Baitul Mal Aceh Timur Silaturahmi ke Bupati, Bahas Kemajuan Daerah dan Bantuan Rumah bagi Warga Kurang Mampu Dandim 0419/Tanjab Resmikan Mess Prajurit, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kenyamanan Babinsa Karhutla Londerang Kembali Ditinjau, Danrem 042/Gapu Dan Gubernur Jambi Pastikan Pemadaman Dan Pendinginan Terus Dilakukan Tempati Rumah Dinas, Kapolres Aceh Timur Dipeusijuk Abu Keude Dua dan Santuni Anak Yatim Gas Miliki Honda BeAT Sporty! Ada Diskon Angsuran hingga Rp1,75 Juta

Home / Berita

Senin, 16 Juni 2025 - 08:40 WIB

Rebutan Empat Pulau: Ketika Gadis Cantik Diperebutkan, Negara Harus Menjadi Hakim yang Adil.

Empat gadis cantik kembali menjadi rebutan. Bukan dalam kisah dongeng, tapi dalam nyata. Empat pulau di Aceh Singkil kini diperebutkan dua provinsi besar di barat Indonesia—Aceh dan Sumatera Utara. Isu ini mencuat ke publik layaknya bara dalam sekam yang kembali menyala.

 

Mereka menyebut bahwa keempat pulau ini secara administratif masuk Sumatera Utara. Tapi rakyat Aceh menyanggah, “Itu tanah kami, sejarah kami, warisan nenek moyang kami.” Maka ramailah kabar itu menjadi perbincangan dari kalangan elit, akademisi, aktivis daerah, hingga warga biasa. Di warung kopi dan majelis adat, semua bicara tentang “empat pulau” itu.

 

Lantas, kita bertanya: Apakah hanya empat ini saja? Tidak. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, dari Sabang hingga Merauke. Sebagian besar belum memiliki batas administrasi yang jelas. Bahkan ada pulau-pulau kecil yang belum bernama, belum tercatat, tapi sudah menyimpan kekayaan: minyak, gas, emas, nikel, tembaga, dan kekayaan hayati lainnya.

BACA LAINNYA  Bentuk Sinergisitas, Kapolda Jambi Ikuti Upacara Ziarah Nasional di TMP Satria Bakti Bersama Danrem 042 Gapu

 

Contohlah Raja Ampat di Papua Barat Daya—surga bawah laut dunia, tetapi juga penuh potensi konflik batas laut. Di Kalimantan, ada pulau-pulau yang mengandung cadangan minyak dan batu bara. Di Sulawesi, nikel dan emas mengalir di tanah. Di Maluku dan NTT, banyak pulau kecil menyimpan kekayaan laut yang belum tergarap optimal. Semua ini menjadi potensi, sekaligus masalah,jika negara tidak hadir dengan pengelolaan yang bijak dan adil.

 

Jangan sampai pulau-pulau ini hanya menjadi rebutan elit, tapi rakyatnya tetap miskin. Jangan sampai sumber daya ini jadi kutukan, bukan berkah. Dan jangan pula pemerintah lalai menetapkan batas-batas jelas, hingga sesama anak bangsa harus berdebat siapa yang berhak, siapa yang lebih dulu datang.

BACA LAINNYA  Kawal Distribusi Logistik Makan Bergizi Gratis, Ditlantas Polda Jambi Gembleng Puluhan Pengemudi SPPG

 

Empat pulau di Aceh Singkil hanyalah simbol kecil dari problem besar kita, kurangnya perhatian serius terhadap pulau-pulau terluar, perbatasan, dan kedaulatan wilayah. Negara harus hadir,tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai wasit yang adil dan sebagai penjaga harga diri wilayah NKRI.

 

Karena di setiap jengkal tanah itu, ada air mata, darah, dan harapan rakyat yang menggantungkan hidupnya.

 

Tim 339.

Share :

Baca Juga

Berita

Anggota Polsek Gunung Raya dan Bhayangkari Bagi – Bagi Takjil Kepada Pengguna Pengguna Jalan

Berita

Jalan Putus di Bungo, Dirlantas Polda Jambi Berikan Himbauan untuk Roda Enam dan Truk Lewat Jalur Kerinci

Berita

594 Ribu Kendaraan Lalui Jalan Tol Trans Sumatera Kelolaan Hutama Karya Saat Libur Panjang Isra Mi’raj 2026

Berita

Peduli Inflasi Wagub Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah Se Aceh

Berita

Resmikan Masjid Al Jabbar, Gubernur Al Haris: Gunakan Masjid Sebagai Sarana Pendidikan

Berita

Bentuk Penghormatan dan Doa, Polda Jambi Gelar Sholat Ghaib Untuk Gugurnya Tiga Personel Gugur saat Bertugas 

Berita

Polda Jambi Ikut Serta dalam Pelepasan Mudik Gratis dan Pencanangan Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jambi

Berita

Ratusan Warga Eks HPH Desa Balai Rajo Dusun Kelumpang Jaya Tujuh Koto Ilir Siap Menangkan Aspan-Tono