Wagub Fadhlullah Tekankan Pembangunan Inklusif di Hari Jadi Aceh Singkil Pemerintah Tanjab Barat Laksanakan Penilaian Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62: Kanwil Ditjenpas Aceh Perkuat Sinergitas dan Komitmen Pengabdian Wali Kota Maulana Ajukan Ratusan Sekolah di Revitalisasi Kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Dukcapil Banda Aceh Laksanakan Verifikasi NIK dan Perekaman Biometrik bagi WBP Lapas Banda Aceh

Home / Berita

Sabtu, 25 April 2026 - 08:21 WIB

Ojk Dorong Penguatan Literasi Keuangan Lewat Pendidikan Formal Webinar Internasional Global Money Week (GMW) 2026 

Jakarta, 17 April 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda melalui jalur pendidikan keuangan dalam sistem pendidikan formal guna membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan ketahanan finansial sejak dini.

 

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam OJK International Webinar bertema “From Early Education to Financial Health: Integrating Financial Literacy into Formal Education Systems” yang dilaksanakan secara virtual, Jumat, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Global Money Week (GMW) 2026.

 

“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” kata Dicky.

 

Dicky menambahkan, pendidikan memegang peran sentral dalam membangun kapasitas keuangan masyarakat sejak dini melalui penguatan pengetahuan, keterampilan praktis, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.

 

“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat agar setiap individu mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak sepanjang hidupnya. Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri, dan komunitas,” kata Dicky.

BACA LAINNYA  Rutan Tanjung Pura Gelar Tes Urine Massal Perangi Narkoba dalam Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

 

OJK juga memandang bahwa pendidikan keuangan perlu melampaui ruang kelas, antara lain melalui platform digital, kampanye nasional, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi keuangan yang kuat dan inklusif.

 

Dalam kesempatan tersebut, Chair of the OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) Magda Bianco menyampaikan bahwa edukasi dan literasi keuangan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan peluang sekaligus meminimalkan risiko dalam pengelolaan keuangan.

 

“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel menjadi peluang sekaligus risiko. Karena itu, kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” kata Magda.

 

Menurut Magda, terdapat dua alasan utama mengapa kompetensi keuangan perlu diajarkan sejak usia sekolah. Pertama, pengetahuan yang diperoleh sejak dini akan lebih mudah tertanam dan dikuasai hingga dewasa. Kedua, pembelajaran sejak dini dapat membantu mengurangi kesenjangan akibat perbedaan latar belakang sosial ekonomi, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang lebih setara dalam menghadapi masa depan.

 

Magda juga menegaskan bahwa berbagai bukti empiris menunjukkan kompetensi keuangan dapat meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi guncangan, termasuk risiko penipuan, membantu mengelola utang secara bijak, menghindari utang berlebih, serta mendorong keputusan investasi yang lebih rasional melalui pemahaman atas risiko dan imbal hasil.

BACA LAINNYA  Musda IWO Tebo, Tunjuk Syahrial Ketua IWO Tebo

 

Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan tidak hanya mendukung kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan, efektivitas kebijakan moneter, dan pengurangan kesenjangan sosial.

 

Webinar tersebut merupakan bagian dari peringatan Global Money Week 2026 yang mengangkat tema “Smart Money Talks”, sebuah inisiatif global yang digagas oleh Organisation for Economic Co-operation and Development International Network on Financial Education (OECD/INFE).

 

GMW 2026 menekankan pentingnya percakapan terbuka, inklusif, dan bermakna mengenai keuangan di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk meningkatkan cara berpikir kritis tentang keuangan, membentuk perilaku keuangan yang bertanggung jawab, serta menumbuhkan kepercayaan diri finansial peserta didik sejak dini.

 

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang berasal dari perwakilan kementerian/lembaga, lembaga jasa keuangan, guru dan tenaga pendidik, akademisi, ekonom, mahasiswa, Duta Literasi Keua

ngan OJK, serta pegawai OJK.

Share :

Baca Juga

Berita

Miliki Banyak Keunggulan, Yamaha Fazzio Hybrid Connected Jadi Pilihan Pecinta Fashion dan Kustom Kulture

Berita

Menjelang Hari Raya Idul Fitri Pembagian BLT Kemiskinan Ekstrim Tahun 2025 Triwulan Desa Gampong Buket Kuta kecamatan Pedawa Di Salurankan

Berita

Akses Kesehatan Lebih Dekat: Poskesling Rutan Tangerang Permudah Warga Binaan untuk Cek Kesehatan

Berita

Ketum SPBI Dr. Iswadi, M.Pd Ajak Semua Pihak Sukseskan Pelantikan Presiden Prabowo

Berita

Breaking News, Angkutan Batu bara Akan Kembali di Stop Jika Tak Ikuti Aturan 

Berita

Lakukan Bhakti Sosial Peduli Kemerdekaan, Dandim 0419/Tanjab Kunjungi Cucu Veteran Selempang Merah

Berita

Pengalihan Arus Lalu Lintas Presisi Merdeka Run 2025, Satlantas Polresta Jambi Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

Berita

Dansat Brimob Polda Jambi Serahkan Asuransi Jasa Raharja ke Ahli Waris Personel Meninggal Saat Kecelakaan