Dorong Percepatan Target Operasi, Manajemen Hutama Karya Tinjau Proyek Tol Palembang-Betung Tim Anarco Bidik Sakti Polres Kerinci Ringkus Dua Pelaku Jaringan Sabu Antar Desa Jalan Kabupaten Koto Tuo – Sungai Dalam Seperti Kubangan Kerbau, Pemda dan DPRD Tutup Mata KPA Sago Jirat Panyang Peringati Haul Syuhada ke – 21 Sinergi Samsat Jambi, Edukasi Keselamatan dan Pajak Kendaraan Sapa Warga Aur Kenali

Home / Berita

Senin, 27 April 2026 - 13:31 WIB

‎Rame Rame Ketua Parnas Berkoalisi Eksploitasi Hasil Bumi Demi Emas Ilegal di Abdya

Foto : BBC

Foto : BBC

ABDYA- Kebrutalan para penambang emas Ilegal semakin membabi buta di Kabupaten dengan Julukan “Bumi Breuh Sigupai” Aceh Barat daya belakang ini semakin disorot oleh media, laporan keuchik Idris selaku kepala Desa membuat masyarakat semakin geram atas kelakuan para penambang emas di Desa Alue Peunawa. Senin (27/04/2026)

‎Pemerintahan dua Gampong seakan-akan lebih memilih diam dengan kondisi alam yang semakin rusak oleh penggali lobang emas dimaksud, mereka di duga telah melakukan kerjasama dengan beberapa pemangku kepentingan di lokasi tambang.

‎Kepada salah seorang awak media Keuchik Alue Peunawa Idris mengakui menjalin kerjasama dengan Keuchik Blang Dalam Juanha demi mengunci informasi pekerjaan gelap tersebut, mereka membenarkan telah bekerja sama dengan beberapa awak media lokal, termasuk petinggi partai Nasional.

‎Pertemuan itu berlangsung selama dua jam pada tanggal 07 April 2026 lalu di Lokasi penggilingan emas Desa Alue Peunawa Kecamatan Babahrot.

BACA LAINNYA  Kapolda Sumsel Dihadiahi Lima Rekor Muri Dalam Penanganan Berbagai Kasus, Ini Rinciannya

‎”iya, ada beberapa media yang kami support melalui anggaran setoran dari para penambang emas di Desa Alue Peunawa dan Desa Blang Dalam, setoran itu kami serahkan kepada salah seorang pengurus Asosiasi kami” ucap Idris.

‎Selain informasi yang tertutup, Idris juga berupaya melakukan koordinasi dengan politisi lokal yang memimpin partai Nasional, Idris mengakui ada beberapa ketua Parnas memiliki galian lobang emas dan blender penggilingan.

‎”ada beberapa ketua partai juga terlibat membuka lobang emas, hingga membuat blender penggilingan batu, mereka juga wajib memberikan setoran” tambahnya.

‎Kecenderungan menjarah hasil Bumi demi meraup pundi rupiah sehingga banyak ketua partai semakin kompak menjalin bisnis arah kiri seakan-akan mereka seperti Berkoalisi menjadikan bumi Abdya terancam longsor.

BACA LAINNYA  Dua Medali Perunggu Berhasil Dibawa Dua Anggota Brimob Polda Jambi saat Kejurwil Tinju Amatir Piala Pangdam I Bukit Barisan

‎Abdul Razak selaku pemerhati sosial menyayangkan sikap tersebut, menurutnya para petinggi partai seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat banyak serta berupaya mencari solusi melalui lembaga dewan perwakilan rakyat agar tambang masyarakat memiliki status yang jelas.

‎Menurutnya, Ketua Partai harus mampu memainkan perannya mendesak anggota DPRK Abdya agar mencari solusi terbaik atas tambang tersebut, tetapi kita menyayangkan yang terjadi justru sebaliknya, mereka sudah berkoalisi menjarah hasil bumi dengan mengabaikan aturan yang telah ditetapkan negara.

“Jangan sampai dengan pembiaran seperti ini justru akan mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih luas seperti yang terjadi baru-baru ini di Desa Blang Dalam, hampir setengah hektar gunung galian emas ilegal longsor akibat berantakannya penggalian lubang emas ilegal tanpa adanya mekanisme yang jelas, “cetus Abdul Razak.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Suasana Akrab, Polres Kerinci Gelar Buka Puasa Bersama Awak Media dan Ikuti Zoom Meeting Dipimpin Wakapolri

Berita

Rutan Kelas I Tangerang Pastikan Semua Layanan Gratis, Warga Binaan Diberikan Sosialisasi

Berita

Polres Kerinci Aktifkan Walpri  Kepada Paslon Pilkada 2024

Berita

Wujudkan Generasi Santri Taat Lalu Lintas, Ditlantas Polda Jambi Sambangi Ponpes Al-Kautsar

Berita

Asah Kemampuan dan Keterampilan, Polwan Satbrimob Polda Jambi Latihan Menembak

Berita

Pengusaha Kakap Jambi A diperiksa Polda Jambi, Kasusnya Telah Naik ke Penyidikan

Berita

Perdana di 2026, Ditpolairud Polda Jambi Ungkap Kasus Pelanggaran Karantina di Perairan Nipah Panjang

Berita

Dak Suko Janji. Kerja Nyata Mohd. Indrawan Husairi, terbangun 13 BLK Komunitas di Jambi