DPRD Muaro Jambi Bahas Ranperda Perubahan APBD 2026 Polda Jambi Buka Ruang Inovasi Mahasiswa untuk Perkuat Pencegahan Karhutla Golkar Bersuara di Paripurna: BLUD Rp17 Miliar, Krisis Air Lubuk Mandarsah hingga CPO PT SMS Pastikan Kondisi Kondusif, Kepala Rutan Kelas I Tangerang Kontrol Blok Hunian Warga Binaan ‎Pemdes Pondok Agung berhasil Tekan Kemiskinan, Penerima BLT DD hanya 10 Orang

Home / Berita

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:06 WIB

Kapolda Aceh: Kehadiran Polri di Tengah Bencana Adalah Simbol Kehadiran Negara

Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat terjadi bencana. Apabila gedung Polres atau Polsek mengalami kerusakan, pelayanan kepolisian harus tetap berjalan, termasuk dengan membuka mako sementara. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah bencana merupakan simbol kehadiran negara yang tidak boleh absen.

 

Hal tersebut disampaikan Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah saat membuka Gelar Operasional (GO) Semester II Polda Aceh Tahun 2025 di Gedung Presisi Polda Aceh, Selasa, 23 Desember 2025.

 

Abituren Akabri 1991 itu menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang telah dilakukan bersama, saat ini Provinsi Aceh tengah menghadapi peningkatan ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, tanah longsor, serta cuaca ekstrem. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat, stabilitas sosial, serta operasional pemerintahan dan pelayanan publik.

 

Kondisi tersebut menuntut kehadiran Polri yang tidak hanya tampak secara fisik di lapangan, tetapi benar-benar hadir dengan kemampuan mengatur, mengendalikan, dan menyelesaikan persoalan secara cepat, disertai kepedulian terhadap penderitaan masyarakat serta ketepatan dalam setiap pengambilan keputusan.

BACA LAINNYA  Pelindo 2 Jambi dan Media Jambi Mengokohkan Sinergi Melalui Acara Team Building: Penghargaan untuk Media Berprestasi

 

Oleh karena itu, Gelar Operasional kali ini mengangkat tema “Peran Polda Aceh yang Presisi dalam Rangka Percepatan Tanggap Bencana Aceh Guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri”. Tema tersebut harus dipahami dan diimplementasikan sebagai arah kebijakan operasional yang nyata dan terukur, serta menjiwai setiap langkah, keputusan, dan tindakan seluruh jajaran dalam menghadapi situasi kebencanaan.

 

Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan intelijen dan analisis situasi, terdapat sejumlah wilayah di Aceh yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, di antaranya Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, serta beberapa kabupaten dan kota lainnya.

 

“Dalam situasi seperti ini, kehadiran Polri sangat dibutuhkan sebagai institusi yang mampu membaca dan memetakan secara cermat wilayah rawan bencana serta potensi kerawanan sosial, hadir secara cepat dan nyata di lokasi terdampak untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, serta menjalankan tugas secara transparan dan akuntabel, baik dalam pelayanan publik, pengamanan dan pendistribusian bantuan, maupun dalam pelaporan dan pertanggungjawaban kinerja kepada pimpinan dan masyarakat,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kementerian/Lembaga Negara, Kemenkumham dan Kemenkeu Selenggarakan Temu Bisnis Tahap VI Tahun 2023

 

Jenderal bintang dua asal Tangse itu juga menekankan agar jajaran yang tidak terdampak bencana secara langsung wajib membantu Polres yang terdampak, baik melalui pengerahan personel, logistik, maupun dukungan operasional lainnya. Bantuan tersebut tidak harus besar, namun harus nyata dan berkelanjutan sebagai wujud empati dan solidaritas institusi.

 

Ia juga mengingatkan jajaran untuk tetap waspada, karena bencana alam berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat, termasuk melalui isu separatisme simbolik, penyebaran hoaks, maupun narasi yang dapat menurunkan kepercayaan terhadap negara.

 

“Oleh karena itu, penguatan komunikasi publik serta pendekatan humanis kepada masyarakat korban bencana menjadi sangat penting. Melalui Gelar Operasional ini, diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan persepsi, memperkuat komando, dan memastikan seluruh jajaran Polda Aceh bergerak dalam satu irama, satu arah, dan satu tujuan, yakni melindungi masyarakat Aceh dan menjaga keamanan dalam negeri,” tutupnya.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Tiga Beranak Warga Sungai Nibung Jadi Korban Laka Lantas, Sopir Mobil Melarikan Diri

Berita

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Program Makan Bergizi di PAUD Al Fatih 

Berita

Maulid dibalik Jeruji, Kakanwil Yan Rusmanto Ajak Warga Binaan Teladani Akhlak Rasulullah

Berita

Adanya Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PT Bukit Tambi, Lima Tumenggung Sebut itu Tidak Benar Jangan Mau Warga SAD Dipecah Belah

Berita

Berkas H.Aspan Warga Desa Perintis Makmur Nikmati Pembangunan Secara Merata

Berita

Larikan Motor Nmax dengan Modus Pinjam Beli Gorengan, Pria di Merangin Diciduk Polisi

Berita

Lapas Kelas IIA Jambi Fasilitas Warga Binaan Khatam Qur’an

Berita

Sekdakab Tanjab Barat Pimpin Pengambilan Sumpah/Janji 164 PNS