JAKARTA – Ketua Umum Generasi Perubahan Nusantara Indonesia Gleen Lesnussa apresiasi KPK yang bongkar korupsi di Pemkab Muara Enim Sumsel. Ia nilai langkah ini bukti hukum memihak rakyat.
Gleen minta kasus Muara Enim jadi pintu masuk audit nasional. Menurutnya masih banyak anggaran negara diduga tak sampai ke warga pelosok.
“Saya apresiasi Ketua KPK dan jajaran yang berani bongkar korupsi besar Sumsel. Semua daerah harus diaudit ketat. Anggaran untuk rakyat jangan berhenti di tengah jalan,” tegas Gleen Lesnussa.
Ia ingatkan Bupati dipilih rakyat, wajib merakyat dan jaga kesejahteraan konstituen. Kasus Muara Enim harus jadi peringatan keras pemimpin daerah lain.
KPK ungkap dugaan korupsi penerimaan hadiah terkait audit laporan keuangan Pemkab Muara Enim TA 2025. Ada kesepakatan ‘fee’ Rp1,6 miliar untuk ubah hasil audit BPK.
Plt Dir Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein jelaskan OTT dilakukan awal 2026 saat BPK Sumsel periksa laporan keuangan. Barang bukti: uang tunai Rp200 juta, dokumen, elektronik, 1 SUV.
KPK tetapkan 5 tersangka: Augusz Dewanggara, Titin Rita Lestari, Edison, Cory Erin Hardi, Fika.
Mereka ditahan 10-29 Juni 2026 di Rutan Merah Putih KPK. Penyidikan masih dikembangkan.
GPNI akan kawal kasus sampai tuntas. Organisasi dorong pengawasan keuangan daerah diperketat agar anggaran dinikmati rakyat, bukan segelintir oknum.
Sumber: Ketua Umum GPNI











