KERAJINAN – Kota Jambi memiliki sekitar 265 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang aktif dan tercatat hingga tahun 2025. Jumlah ini menunjukkan betapa pentingnya peran UMKM dalam menopang struktur ekonomi daerah. UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki oleh perorangan maupun badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah. Keberadaan UMKM tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga berperan besar dalam membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu contoh UMKM kreatif yang berkembang di wilayah ini adalah kerajinan Keranjang Buah Eceng Gondok.
Keranjang buah eceng gondok merupakan hasil kerajinan tangan yang dibuat melalui proses manual dengan keterampilan dan ketelitian tinggi. Bahan baku utamanya berasal dari tanaman eceng gondok, yaitu tumbuhan air yang mengapung di perairan tawar dan dikenal memiliki pertumbuhan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma. Namun melalui kreativitas dan inovasi, tanaman yang sebelumnya dianggap mengganggu tersebut dapat diolah menjadi bahan kerajinan yang bernilai guna dan memiliki daya tarik estetika.
Keranjang sendiri merupakan wadah serbaguna yang biasanya dibuat dengan teknik menganyam berbagai jenis serat seperti rotan, kayu, plastik, atau bahan alami lainnya. Dalam kerajinan ini, eceng gondok dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dianyam dan dijahit hingga membentuk keranjang yang kokoh, ringan, dan mudah digunakan. Keranjang buah eceng gondok memiliki karakteristik yang unik, yaitu ramah lingkungan, kuat, memiliki nilai estetika alami, serta mudah dalam perawatan. Selain itu, keranjang ini juga dibuat dalam berbagai ukuran sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Salah satu pengrajin keranjang buah eceng gondok adalah Ny. Riko, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab. Beliau merupakan putri daerah yang lahir di Kota Jambi dan memiliki hobi membuat kerajinan tangan. Dari kecintaannya terhadap kerajinan, Ny. Riko mulai mengembangkan karya dari bahan eceng gondok yang diolah menjadi keranjang buah yang cantik dan bernilai ekonomi.
Dalam perjalanan menjalankan usaha, setiap pelaku UMKM tentu pemah mengalami berbagai dinamika, mulai dari masa keuntungan yang meningkat hingga masa penurunan penjualan. Namun bagi Ny. Riko, ketekunan dan kecintaan terhadap kerajinan menjadi kunci untuk terus bertahan. Mengubah hobi menjadi sumber penghasilan bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan konsistensi, membangun portofolio produk, serta memanfaatkan platform digital sebagai media pemasaran, usaha tersebut dapat terus berkembang. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Ny. Riko berharap kerajinan yang ia buat dapat membantu perekonomian keluarga tanpa mengurangi tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu.
Eceng gondok yang dahulu dipandang sebagai gulma kini menjelma menjadi karya bernilai melalui sentuhan kreativitas dan ketekunan. Dengan arahan pembina serta dukungan Ketua Persit, setiap anyaman keranjang yang dihasilkan bukan sekadar kerajinan tangan, tetapi juga menjadi simbol kemandirian, kebersamaan, dan semangat untuk terus berkarya.
Saat ini, UMKM kerajinan eceng gondok milik Ny. Riko tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang “Persit Bisa 2”, sebuah kegiatan bergengsi yang diselenggarakan oleh Persit Kartika Chandra Kirana. Dalam kegiatan tersebut, keranjang buah eceng gondok dipilih sebagai produk unggulan yang mewakili Kodim 0419/Tanjung Jabung dalam naungan Koorcab Rem 042 PD II/Sriwijaya. Partisipasi ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi kerajinan dari Kabupaten Tanjung Jabung kepada masyarakat yang lebih luas.
Kerajinan eceng gondok yang dikembangkan oleh Ny. Riko merupakan wujud nyata dedikasi seorang istri prajurit dalam melestarikan potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bahan alam yang ada di sekitarnya. Keranjang buah eceng gondok bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga mengandung filosofi tentang ketekunan, kreativitas, dan kecintaan terhadap lingkungan. Tanaman yang semula dianggap sebagai pengganggu justru dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat, indah, serta memiliki nilai ekonomi.
Melalui persiapan menuju ajang “Persit Bisa”, diharapkan keranjang buah eceng gondok dapat semakin dikenal luas sebagai produk unggulan daerah yang mencerminkan kreativitas dan ketangguhan ibu rumah tangga. Lebih dari sekadar kerajinan, karya ini menjadi bukti bahwa dari akar pengabdian dan cinta keluarga, para ibu Persit mampu menghadirkan inovasi yang mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi sekaligus membawa nama baik satuan di tingkat nasional.
Karya : Ana Rianty











