Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Jumat, 21 November 2025 - 07:01 WIB

Menggali Jejak Perlawanan dan Adat Aceh: Dua Buku Dr. Ahmad Dadek Dibedah di Aceh Barat

 

Meulaboh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat menggelar Bedah Buku Perpustakaan Daerah selama dua hari, 18–19 November 2025, menghadirkan dua karya Dr. HT Ahmad Dadek, SH., MH berjudul Rundeng dan Seulangke. Kegiatan ini mengusung tema “Menumbuhkan Daya Fikir Kritis dan Kreatif melalui Kegiatan Bedah Buku” dan diikuti peserta dari kalangan akademisi, pemerhati budaya, hingga pemustaka.

 

Acara dibuka oleh laporan panitia yang disampaikan Nurlisan, S.Pd.I, selaku koordinator kegiatan. Ia menegaskan bahwa bedah buku merupakan upaya memperkuat literasi budaya dan historis di Aceh Barat. “Literatur lokal seperti Rundeng dan Seulangke perlu dikaji dan disebarluaskan agar menjadi rujukan penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

 

Mengulas Perlawanan Tengku di Rundeng

BACA LAINNYA  Pembagian BLT Kemiskinan Ekstrim Tahun 2025 Triwulan Desa Gampong Seuneubok Teungoh kecamatan Pedawa.

 

Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Sesi diskusi berfokus pada buku Rundeng, yang mengangkat kisah perjuangan Tengku di Rundeng dalam melawan penjajah Belanda.

 

Narasumber Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag, dan Nazaruddin, S.Ag., S.S., M.LIS., Ph.D menilai karya ini memperkaya literatur sejarah Aceh dengan merekam perlawanan lokal yang jarang disorot secara mendalam. Nilai keteguhan, strategi perjuangan, serta ketokohan Tengku di Rundeng disebut relevan untuk memperkuat pemahaman generasi sekarang terhadap dinamika perjuangan masyarakat Aceh.

 

Menghidupkan kembali Adat Pernikahan Aceh

 

Hari kedua dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Pembahasan berlanjut pada buku Seulangke, yang menguraikan tahapan adat pernikahan Aceh mulai dari proses pra-nikah hingga pelaksanaan walimah.

BACA LAINNYA  Pengerjaan Poskamling TMMD ke-126 di Sungai Jernih Capai 85 Persen

 

Para narasumber menekankan pentingnya pelestarian adat pernikahan sebagai identitas budaya yang harus dijaga keberlanjutannya. Buku tersebut dinilai sebagai rujukan yang komprehensif dan sistematis bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memahami tradisi pernikahan Aceh secara benar.

 

Perkuat Literasi Budaya dan Historis

 

Melalui forum diskusi ini, Dinas Perpustakaan Aceh Barat berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mendorong daya pikir kritis, apresiasi budaya, dan kecintaan terhadap literatur lokal. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai sejarah dan adat Aceh, tetapi juga didorong untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian khazanah budaya daerah.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Ombudsman Jambi Terima Lima Laporan Terkait PPDB 2023

Berita

Ada 90 Pelanggaran, Ini Hasil Operasi Patuh Seulawah Polres Aceh Timur Selama 14 Hari

Berita

Moment Hari Raya Idul Adha 1445 H, Polres Tanjabbar Sembelih 8 Hewan Qurban untuk Panti Asuhan,Ponpes dan Masyarakat

Berita

Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi Tangkap Pelaku Manipulasi Data, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Berita

Bebakaran Rumah Kito by WH Hadir Kembali

Berita

Satreskrim Polres Kerinci Berhasil Amankan Pelaku Penyebar Video Porno Janda Muda, Berikut Motifnya

Berita

RAT Koperasi Tutup Buku Tahun 2024, Danrem 042/Gapu apresiasi kinerja pengurus Koperasi

Berita

Damkar Kota Jambi Terjunkan Puluhan Personel dan Armada Padamkan Kebakaran Gudang Dialer Kawasaki