TANJAB BARAT – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia, Kepolisian Resor Tanjab Barat Polda Jambi menggelar rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah, camat, lurah, kepala desa, pelaku usaha, dan kapolsek jajaran. Rapat yang diadakan, Rabu (15/4) di Gedung Pola Kantor Bupati ini bertujuan untuk membahas penanaman jagung kuartal 1 Tahun 2026.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk camat, lurah, kepala desa, serta OPD yang mendukung program ini. Wakapolres Tanjab Barat, Kompol Andi Musahar, menyampaikan harapannya agar pelaku usaha dapat berkontribusi dalam program ketahanan pangan. “Kalau tidak bisa dukung lahan, bisa dengan dukungan bibit,” ujarnya.
Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, menegaskan pentingnya ketahanan pangan dalam mencapai swasembada pangan, tidak hanya untuk jagung tetapi juga untuk beras. Ia mendorong camat serta pelaku usaha dalam penyediaan lahan, dengan target setiap desa untuk menanam 1 hektar jagung. “Kita minta camat, kepala desa, dan kapolsek untuk mengidentifikasi desa yang sulit mendapatkan lahan dan mendorong perusahaan perkebunan untuk membantu,” jelas Bupati.
Lebih lanjut, Anwar Sadat menyoroti pentingnya alat untuk pengolahan tanah dan meminta dukungan dari camat dan kapolsek dalam membuka lahan. Dia menekankan bahwa tidak semua masyarakat cenderung menjadi petani, namun kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kesejahteraan petani.
Dengan target penanaman jagung seluas 250 hektar yang melibatkan 13 kecamatan di Tanjab Barat, dan estimasi hasil 4 ton per hektar, pemerintah daerah berharap agar seluruh elemen masyarakat bergerak serentak. “Kami harap setelah rapat hari ini, kita bisa langsung aksi di lapangan,” imbuh Anwar Sadat.
Diharapkan, melalui kolaborasi ini, Tanjab Barat bisa mencapai target ketahanan pangan yang lebih baik dan berkontribusi pada kesejahteraan petani lokal.











