarga korban pun belum didatangi.”

Dedi berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai maupun di kebun agar selalu waspada. Koordinasi dengan pemerintah desa dan Muspika juga penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Bertemu Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Wagub Aceh Dorong Percepatan Revisi UUPA

Pemerintah

Saat Hadiri Pengajian BKMT Di Desa Panca Mulya, Pj Bupati Muaro Jambi ingatkan Jaga Persatuan

Pemerintah

Hadiri Isra Miraj di Masjid Sholahudin, Ketua DPRD Kemas Faried Dorong Pengajian Jadi Wadah Pembentukan Generasi Religius

Pemerintah

Pemerintah Kota Jambi Borong Penghargaan dari APJII

Pemerintah

Safari Ramadhan di Kerinci, Wagub Sani: Momentum Silaturahmi Bersama Masyarakat 

Pemerintah

Hari Kedua di Bengkulu, Presiden Akan Resmikan Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung

Pemerintah

Pj Bupati Bachyuni Tinjau Sentra Budidaya Tanaman Cabai di Desa Sumber Agung

Pemerintah

Pemerintah Gampong Desa Alue Ie Itam Gelar’ Musdesus Koperasi Merah Putih Kecamatan Peudawa kabupaten Aceh timur.