Rutan Kelas I Tangerang Ikuti Bazar Produk Warga Binaan dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 Ayo Berwisata Kopi di Provinsi Jambi Ayi Tafsut di Kerinci, Liburan Alam dengan Sensasi Air Jernih dan Petik Sayur Gratis Lapas Banda Aceh Ikuti Sosialisasi Standar Penegakan Kepatuhan Internal Secara Virtual Wujudkan Kepedulian, Wakapolres Tanjab Barat Pimpin Aksi Gotong Royong di TK Kemala Bhayangkara. 

Home / Berita

Senin, 3 Maret 2025 - 07:23 WIB

Satgaswil Jambi Densus 88 Bersama Tim Terpadu Sambangi Yayasan di Bungo Diduga Terafiliasi NII Faksi KW9

Jambi – Tim Satgaswil Jambi Densus 88 AT Polri bersama Tim Terpadu melakukan pertemuan dengan pengurus Yayasan Berkah Peduli Umat yang diduga terafiliasi kelompok NII faksi KW 9 di desa Baru Pelepat, Kecamatan Pelepat, Bungo, Sabtu (1/3/2025).

 

Dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH bahwa Tim Satgaswil Jambi menjelaskan terkait kelompok NII yang ada di Provinsi Jambi, dan adanya yayasan yang terafiliasi kelompok jaringan NII.

 

Salah satunya yaitu Yayasan Berkah Peduli Umat yang berada di Kabupaten Bungo. Di sini, tim terpadu bertemu pengurus yayasan yang merupakan sepasang suami istri yakni Indrayanto dan Kamtini.

 

“Bahwa telah dibentuk Tim terpadu tingkat kabupaten untuk melakukan pendalaman terhadap yayasan yang terafiliasi dengan kelompok NII. Tujuan akhir dari pembentukan Tim Terpadu untuk melakukan pembubaran secara resmi terhadap 15 yayasan yang terafiliasi dengan kelompok NII.”

 

“Meminta komitmen kepada Bapak Indrayanto dan Ibu Kamtini agar tidak terlibat lagi di Yayasan ataupun dengan kelompok jaringan NII,” jelas Sudirman dalam rilisnya, Minggu (2/3/2025).

 

Ditambahkan Sudirman, bahwa Indrayanto dan istri sudah menetap di Desa Baru Pelepat, Kecamatan Pelepat, Bungo sejak tahun 2009. Indrayanto awalnya berasal dari Desa Bedeng 8, Kerinci. Sementara, Kamtini berasal dari Desa Sumber Mulya, Bungo.

 

“Kegiatan sehari-hari Indrayanto sebagai petani sawit dan Kamtini sebagai guru ASN di SMPN 4 Pelepat. Indrayanto dan istri mengakui bahwa mereka memang terlibat di Yayasan Berkah Peduli Umat. Indrayanto dan istri bergabung di Yayasan Berkah Peduli Umat sejak tahun 2021 sampai pertengahan tahun 2023.”

BACA LAINNYA  Dandim 0416/Bute Bersama Anggota serta Persit KCK Cabang XXIV bagikan Takjil kepada Para Pengguna Jalan

 

Awal mula bergabung ke Yayasan Berkah Peduli Umat, tambah Sudirman, diajak oleh Ainun (Pengurus Yayasan AJI Cabang Bungo). Saat itu, Kamtini sedang melaksanakan PPG pra jabatan di Kota Bungo dan tidak memiliki tempat tinggal.

 

Oleh Ainun, menawarkan kepada Kamtini untuk tinggal di Yayasan Berkah Peduli Umat dengan tujuan untuk menjaga dan membantu kegiatan di Yayasan.

 

“Kamtini sudah lama mengenal Ainun karena sebelum pindah ke Desa Rantau Keloyang, keluarga besar Ainun tinggal sekampung dengan Kamtini. Selain itu Ainun merupakan artis kampung yang sering tampil di Desa Baru Pelepat.”

