Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:09 WIB

Atjeh Connection Foundation Bergerak Sejak Hari Pertama: Bantuan Banjir dan Longsor Aceh Dikirim hingga Pelosok

Founder Atjeh Connection Foundation (ACF), Amir Faisal Nek Muhammad, menegaskan komitmen penuh ACF dalam merespons bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Aceh.

 

Sejak hari pertama bencana, ACF langsung turun ke lapangan tanpa menunggu kondisi stabil, dengan fokus pada evakuasi korban, logistik darurat, dan pemulihan awal masyarakat terdampak.

 

Dalam keterangan tertulisnya, Amir Faisal Nek Muhammad mengatakan, respons awal ACF dilakukan melalui pendirian posko bantuan serta bantuan evakuasi warga terdampak di sejumlah titik bencana.

 

Bantuan darurat pertama sebanyak lebih dari 2 ton logistik dikirim dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Bandara Lhokseumawe menggunakan pesawat Hercules TNI AU, guna mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau jalur darat.

 

Relawan Atjeh Connection Foundation menyebar ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Bener Meriah, hingga ke Aceh Tengah.

 

“Di lapangan, tim masuk langsung ke kecamatan dan desa-desa terdampak, termasuk wilayah dengan akses terbatas akibat banjir dan longsor, untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima warga,” ujar Amir Faisal, Kamis (11/12/2025).

 

ACF juga menembus wilayah-wilayah yang sangat sulit dijangkau dan terisolir, seperti di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur. Untuk mencapai lokasi tersebut, relawan ACF harus melewati jalur Peureulak–Lokop, yang merupakan lintas Aceh Timur–Gayo Lues, dalam kondisi lumpuh total. Relawan tiba di lokasi setelah menempuh medan ekstrem di kawasan Gunung Putoh.

 

Di Aceh Tamiang, ACF mendapati kondisi warga dengan kekurangan logistik pangan yang sangat serius. Untuk itu, distribusi bantuan dilakukan melalui dua jalur, yakni dari Medan, Sumatera Utara, dan dari Aceh Timur, guna mempercepat penyaluran.

 

Selain mendistribusikan makanan, air bersih, perlengkapan darurat, dan kebutuhan dasar lainnya, ACF juga menyediakan perangkat Starlink untuk mendukung komunikasi di wilayah yang mengalami gangguan jaringan. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk koordinasi tim, pelaporan kondisi lapangan, serta kebutuhan komunikasi warga dan relawan.

BACA LAINNYA  Satgas Preemtif Ops Zebra 2025 Lakukan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Sasar Komunitas Ojek di Pasar Angso Duo

 

Atjeh Connection Foundation turut mendirikan posko bantuan, dapur umum, dan posko kesehatan di beberapa lokasi. Untuk layanan kesehatan, ACF menyediakan obat-obatan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan medis awal.

 

ACF juga secara rutin menyalurkan air bersih ke posko-posko pengungsi, serta menyediakan posko air panas dan makanan siap saji bagi warga terdampak.

 

“ACF menegaskan bahwa kerja kemanusiaan tidak berhenti pada bantuan darurat semata, tetapi juga mencakup pendampingan dan pemulihan awal pascabencana,” lanjut Amir Faisal.

 

Hingga hari ke-15 pascabencana, Atjeh Connection Foundation masih terus berupaya menerobos wilayah-wilayah yang belum terjangkau bantuan.

 

“Relawan Atjeh Connection masih berjibaku di lokasi bencana, masuk ke daerah-daerah sulit dijangkau seperti di Tamiang, pedalaman Aceh Timur, termasuk Bener Meriah dan Aceh Tengah. Masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan. Hari ini kami berpacu dengan waktu agar bantuan segera sampai kepada mereka yang sedang bertahan di lokasi bencana,” terang Amir Faisal.

 

Untuk kebutuhan pangan mendesak, ACF juga membeli logistik langsung dari toko-toko yang masih beroperasi di Aceh, sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi lokal.

