Kunjungi Batalyon B Pelopor di Merangin, Dansat Brimob Polda Jambi : Jaga Kekompakan dan Hindari Pelanggaran Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB Bansos Sukahati dan Kabar Baik Magang Nasional Warnai HUT ke-61 Tanjab Barat Kapolda Jambi Pastikan Penanganan Karhutla di Sungai Gelam Terus Dilakukan, Sinergi TNI-Polri dan BPBD Diperkuat Rutan Kelas I Tangerang Kembali Terima 8 Peserta Program Magang Nasional Kemnaker–Kemenimipas

Home / Berita

Jumat, 21 November 2025 - 07:01 WIB

Menggali Jejak Perlawanan dan Adat Aceh: Dua Buku Dr. Ahmad Dadek Dibedah di Aceh Barat

 

Meulaboh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat menggelar Bedah Buku Perpustakaan Daerah selama dua hari, 18–19 November 2025, menghadirkan dua karya Dr. HT Ahmad Dadek, SH., MH berjudul Rundeng dan Seulangke. Kegiatan ini mengusung tema “Menumbuhkan Daya Fikir Kritis dan Kreatif melalui Kegiatan Bedah Buku” dan diikuti peserta dari kalangan akademisi, pemerhati budaya, hingga pemustaka.

 

Acara dibuka oleh laporan panitia yang disampaikan Nurlisan, S.Pd.I, selaku koordinator kegiatan. Ia menegaskan bahwa bedah buku merupakan upaya memperkuat literasi budaya dan historis di Aceh Barat. “Literatur lokal seperti Rundeng dan Seulangke perlu dikaji dan disebarluaskan agar menjadi rujukan penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

 

Mengulas Perlawanan Tengku di Rundeng

BACA LAINNYA  Angka Kecelakaan Tinggi, Kapolres Aceh Timur Akan Tingkatkan Keselamatan Berkendara

 

Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Sesi diskusi berfokus pada buku Rundeng, yang mengangkat kisah perjuangan Tengku di Rundeng dalam melawan penjajah Belanda.

 

Narasumber Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag, dan Nazaruddin, S.Ag., S.S., M.LIS., Ph.D menilai karya ini memperkaya literatur sejarah Aceh dengan merekam perlawanan lokal yang jarang disorot secara mendalam. Nilai keteguhan, strategi perjuangan, serta ketokohan Tengku di Rundeng disebut relevan untuk memperkuat pemahaman generasi sekarang terhadap dinamika perjuangan masyarakat Aceh.

 

Menghidupkan kembali Adat Pernikahan Aceh

 

Hari kedua dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Pembahasan berlanjut pada buku Seulangke, yang menguraikan tahapan adat pernikahan Aceh mulai dari proses pra-nikah hingga pelaksanaan walimah.

BACA LAINNYA  Rayakan Hari Ulang Tahun Yamaha 2024, Banjir Hadiah Ada Skutik Canggih NMAX “TURBO”

 

Para narasumber menekankan pentingnya pelestarian adat pernikahan sebagai identitas budaya yang harus dijaga keberlanjutannya. Buku tersebut dinilai sebagai rujukan yang komprehensif dan sistematis bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memahami tradisi pernikahan Aceh secara benar.

 

Perkuat Literasi Budaya dan Historis

 

Melalui forum diskusi ini, Dinas Perpustakaan Aceh Barat berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mendorong daya pikir kritis, apresiasi budaya, dan kecintaan terhadap literatur lokal. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai sejarah dan adat Aceh, tetapi juga didorong untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian khazanah budaya daerah.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Debalang Negeri Ingatkan Forkopimda Jangan Ikut Campur Urusan Adat, ARB Masih Dibuang Dari Negeri

Berita

Satgas TMMD Kodim 0417/Kerinci Plester Bangunan MCK di Desa Sungai Jernih

Berita

Sambut Ramadan dengan Berbagi, Kodim 0416/Bute Bagikan Takjil kepada Masyarakat

Berita

Tiba di Mapolres Muaro Jambi, AKBP Muharman Arta Disambut Tradisi Pedang Pora

Berita

Tingkatkan Keterampilan Warga Binaan, Lapas Idi Gelar Pelatihan Barbershop

Berita

Jaga Stabilitas Keamanan dan Ketertiban, Lapas Kuala Tungkal Gelar Razia Blok Hunian

Berita

Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, Kapolda Jambi Berikan Penghargaan kepada Puluhan Personil Ditresnarkoba

Berita

Pelantikan DPD GRIB jaya ( Dewan pimpinan Daerah Gerakan Indonesia bersatu) Jambi Berjalan Sukses