Danrem 042/Gapu Tegaskan Disiplin dan Profesionalisme dalam Kunjungan Kerja ke Tanjab Barat Kunjungan TP PKK Aceh, Siswa SD Tanah Rata Dapat Dukungan dan Harapan Wagub Aceh Siapkan Strategi Revisi UUPA Bersama Akademisi Komitmen Peningkatan Layanan: Kepala Rutan Tangerang Gelar SAPA Warga Binaan Sidang Perdana Kasus Bollard: Anggota DPRD Sungai Penuh, Fahruddin Bantah Dakwaan Jaksa

Home / Pemerintah

Selasa, 4 Juni 2024 - 09:33 WIB

Minimnya Petugas Rehabilitasi, Jadi Kendala BNN Tangani Pecandu Narkotika

Bidik Indonesia News – Peningkatan jumlah petugas rehabilitasi diyakini mampu memperluas jangkauan rehabilitasi pecandu narkotika secara menyeluruh. Hal ini disampaikan Direktur PLRIP Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes, pada pembukaan Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kemampuan Petugas Rehabilitasi dalam Bidang Adiksi Rehabilitasi Dasar di Hotel Harper, Cawang Jakarta Timur, pada Senin (3/6).

Dalam sambutannya, Direktur PLRIP BNN RI menekankan bahwa salah satu kendala utama dalam pemaksimalan cakupan rehabilitasi di Indonesia adalah minimnya jumlah petugas rehabilitasi. Oleh karena itu, menurutnya diperlukan peningkatan jumlah petugas rehabilitasi melalui program TOT.

“Saat ini, banyak pecandu yang membutuhkan rehabilitasi, namun jumlah petugas yang tersedia sangat sedikit. Minimnya anggaran pelatihan untuk petugas rehabilitasi menjadikan program TOT ini sangat efektif. Peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menularkan keterampilan yang diperoleh kepada petugas lain di wilayah tempat mereka bekerja,” ujar dr. Bukit.

BACA LAINNYA  Gubernur Jambi dan Ketua DPRD Provinsi Jambi Kukuhkan 54 Anggota Paskibraka Provinsi Jambi Tahun 2025

Lebih lanjut dr. Bukit mengatakan BNNP dan BNNK dapat memanfaatkan dana hibah di wilayah masing-masing untuk memperluas jangkauan rehabilitasi melalui pelatihan petugas rehabilitasi dengan tenaga pelatih yang telah disiapkan dalam program TOT. Dengan demikian, Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di berbagai daerah dapat berfungsi dengan baik, sehingga angka cakupan klien yang direhabilitasi dapat meningkat secara signifikan.

Terkait adanya program rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan (LP), Direktorat PLRIP turut mengundang petugas rehabilitasi LP sebagai peserta dalam pelatihan TOT yang direncanakan akan berlangsung hingga Kamis, 6 Juni 2024 mendatang. Petugas rehabilitasi LP dilatih agar dapat melaksanakan program rehabilitasi dan pelatihan terhadap petugas rehabilitasi di LP secara mandiri.

BACA LAINNYA  Pertumbuhan Masjid Meningkat, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Tingkatkan Partisipasi Jamaah

“Timba lah ilmu sebanyak-banyaknya, selagi peluang latihan ini masih ada,” pesan dr. Bina kepada peserta.

Jumlah peserta yang mengikuti TOT ini sebanyak 25 orang, yang berasal dari BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota, serta Dirjenpas. Secara bertahap, seluruh petugas rehabilitasi di wilayah akan mengikuti program TOT dengan harapan, program ini mampu memperluas cakupan rehabilitasi pecandu narkotika di Indonesia secara signifikan.

*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI*

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Buka Puasa dengan Warga Binaan Lapas, Walikota Jambi Maulana Kagum Terhadap Keberhasilan Lapas atas Pembinaan

Pemerintah

Wagub Aceh Tegaskan Komitmen Transparansi dalam Penyerahan Laporan Keuangan 2025

Pemerintah

Bangun Spiritualitas Kota Jambi, Maulana Gelar Buka Bersama Ulama dan Ormas

Pemerintah

Gas LPG 3 Kg Aman! Wali Kota Jambi Pastikan Kuota Cukup hingga Idul Fitri

Pemerintah

Hari Kedua di Bengkulu, Presiden Akan Resmikan Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung

Pemerintah

Pemerintah Gampong Desa Buket Kuta Gelar Musdesus Koperasi Merah Putih, Kecamatan Peudawa Kabupaten Aceh Timur.

Pemerintah

Transformasi Kota Jambi Dimulai, Program Kampung Bahagia Jadi Tonggak Partisipasi Warga

Pemerintah

Terkait Efisiensi Anggaran, Dewan Minta Tim Anggaran Pemda Tebo Transparan