 

“Insya Allah kita akan terus mengirim bantuan yang dibutuhkan ke Aceh, hingga Aceh kembali pulih dan normal. Jadwal selanjutnya adalah tambahan logistik dari Medan dan pengiriman lanjutan sekitar 3 ton bantuan akan kembali dikirim menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Jakarta,” ujar Amir Faisal.

 

“Kami juga akan menambah posko kesehatan dan dapur umum, mempersiapkan tim trauma healing, serta membangun sumur air bersih di sejumlah titik yang membutuhkan,” tambah Amir Faisal.

 

BACA LAINNYA  PJ bupati Tebo varial,di duga tidak netral terkait Poto kadis PMD temui Agus Rubiyanto.

Sejarah dan Rekam Jejak Kemanusiaan

 

Atjeh Connection Foundation merupakan lembaga amal dan kemanusiaan yang telah lama aktif dalam penanganan bencana dan kegiatan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

 

Relawan ACF pernah terlibat langsung dalam berbagai bencana besar nasional, antara lain Gempa Lombok (2018), Gempa, tsunami, dan likuifaksi Palu–Donggala, Sulawesi Tengah (2018), Tsunami Banten (2018), Banjir bandang Bogor (2019), Banjir dan longsor Aceh Tengah (2020), Serta berbagai bencana alam lainnya

 

Pada bencana Palu–Donggala 2018, relawan ACF berada di lokasi selama lebih dari 15 hari, menyalurkan bantuan langsung hingga ke pelosok seperti Sigi dan Donggala.

 

Di masa pandemi Covid-19, Atjeh Connection Foundation aktif menjalankan misi kemanusiaan dan memperoleh penghargaan dari BNPB atas partisipasi di fase awal penanganan Covid-19 di Indonesia. Ribuan APD dan kebutuhan medis disalurkan ke rumah sakit di Aceh, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya.

 

ACF juga terlibat dalam Penyaluran sembako bagi fakir miskin, Penyediaan makanan bergizi bagi tenaga medis di rumah sakit rujukan Covid-19 DKI Jakarta dan Respons banjir bandang NTT, gempa Lombok, serta kebakaran Kemayoran, Jakarta

 

Di luar respons bencana, ACF menjalankan program sosial berkelanjutan seperti Jumat Berkah, pembagian makan siang gratis secara rutin bagi masyarakat prasejahtera setiap hari Jumat di berbagai daerah, serta program beasiswa pendidikan bagi anak-anak di sejumlah wilayah Indonesia.

 

“Atjeh Connection Foundation lahir dari semangat solidaritas. Setiap bencana bukan hanya soal bantuan, tapi soal kehadiran. Kami bergerak karena masyarakat butuh,” tegas Amir Faisal.

 

Di akhir keterangannya, Amir Faisal mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk terus bergandeng tangan dalam kerja-kerja kemanusiaan, demi memastikan tidak ada warga yang berjuang sendirian, terutama saat bencana datang.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Kakanwil Ditjenpas Aceh Audiensi dengan BNNP Aceh untuk Perkuat Koordinasi Pemberantasan Narkoba di Lapas dan Rutan

Berita

TMMD Ke-123 TA 2025 Kodim 0416/Bute Resmi Ditutup

Berita

Demi Udara Bersih dan Hutan Lestari, Dandim 0416/Bute Pimpin Langkah Nyata Cegah Karhutla di Alam Bukit Tiga Puluh

Berita

Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu, Alumni Akpol Angkatan 2000 Polda Jambi Sambangi Panti Asuhan 

Berita

Kapolda Jambi Sambut Kedatangan Tim Kemenkopolhukam RI 

Berita

Sambut Ramadhan, Iryani Launching Lagu Religi ‘Berilah Jalan’

Berita

HUT RI Ke-79, Pemberian Remisi Umum Oleh Bupati Tanjab Barat Kepada Narapidana Di Lapas Kuala Tungkal

Berita

Program Jum’at Curhat Polda Jambi Terkait Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba