Dorong Percepatan Target Operasi, Manajemen Hutama Karya Tinjau Proyek Tol Palembang-Betung Tim Anarco Bidik Sakti Polres Kerinci Ringkus Dua Pelaku Jaringan Sabu Antar Desa Jalan Kabupaten Koto Tuo – Sungai Dalam Seperti Kubangan Kerbau, Pemda dan DPRD Tutup Mata KPA Sago Jirat Panyang Peringati Haul Syuhada ke – 21 Sinergi Samsat Jambi, Edukasi Keselamatan dan Pajak Kendaraan Sapa Warga Aur Kenali

Home / Berita

Selasa, 14 April 2026 - 20:06 WIB

Wagub Aceh: Ulama Kunci Jaga Syariat dan Keutuhan Masyarakat

BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) se-Aceh Tahun 2026, Selasa (14/4/2026), yang dihadiri para Ketua MPU kabupaten/kota, anggota MPU, serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Fadhlullah mengapresiasi pelaksanaan rakor tersebut sebagai forum strategis, bukan sekadar agenda rutin. Ia menilai rakor menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi serta merumuskan arah kebijakan keumatan yang lebih terukur dan berdampak.

Menurutnya, MPU memiliki posisi krusial dalam sistem pemerintahan Aceh, tidak hanya sebagai pemberi pertimbangan, tetapi juga penjaga nilai-nilai syariat Islam sekaligus penuntun moral masyarakat.

“Di tengah perubahan yang cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga keteladanan dan bimbingan. Peran ulama sangat penting sebagai penyejuk dan pemersatu,” ujar Fadhlullah.

BACA LAINNYA  Kembali Terjadi Tongkang Tabrak Jembatan di Batanghari, Ditpolairud Polda Jambi Panggil Pemilik

Ia menilai tema rakor, “Peran Strategis Lembaga MPU sebagai Wujud Implementatif Kekhususan Aceh”, relevan dengan kondisi saat ini.

Kekhususan Aceh, katanya, bukan sekadar status administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Wagub berharap rakor ini memperkuat konsolidasi kelembagaan MPU di seluruh tingkatan, sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan selaras dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, ia menyoroti derasnya arus informasi yang kerap tidak terverifikasi. Dalam konteks ini, ulama diharapkan aktif menjaga kejernihan informasi di tengah masyarakat.

Menanggapi isu yang berkembang, Fadhlullah menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian berbasis data sosial ekonomi agar lebih tepat sasaran.

BACA LAINNYA  Perayaan Cap Go Meh 2026 di Klenteng Kuan Kong Bio Meriah

“Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan program di tengah keterbatasan fiskal, sehingga masyarakat miskin dan rentan tetap mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan dukungan ulama dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat guna mencegah kesalahpahaman terhadap kebijakan pemerintah.

Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami dan diterima dengan baik.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan terus memperkuat peran MPU sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis nilai-nilai syariat Islam.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Koordinasi MPU se-Aceh Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025: Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Dalam Penguatan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Berita

Ojk Dorong Penguatan Integritas Pasar Modal, Peringatan 46 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia 

Berita

Tak Hanya Panorama Alam, Wisata Wahana Kampung Datuk Hadirkan Tiga Kuliner AD, AL dan AU

Berita

Disambut Irjen Pol Rusdi Hartono, Kunjungan Baznas Bahas Kerjasama Bersama Polda Jambi

Berita

Wujud Sinergitas, Lapas Kuala Tungkal Gelar Penggeledahan dan Tes Urin Bersama APH Yang Dipimpin Langsung Oleh Kakanwil Kemenkumham Jambi

Berita

Banjir Hadiah dan Doorprize, Warga Teratai Gelar Berbagai Lomba selama Dua Pekan Meriahkan HUT ke 80 RI

Berita

Bersama Warga, Babinsa Ds. Sukaramai Goro Bersihkan Masjid Nurul Hidayah.

Berita

Jaga Ekosistem Gambut, BRGM Berikan Penghargaan ke Personel Ditpolairud Polda Jambi