Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Senin, 16 Juni 2025 - 08:40 WIB

Rebutan Empat Pulau: Ketika Gadis Cantik Diperebutkan, Negara Harus Menjadi Hakim yang Adil.

Empat gadis cantik kembali menjadi rebutan. Bukan dalam kisah dongeng, tapi dalam nyata. Empat pulau di Aceh Singkil kini diperebutkan dua provinsi besar di barat Indonesia—Aceh dan Sumatera Utara. Isu ini mencuat ke publik layaknya bara dalam sekam yang kembali menyala.

 

Mereka menyebut bahwa keempat pulau ini secara administratif masuk Sumatera Utara. Tapi rakyat Aceh menyanggah, “Itu tanah kami, sejarah kami, warisan nenek moyang kami.” Maka ramailah kabar itu menjadi perbincangan dari kalangan elit, akademisi, aktivis daerah, hingga warga biasa. Di warung kopi dan majelis adat, semua bicara tentang “empat pulau” itu.

 

Lantas, kita bertanya: Apakah hanya empat ini saja? Tidak. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, dari Sabang hingga Merauke. Sebagian besar belum memiliki batas administrasi yang jelas. Bahkan ada pulau-pulau kecil yang belum bernama, belum tercatat, tapi sudah menyimpan kekayaan: minyak, gas, emas, nikel, tembaga, dan kekayaan hayati lainnya.

BACA LAINNYA  Cek Stok Minyak Kita di PT. Sinar Pusaka Nusantara, Satgas Pangan Polda Jambi Pastikan Harga sesuai HET

 

Contohlah Raja Ampat di Papua Barat Daya—surga bawah laut dunia, tetapi juga penuh potensi konflik batas laut. Di Kalimantan, ada pulau-pulau yang mengandung cadangan minyak dan batu bara. Di Sulawesi, nikel dan emas mengalir di tanah. Di Maluku dan NTT, banyak pulau kecil menyimpan kekayaan laut yang belum tergarap optimal. Semua ini menjadi potensi, sekaligus masalah,jika negara tidak hadir dengan pengelolaan yang bijak dan adil.

 

Jangan sampai pulau-pulau ini hanya menjadi rebutan elit, tapi rakyatnya tetap miskin. Jangan sampai sumber daya ini jadi kutukan, bukan berkah. Dan jangan pula pemerintah lalai menetapkan batas-batas jelas, hingga sesama anak bangsa harus berdebat siapa yang berhak, siapa yang lebih dulu datang.

BACA LAINNYA  Wagub Fadhlullah Gerak Cepat Pantau Situasi Banjir dan Kebutuhan Mendesak Warga

 

Empat pulau di Aceh Singkil hanyalah simbol kecil dari problem besar kita, kurangnya perhatian serius terhadap pulau-pulau terluar, perbatasan, dan kedaulatan wilayah. Negara harus hadir,tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai wasit yang adil dan sebagai penjaga harga diri wilayah NKRI.

 

Karena di setiap jengkal tanah itu, ada air mata, darah, dan harapan rakyat yang menggantungkan hidupnya.

 

Tim 339.

Share :

Baca Juga

Berita

Dukungan Solid untuk Paslon No urut 01 SAH Siap Menangkan Dalam dua Kecamatan 

Berita

Hadiri Buka Puasa Bersama Insan Pers, Ketua PWI Kota Jambi Berharap Sinergisitas antara Pers dan Brimob Terus Terjaga dengan Baik 

Berita

Ulil Amri Minta Pemerintah Prioritaskan Lelang Direktur PDAM

Berita

33 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Alumni AKABRI 90 Bakti Sosial di Polres Aceh Timur

Berita

Konami Kembali Menggelar Aksi, Minta Kejati Jambi Periksa Kadis PUPR Merangin, Kabid Bina Marga dan Kontraktor

Berita

Kapolda Jambi Prioritaskan Vaksinasi Anak, Remaja Serta Lansia

Berita

Oknum ASN Kota Jambi Maling Handphone Diamankan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi 

Berita

Hadir dengan Berbagai Upgrade, New Yamaha MT-25 Semakin Tonjolkan Aura “The Master of Torque” yang Agresif