KOTAJAMBI – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi mengikuti Apel Sigap Bencana Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2025 secara daring yang dipimpin langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang digelar secara serentak diikuti seluruh Balai di Lingkungan PU, Rabu (05/11/2025).
Untuk di Provinsi Jambi, apel sigap bencana ini turut diikuti Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jambi, Balai Prasarana Permukiman dan Bangunan Gedung (BPBPK) Jambi, Satuan Kerja Perumahan dan Permukiman (Satker PS) Jambi, serta Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) melaksanakan apel bersama di halaman BWSS VI Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa apel ini menjadi momentum konsolidasi besar seluruh jajaran Kementerian PU. Tujuannya adalah untuk memastikan infrastruktur Indonesia tetap tangguh, aman, dan siap menghadapi cuaca ekstrem, serta lonjakan arus mobilitas masyarakat menjelang Nataru dan Mudik Lebaran 2026.
Selanjutnya, Menteri Dody menegaskan bahwa setiap unsur Kementerian PU wajib bertindak cepat, cermat, dan empatik dalam menjalankan tugas.
“Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab moral kita. Setiap jalan yang mantap, setiap sungai yang mengalir lancar, dan setiap posko yang ramah di sanalah negara hadir melalui tangan dan hati insan Kementerian PU,” tegas Menteri Dody.
Sementara itu, Kepala BPJN Jambi Dr. Ir. Dedy Hariadi, ST.,MT., IPU saat diwawancarai usai mengikuti apel sigap bencana secara serentak mengatakan bahwa untuk di Provinsi Jambi ada beberapa titik yang menjadi perhatian di jalan nasional diantaranya jalan lintas Kabupaten Merangin-Kerinci yang mana jika terjadi hujan deras bisa mengakibatkan longsor dan tertundanya arus lalu lintas.
“ Tentunya kita juga telah menyiagakan alat berat untuk reaksi cepat tanggap dengan berkolaborasi bersama instansi terkait dalam penanganan apabila terjadi bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala BPJN Jambi menyampaikan, sesuai apa yang disampaikan Pak Mentri PU bahwa apabila terjadi bencana, kita menerjunkan tim dan alat berat merupakan bentuk langkah nyata Kementerian Pekerjaan Umum khususnya BPJN untuk selalu siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana, menjaga infrastruktur, dan melindungi masyarakat. (Syah)











