Polda Jambi Tingkatkan Pelayanan Publik Prima, Serahkan Penghargaan WBK dan Pelayanan Prima Pemkab Tanjab Barat Siapkan Klarifikasi ke Gubernur, Absennya Camat Disebut Akibat Miskomunikasi Lapin Gembleng 50 Perwakilan OPD Muara Enim Kuasai E-Katalog Versi 6 Kekeruhan Air Baku Meningkat, Perumda Tirta Mayang Jaga Kualitas Air Kodim 0419/Tanjab Salurkan Bantuan Air Bersih, Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Home / Peristiwa

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:02 WIB

Polemik Bantuan Jadup Kemensos di Aceh Timur, Data Korban Diduga Tak Sinkron, Keuchik Tertekan dan Jadi Sasaran Amukan Warga

Aceh Timur — Penyaluran bantuan banjir dari Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Timur memicu polemik besar di tengah masyarakat. Bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban korban justru menimbulkan keresahan karena dinilai tidak tepat sasaran dan tidak sesuai jumlah yang keluar didesa.

 

Sejumlah kepala desa (keuchik) di beberapa kecamatan, khususnya Darul Ihsan dan Idi Rayeuk, mengaku menjadi sasaran kemarahan warga. Hal ini dipicu oleh ketidaksesuaian antara data korban banjir yang diajukan dengan jumlah bantuan yang diterima di lapangan.

 

Warga menilai pembagian bantuan tidak adil. Banyak korban banjir yang tidak mendapatkan bantuan, sementara sebagian masyarakat yang terdata dan tidak terdampak justru terdata sebagai penerima.

 

“Data yang kami ajukan tidak sesuai dengan yang turun. Ini yang membuat masyarakat marah kepada kami,” ungkap salah satu keuchik.

 

Ia menjelaskan, di salah satu desa jumlah korban yang diusulkan mencapai 163 orang, namun bantuan yang terealisasi hanya untuk 23 orang. Sementara sisanya tidak jelas statusnya.

BACA LAINNYA  Dari Balik Tembok, Lapas Labuhan Ruku Panen Raya Jagung 5,5 Hektare

 

Kondisi serupa terjadi di Desa Kampung Jawa. Dari lebih 800 warga yang terdampak banjir, hanya sekitar 154 orang yang menerima bantuan. Ketimpangan ini memicu keresahan hingga ratusan warga mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan.

 

Dalam beberapa kasus, situasi bahkan memanas. Warga mendatangi kantor keuchik dan melayangkan protes keras, sehingga aparatur desa merasa tertekan akibat tudingan yang diarahkan kepada mereka.

 

“Kami hanya menyampaikan data sesuai kondisi di lapangan, bukan yang menentukan siapa yang menerima bantuan Jadup (jatah hidup) Namun kami yang disalahkan,” ujar seorang keuchik dengan nada kecewa.

 

Para kepala desa berharap adanya kejelasan dari pemerintah daerah Kabupaten Aceh Timur terkait mekanisme penyaluran bantuan tersebut, termasuk transparansi data penerima serta kepastian apakah masih ada tahap penyaluran berikutnya.

BACA LAINNYA  Sempat Dinyatakan Hilang Saat Mandi Sore, Remaja 16 Tahun di Batanghari Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

 

Mereka juga meminta instansi terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, untuk memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung konflik di tengah masyarakat.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait polemik penyaluran bantuan yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan tersebut.

 

Para keuchik berharap persoalan ini segera diselesaikan secara terbuka dan transparan, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat, terlebih menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

 

Sementara salah seorang warga meminta kepada pihak BNPB, BPBD Dinas Sosial serta pemkab Aceh Timur untuk mengkaji ulang perihal ini,kami semua terimbas banjir jangan adu domba kan masyarakat dengan bantuan yang tidak tempat sasaran setidaknya adil dan merata hingga masyarakat tidak ribut sesama warga.pungkasnya.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Nelayan 23 Tahun Hilang Usai Perahu Mati Mesin, Tim SAR Sisir Perairan Kuala Tungkal

Peristiwa

3 Pemancing Tenggelam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

Peristiwa

Geger! Warga Seleman Temukan Mayat Laki-laki di Warung Bakso, Diduga Akibat Darah Tinggi

Peristiwa

Polres Kerinci Kejar Pelaku Tabrak Lari di Simpang Rawang

Peristiwa

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Kerahkan 4 Perahu Karet Cari Nenek Zaimah di Sungai Nalo Tantan

Peristiwa

Mayat Lansia di Desa Pondok Agung, Dipastikan Meninggal Karena Sakit, Polres Kerinci Lakukan Evakuasi 

Peristiwa

Kapal MT Nurhasanah Lima Terbakar di Perairan Teluk Majelis, Lima ABK Luka Bakar

Peristiwa

Respon Cepat Layanan 110, Personel Polsek Merlung Evakuasi Mobil Laka Tunggal di Lintas Timur