Kejati Jambi Gelar Seminar Nasional, Bahas Ketahanan Energi Nasional dan Penegakan Hukum Migas Wali Kota Jambi Maulana Groundbreaking Pendopo Warga RT 35 Villa Real, Kampung Bahagia Dorong Gotong Royong dan Kepedulian Sosial HIPMI Kerinci dan Kota Sungai Penuh Jalin Kerja Sama dengan BSI, Dorong Penguatan Usaha Pengusaha Muda Pemkot Jambi dan KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Usai Pembukaan TMMD Ke-130, Satgas Gelar Pengobatan Gratis yang Diserbu Warga Desa Merbau

Home / Berita

Jumat, 21 November 2025 - 07:01 WIB

Menggali Jejak Perlawanan dan Adat Aceh: Dua Buku Dr. Ahmad Dadek Dibedah di Aceh Barat

 

Meulaboh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat menggelar Bedah Buku Perpustakaan Daerah selama dua hari, 18–19 November 2025, menghadirkan dua karya Dr. HT Ahmad Dadek, SH., MH berjudul Rundeng dan Seulangke. Kegiatan ini mengusung tema “Menumbuhkan Daya Fikir Kritis dan Kreatif melalui Kegiatan Bedah Buku” dan diikuti peserta dari kalangan akademisi, pemerhati budaya, hingga pemustaka.

 

Acara dibuka oleh laporan panitia yang disampaikan Nurlisan, S.Pd.I, selaku koordinator kegiatan. Ia menegaskan bahwa bedah buku merupakan upaya memperkuat literasi budaya dan historis di Aceh Barat. “Literatur lokal seperti Rundeng dan Seulangke perlu dikaji dan disebarluaskan agar menjadi rujukan penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

 

Mengulas Perlawanan Tengku di Rundeng

BACA LAINNYA  Basarnas Jambi Raih Juara Harapan 1 Lomba URBAN SAR Challenge 2023

 

Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Sesi diskusi berfokus pada buku Rundeng, yang mengangkat kisah perjuangan Tengku di Rundeng dalam melawan penjajah Belanda.

 

Narasumber Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag, dan Nazaruddin, S.Ag., S.S., M.LIS., Ph.D menilai karya ini memperkaya literatur sejarah Aceh dengan merekam perlawanan lokal yang jarang disorot secara mendalam. Nilai keteguhan, strategi perjuangan, serta ketokohan Tengku di Rundeng disebut relevan untuk memperkuat pemahaman generasi sekarang terhadap dinamika perjuangan masyarakat Aceh.

 

Menghidupkan kembali Adat Pernikahan Aceh

 

Hari kedua dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Pembahasan berlanjut pada buku Seulangke, yang menguraikan tahapan adat pernikahan Aceh mulai dari proses pra-nikah hingga pelaksanaan walimah.

BACA LAINNYA  Peringati Hari Guru, Yayasan AHM Apresiasi Dedikasi Guru Inspiratif

 

Para narasumber menekankan pentingnya pelestarian adat pernikahan sebagai identitas budaya yang harus dijaga keberlanjutannya. Buku tersebut dinilai sebagai rujukan yang komprehensif dan sistematis bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memahami tradisi pernikahan Aceh secara benar.

 

Perkuat Literasi Budaya dan Historis

 

Melalui forum diskusi ini, Dinas Perpustakaan Aceh Barat berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mendorong daya pikir kritis, apresiasi budaya, dan kecintaan terhadap literatur lokal. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai sejarah dan adat Aceh, tetapi juga didorong untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian khazanah budaya daerah.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Apel Kasatwil Polri Mantapkan Pengendalian Covid-19 Hingga Persiapan Agenda Kenegaraan

Berita

Turun ke Jalan, Satreskrim Polres Tebo Bagikan Ratusan Takjil ke Pengendara dan Masyarakat

Berita

Tak Ingin Ada Mobil Pengawalan Kunker ke Kabupaten, Kapolda Jambi : Polisi Bagian dari Masyarakat

Berita

Sidak, Bupati Temukan Pasien Banyak Antri Ini Yang Akan Dilakukan

Berita

Hari Kelima, Ratusan Pengendara Di Pidie Terjaring Operasi Zebra Seulawah 2024

Berita

Pentingnya Kolaborasi dengan Media Massa Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat 

Berita

Dukung Kualitas Kesehatan Ibu dan Janin, Medco E&P Malaka Gelar Edukasi di Dua Kecamatan

Berita

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan