Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Senin, 15 Desember 2025 - 16:16 WIB

Kejari Telusuri Inflasi Beras di Daerah Lumbung Padi

Sungai Penuh – Di tengah hangatnya diskusi pada sesi coffee morning Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh bersama insan pers, jumat (12/12/2025), bukan hanya isu TNKS yang mencuri perhatian. Ada satu persoalan lain yang tak kalah menggelitik logika kenaikan harga gabah dan beras di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dua daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi terbesar di Provinsi Jambi.

 

Pertanyaan yang mengiang di benak banyak warga pun mengemuka:

Bagaimana mungkin harga beras kerap inflasi di daerah penghasil beras?

 

Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Yogi Purnomo, membuka sedikit tabir penyelidikan itu. Dengan nada hati-hati, ia menyebut bahwa Kejari juga tengah menelusuri dinamika distribusi gabah dan beras di dua wilayah tersebut.

BACA LAINNYA  Dit resnarkoba Polda Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai 65 Miliar

 

“Kami sedang memetakan apa yang sebenarnya terjadi. Daerah ini adalah penghasil beras terbesar, tetapi harga di pasaran justru sering naik. Ada sesuatu yang harus dipastikan,” ujarnya.

 

Menurut Yogi, penyidik kini mengumpulkan data dari berbagai pihak mulai dari petani, penggilingan padi, distributor, hingga pelaku pasar. Tujuannya, mengidentifikasi apakah ada praktik-praktik yang menyebabkan rantai distribusi tersendat atau bahkan terjadi permainan harga.

 

Tim Kejari juga sedang mendalami pola pergerakan gabah dari sentra-sentra pertanian hingga sampai ke pasar. Apakah ada celah yang dimanfaatkan oknum tertentu? Apakah ada distorsi yang membuat hasil panen melimpah, tetapi harga tetap melambung?

 

Yogi menegaskan bahwa langkah-langkah ini belum masuk ranah penindakan, namun sifatnya penyelidikan awal untuk membaca situasi secara objektif. “Kami ingin memastikan bahwa inflasi beras ini bukan disebabkan oleh hal-hal yang merugikan masyarakat,” katanya.

BACA LAINNYA  Pertemuan Bilateral dengan Dirjen WIPO, Menkumham Yasonna Loaly Serahkan Instrumen Aksesi Traktat Budapest

 

Bagi Kerinci dan Sungai Penuh, beras bukan sekadar komoditas. Ia adalah denyut ekonomi, sumber kehidupan, dan identitas daerah. Karena itu, ketika harga terus bergerak naik tanpa alasan yang jelas, perhatian penegak hukum pun tertuju ke sana.

 

Kejari Sungaipenuh menyatakan komitmennya: meluruskan alur, mengurai potensi penyimpangan, dan memastikan bahwa gabah yang tumbuh subur di sawah Kerinci dapat kembali menjadi beras yang terjangkau bagi masyarakatnya sendiri.

 

 

DEWI WILONNA

Share :

Baca Juga

Berita

13 Tersangka Kasus Pengrusakan TPS di Sungai Penuh, Menjalani Sidang Perdana

Berita

Kapolsek Idi Tunong Polres Aceh Timur Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Kepada Korban Kebakaran

Berita

60 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Usia 15 Hingga 45 Tahun

Berita

Kapolres Muaro Jambi Sambut Hangat Kunjungan PJ Bupati Muaro Jambi

Berita

Dihadiri Gubernur Jambi, Sertijab Bupati Kerinci Suarakan Kebersamaan dan Kekompakan

Berita

Kapolda Jambi Dengarkan Langsung Pengaduan, Keluhan dan Masukan dari Penggiat Medsos serta Wartawan dalam Jum’at Curhat

Berita

Dandim 0417/Kerinci Kawal Ketat Pendistribusian Logistik Pilkada Serentak 2024

Berita

Fun Run Polda Jambi Hari Bhayangkara, Kasrem 042 Gapu Turut Olahraga Bersama dan Serahkan Hadiah ke Pemenang