DPRD Muaro Jambi Bahas Ranperda Perubahan APBD 2026 Polda Jambi Buka Ruang Inovasi Mahasiswa untuk Perkuat Pencegahan Karhutla Golkar Bersuara di Paripurna: BLUD Rp17 Miliar, Krisis Air Lubuk Mandarsah hingga CPO PT SMS Pastikan Kondisi Kondusif, Kepala Rutan Kelas I Tangerang Kontrol Blok Hunian Warga Binaan ‎Pemdes Pondok Agung berhasil Tekan Kemiskinan, Penerima BLT DD hanya 10 Orang

Home / Berita

Selasa, 14 April 2026 - 20:06 WIB

Wagub Aceh: Ulama Kunci Jaga Syariat dan Keutuhan Masyarakat

BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) se-Aceh Tahun 2026, Selasa (14/4/2026), yang dihadiri para Ketua MPU kabupaten/kota, anggota MPU, serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Fadhlullah mengapresiasi pelaksanaan rakor tersebut sebagai forum strategis, bukan sekadar agenda rutin. Ia menilai rakor menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi serta merumuskan arah kebijakan keumatan yang lebih terukur dan berdampak.

Menurutnya, MPU memiliki posisi krusial dalam sistem pemerintahan Aceh, tidak hanya sebagai pemberi pertimbangan, tetapi juga penjaga nilai-nilai syariat Islam sekaligus penuntun moral masyarakat.

“Di tengah perubahan yang cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga keteladanan dan bimbingan. Peran ulama sangat penting sebagai penyejuk dan pemersatu,” ujar Fadhlullah.

BACA LAINNYA  HUT Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Timur Hadirkan Senyum Baru bagi 30 Pasien

Ia menilai tema rakor, “Peran Strategis Lembaga MPU sebagai Wujud Implementatif Kekhususan Aceh”, relevan dengan kondisi saat ini.

Kekhususan Aceh, katanya, bukan sekadar status administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Wagub berharap rakor ini memperkuat konsolidasi kelembagaan MPU di seluruh tingkatan, sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan selaras dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, ia menyoroti derasnya arus informasi yang kerap tidak terverifikasi. Dalam konteks ini, ulama diharapkan aktif menjaga kejernihan informasi di tengah masyarakat.

Menanggapi isu yang berkembang, Fadhlullah menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian berbasis data sosial ekonomi agar lebih tepat sasaran.

BACA LAINNYA  Piala Kapolda Jambi 2026 Digelar: Ratusan Pecatur Adu Strategi, Polri-KONI Kompak Cetak Bibit Nasional

“Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan program di tengah keterbatasan fiskal, sehingga masyarakat miskin dan rentan tetap mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan dukungan ulama dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat guna mencegah kesalahpahaman terhadap kebijakan pemerintah.

Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami dan diterima dengan baik.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan terus memperkuat peran MPU sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis nilai-nilai syariat Islam.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Koordinasi MPU se-Aceh Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolsek Tungkal Ulu Hadiri Safari Ramadhan 1447 H di Desa Pematang Tembesu

Berita

Buka Puasa Bersama TNI-Polri Tingkatkan Soliditas dan Sinergitas Antara Polresta Jambi, Kodim 0415 Jambi, Pom II/2 Jambi dan BNN

Berita

Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Bintara Remaja Satbrimob Polda Sumsel

Berita

Gara-gara Rebutan Lahan Parkir, Pria di Jambi Tewas Ditikam Teman Sendiri

Berita

Wako Alfin Lakukan Pengecekan Proses Normalisasi Sungai Batang Bungkal yang sedang berjalan. 

Berita

Kades Sungai Jernih, Berikan Apresiasi TMMD ke 126 Sekaligus Ajak Warga Mensukseskan

Berita

Hasian Marbun : Kita Sangat Mendukung Kebijakan Pemerintah , Tapi Jangan Sampai Hak-hak Masyarakat Diambil

Berita

Dilepas Kades Lopak Aur, MTQ ke III Tingkat Desa Diikuti Ratusan Peserta dan Semarakkan Pawai Ta’aruf