 

“Indrayanto dan Kamtini menyampaikan peran mereka di Yayasan Berkah Peduli Umat adalah tinggal dan menjaga yayasan, membantu membersihkan yayasan serta membantu kegiatan santunan terhadap anak yatim piatu dan jompo,” papar Sudirman.

 

Untuk kegiatan rutin di Yayasan Berkah Peduli Umat, jelas Sudirman, yaitu setiap hari Jum’at mengadakan santunan untuk anak yatim piatu dan lansia yang berada di sekitar yayasan.

 

Jumlah anak yatim yang diberikan santunan oleh Yayasan Berkah Peduli Umat sekitar 20 sampai 30 orang dengan nominal santunan berkisar sekitar Rp 25.000 per orang.

 

“Indrayanto dan Kamtini tidak pernah terlibat mencari sumbangan atau mengedarkan Kotak amal, hanya menunggu Donatur yang datang ke Yayasan Berkah Peduli Umat. Yayasan Berkah Peduli Umat memiliki sejumlah kotak amal yang sudah di edarkan di wilayah kabupaten Bungo.”

BACA LAINNYA  Tingkatan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di Kalangan Pelajar, LPKA Muara Bulian Tuan Rumah Perkemahan Akhir Tahun 2025

 

“Indrayanto dan istri keluar dari Yayasan pada pertengahan tahun 2023 dikarenakan yayasan sudah tidak memiliki donatur dan juga tidak mendapatkan izin Operasional dari Dinas Sosial Bungo dan takut ilegal.”

 

“Indrayanto dan Kamtini mengetahui bahwa namanya masuk dalam struktural dan mengenal beberapa nama pengurus yayasan, sebagian besar dari mereka adalah keluarga besar dari Ainun. Kamtini mengenal Karyani selaku pembina Yayasan Berkah Peduli Umat, dulunya merupakan teman kuliah saat di Jambi. Karyani juga pernah datang ke rumah Indrayanto dan Kamtini di Desa Baru Pelepat,” jelas Sudirman.

 

Selanjutnya, Indrayanto dan Kamtini bersedia membuat surat pernyataan bahwa mereka sudah keluar dan tidak terlibat lagi dengan yayasan yang terafiliasi kelompok NII.

 

Kegiatan pertemuan Tim Satgaswil Jambi Densus 88 AT Polri dan Tim Terpadu dengan Pengurus Yayasan Berkah Peduli Umat Indonesia di Kabupaten Bungo dalam rangka rangkaian pembubaran yayasan yang terafiliasi kelompok NII faksi KW 9.

 

“Indrayanto dan Kamtini dapat menerima penjelasan dari Tim Satgaswil Jambi dan bersedia membuat surat pernyataan bahwa mereka sudah keluar dan tidak terlibat lagi dengan Yayasan yang terafiliasi kelompok NII faksi KW 9 di Kabupaten Bungo,” tutup Sudirman (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Luar Biasa, Personel Satbrimob Polda Jambi Kembali Raih Medali Emas Dalam Kejuaraan Tinju Porprov XXIII 

Berita

Sambut Hari Jadi Reskrim Ke 78, Polres Aceh Timur Sentuh Warga dan Pengungsi Korban Banjir

Berita

Perkuat Pengawasan, Petugas Lapas Narkotika Muara Sabak Gotong Royong Rapikan Branggang

Berita

Kasi Kamtib Lapas Idi Mengikuti Pelatihan Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda

Berita

Berkedok Deposit, Polda Jambi Himbau Masyarakat Diminta Waspada Kejahatan Penipuan 

Berita

Rutan Kelas I Tangerang Jalin Sinergi dengan BNN Kota Tangerang dalam Penguatan P4GN

Berita

Babinsa Penyengat Rendah Ajak Warga Pantau Pantai Dadakan Aur Duri

Berita

Dukung Program Asta Cita Presiden, Kapolsek Kota Baru Tinjau Pembukaan Lahan Ketahanan Pangan