Sungai Penuh – Semangat menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal. Hal ini terlihat dari aktivitas rutin Bank Sampah Lindung Berseri yang kembali menjual hasil kumpulan sampah warga kepada pengumpul.
Setiap hari Sabtu, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, warga berbondong-bondong menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah. Dalam waktu singkat, ratusan kilogram sampah layak jual berhasil dikumpulkan dari para nasabah.
Empat petugas tampak sigap melayani setoran warga dengan menimbang, mencatat, serta mengelompokkan sampah sebelum dijual ke pengumpul setelah jumlahnya mencukupi.
Pada Sabtu 04 Maret 2026 pagi, suasana di lokasi bank sampah sudah terlihat sibuk. Para pengurus mulai mengangkut karung-karung berisi plastik, kertas, dan botol bekas yang telah dikumpulkan. Sampah tersebut kemudian disusun rapi ke atas motor roda tiga untuk dibawa ke pengumpul di Kota Sungai Penuh.
Aktivitas ini menjadi rutinitas yang mencerminkan kerja keras serta kekompakan para pengurus dalam memastikan sampah yang telah dipilah warga memiliki nilai ekonomi.
Saat ini, Bank Sampah Lindung Berseri telah memiliki puluhan nasabah aktif. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya pun terus meningkat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini menjadi sumber penghasilan tambahan.
Pengurus Bank Sampah Lindung Berseri, Maira Deswita, mengatakan perubahan perilaku masyarakat semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengumpulkan sampah yang layak jual. Bahkan sebelum Idul Fitri kemarin, nasabah menerima hasil tabungan dari setoran sampah setiap Sabtu. Alhamdulillah, hasilnya cukup membantu kebutuhan belanja lebaran,” ujarnya.
Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, keberadaan bank sampah ini juga membawa dampak positif terhadap kebersihan lingkungan. Maira menegaskan, kebiasaan sederhana dari rumah dapat memberikan perubahan besar.
“Kalau kita rajin memilah sampah sejak dari dapur, lingkungan akan bersih. Sampah basah bisa diolah menjadi pupuk organik, sementara sampah kering bisa menjadi tabungan,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan peduli lingkungan. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di rumah.
Bank Sampah Lindung Berseri kini tidak hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga ruang tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah investasi masa depan bagi diri sendiri, keluarga, dan generasi mendatang.











