Silaturahmi bersama Pengurus KONI, PWI Kota Jambi Siap Berkolaborasi Majukan Olahraga di Kota Jambi Perkuat Sinergi Insan Pers dan TNI, Pengurus PWI Kota Jambi Sambangi Yonif Raider 142/KJ Wagub Aceh Silaturahmi ke Dayah Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Ulama Lapas di Aceh Overkapasitas, Kakanwil Ditjenpas dan Haji Uma Duduk Bersama Cari Solusi Operasi Antik Siginjai 2026, Satresnarkoba Polresta Jambi Gerebek Dua Rumah Kos, Amankan Terduga Pelaku dan Barang Bukti

Home / Berita

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:25 WIB

Tradisi Pelepasan CJH Depati Payung Pondok Tinggi

Sungai Penuh – Masyarakat wilayah adat Depati Payung Pondok Tinggi kembali melaksanakan tradisi pelepasan calon jemaah haji (CJH) dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan religius ini digelar di Masjid Agung Pondok Tinggi, dengan rangkaian acara doa bersama, parno adat, hingga iringan tale naik joi.

Tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa bagi para calon jemaah haji agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta kembali sebagai haji yang mabrur.

Dalam prosesi adat ini, sebanyak 32 calon jemaah haji dilepas secara resmi oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Suasana semakin khidmat dengan lantunan tale naik joi yang menggambarkan harapan dan doa masyarakat.

BACA LAINNYA  Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan 

Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan kenduri adat berupa makan bersama dengan hidangan khas Pondok Tinggi, yakni nasi ibat. Tradisi makan bersama ini menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas terjaganya tradisi yang dinilai mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga.

BACA LAINNYA  Cegah Virus Hanta, Rutan Tangerang Gandeng Dinkes Sosialisasi ke Warga Binaan

Sementara itu, tokoh masyarakat Pondok Tinggi, Harpendi Johar, menyebutkan bahwa tradisi ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan terus dilestarikan hingga saat ini sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

“Tradisi ini bukan hanya seremoni pelepasan, tetapi juga bentuk kebersamaan dan doa seluruh masyarakat untuk para calon jemaah haji,” ujarnya.

Tradisi pelepasan calon jemaah haji ini menjadi salah satu wujud kearifan lokal yang tidak hanya memperkuat nilai religius, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Pondok Tinggi.

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkot Sungai Penuh Adakan Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Berita

Peduli Pendidikan, Ditpolairud Polda Jambi Sediakan Rumah Baca Bagi Anak-anak Pesisir

Berita

Ombudsman Jambi: Tidak Ada Relasi Kuasa antara Abdi Negara dengan Masyarakat

Berita

11 Kg Sabu Hasil Tangkapan Ditresnarkoba Polda Jambi Dimusnahkan

Berita

Kapolda Jambi Tekankan Tingkatkan Efesiensi dan Efektivitas Penggunaan Anggaran saat Buka Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda

Berita

Ini Alasan Emak-emak di Seberang Siap Menangkan Mohd Indrawan Husairi Menuju Senayan

Berita

Kapolda Jambi Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 120 Personil, Ini Pesan Irjen Pol Rusdi Hartono

Berita

Sembilan Orang Hilang Pada Peristiwa Banjir Bandang dan Longsor di Bandung Barat