Bukan Sekedar Makan Gratis, MBG di Jambi Rekrut Tenaga Kerja Lebih Dari 9 Ribu Orang Bupati ke Lokasi Kebakaran Teluk Nilau: “Kami Tidak Akan Tinggalkan Warga Sendiri”  Hardiknas 2026, Kalapas Idi Rayeuk: Narapidana Kehilangan Kemerdekaan Bergerak, Bukan Kemerdekaan Belajar Haru di Tungkal: Rumah Reyot Kakek Darmawan 85 Tahun Kini Layak Huni Berkat BAZNAS dan Pemkab Tanjab Barat Kebakaran Landa Pasar Teluk Nilau, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

Home / Peristiwa

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:02 WIB

Polemik Bantuan Jadup Kemensos di Aceh Timur, Data Korban Diduga Tak Sinkron, Keuchik Tertekan dan Jadi Sasaran Amukan Warga

Aceh Timur — Penyaluran bantuan banjir dari Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Timur memicu polemik besar di tengah masyarakat. Bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban korban justru menimbulkan keresahan karena dinilai tidak tepat sasaran dan tidak sesuai jumlah yang keluar didesa.

 

Sejumlah kepala desa (keuchik) di beberapa kecamatan, khususnya Darul Ihsan dan Idi Rayeuk, mengaku menjadi sasaran kemarahan warga. Hal ini dipicu oleh ketidaksesuaian antara data korban banjir yang diajukan dengan jumlah bantuan yang diterima di lapangan.

 

Warga menilai pembagian bantuan tidak adil. Banyak korban banjir yang tidak mendapatkan bantuan, sementara sebagian masyarakat yang terdata dan tidak terdampak justru terdata sebagai penerima.

 

“Data yang kami ajukan tidak sesuai dengan yang turun. Ini yang membuat masyarakat marah kepada kami,” ungkap salah satu keuchik.

 

Ia menjelaskan, di salah satu desa jumlah korban yang diusulkan mencapai 163 orang, namun bantuan yang terealisasi hanya untuk 23 orang. Sementara sisanya tidak jelas statusnya.

BACA LAINNYA  PT Lontar Papyrus Menebar Kebahagiaan di Bulan Ramadhan: Keberkahan yang Mengalir Lewat Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, dan Bingkisan Lebaran

 

Kondisi serupa terjadi di Desa Kampung Jawa. Dari lebih 800 warga yang terdampak banjir, hanya sekitar 154 orang yang menerima bantuan. Ketimpangan ini memicu keresahan hingga ratusan warga mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan.

 

Dalam beberapa kasus, situasi bahkan memanas. Warga mendatangi kantor keuchik dan melayangkan protes keras, sehingga aparatur desa merasa tertekan akibat tudingan yang diarahkan kepada mereka.

 

“Kami hanya menyampaikan data sesuai kondisi di lapangan, bukan yang menentukan siapa yang menerima bantuan Jadup (jatah hidup) Namun kami yang disalahkan,” ujar seorang keuchik dengan nada kecewa.

 

Para kepala desa berharap adanya kejelasan dari pemerintah daerah Kabupaten Aceh Timur terkait mekanisme penyaluran bantuan tersebut, termasuk transparansi data penerima serta kepastian apakah masih ada tahap penyaluran berikutnya.

BACA LAINNYA  Bupati ke Lokasi Kebakaran Teluk Nilau: "Kami Tidak Akan Tinggalkan Warga Sendiri" 

 

Mereka juga meminta instansi terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, untuk memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung konflik di tengah masyarakat.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait polemik penyaluran bantuan yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan tersebut.

 

Para keuchik berharap persoalan ini segera diselesaikan secara terbuka dan transparan, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat, terlebih menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

 

Sementara salah seorang warga meminta kepada pihak BNPB, BPBD Dinas Sosial serta pemkab Aceh Timur untuk mengkaji ulang perihal ini,kami semua terimbas banjir jangan adu domba kan masyarakat dengan bantuan yang tidak tempat sasaran setidaknya adil dan merata hingga masyarakat tidak ribut sesama warga.pungkasnya.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Polres Kerinci Kejar Pelaku Tabrak Lari di Simpang Rawang

Advetorial

Bupati ke Lokasi Kebakaran Teluk Nilau: “Kami Tidak Akan Tinggalkan Warga Sendiri” 

Peristiwa

Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Sabut Kelapa di Tanjab Barat Diduga Akibat Konsleting Listrik

Peristiwa

Tiga Rumah Semi Permanen di Kerinci Ludes Terbakar

Peristiwa

Geger! Warga Seleman Temukan Mayat Laki-laki di Warung Bakso, Diduga Akibat Darah Tinggi

Peristiwa

Panas! Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar

Peristiwa

Mayat Lansia di Desa Pondok Agung, Dipastikan Meninggal Karena Sakit, Polres Kerinci Lakukan Evakuasi 

Peristiwa

Polres Tanjap Timur Selidiki Temuan Kerangka Manusia