Evaluasi Triwulan II, Bupati Anwar Sadat Minta OPD Percepat Eksekusi Program Bidhumas Polda Jambi Gelar Coffee Morning, Perkuat Sinergitas Bersama Insan Pers Wagub Aceh Hadiri RDPU Komisi II DPR RI, Fokus pada Penguatan Fiskal Daerah Polda Jambi Gelar Pembukaan Rakernis Biro SDM Tahun Anggaran 2026, Wujudkan SDM Unggul Menuju Polri Presisi Harumkan Tanjab Barat, Pesilat SMAN 8 Raih Emas di Batanghari Championship 2026

Home / Berita

Rabu, 28 Agustus 2024 - 20:27 WIB

Kualitas dan Kuantitas Air Sungai Batanghari Terus Menurun Mendesak, Alternatif Sumber Air bagi Kota Jambi

Jambi – Saat ini, kondisi air Sungai Batanghari semakin menurun secara kualitas maupun kuantitas. Perumda Air Minum Tirta Mayang menghadapi tantangan serius untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bagi warga Kota Jambi.

 

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Dwike Riantara, ketika menjadi salah satu narasumber dalam Kick-off Meeting dan Workshop Studi Penilaian Kualitas Sungai, Rabu, 28 Agustus 2024.

 

Workshop diselenggarakan oleh World Bank bersama Bappeda Provinsi Jambi di Hotel Swissbel dan dihadiri para pemangku kepentingan dalam pelestarian sungai, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Forum DAS Provinsi Jambi, dan para akademisi.

BACA LAINNYA  Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Bintara Remaja Satbrimob Polda Sumsel

 

Menurut Dirut Tirta Mayang, diperlukan alternatif sumber air baku jika kondisi ekstrim terjadi pada Sungai Batanghari yang berakibat airnya tidak dapat dimanfaatkan. Kondisi ekstrim dimaksud, misalnya, jika terjadi kering total atau tercemar berat.

 

“Kita harus memiliki sumber air baku alternatif yang dapat digunakan pada kondisi darurat agar penyediaan air bagi warga Kota Jambi tidak terhenti,” kata Dwike.

 

Alternatif ini sangat mendesak, karena menurutnya, Tirta Mayang tidak memiliki sumber air baku lain kecuali Sungai Batanghari. “Jika terjadi sesuatu yang ekstrim pada Sungai Batanghari, Kota Jambi akan mengalami krisis air luar biasa,” terang Dwike.

BACA LAINNYA  Ribuan Warga Aceh Timur Kembali Ramaikan Kegiatan Jasera Medco E&P Malaka

 

“Dalam lima tahun terakhir saja, kekeruhan air terus meningkat, terutama karena sedimentasi dari hulu, sementara volume dan tinggi muka air cenderung menurun,” ia menjelaskan.

 

Sumber air baku alternatif yang dimaksud, menurut Dwike, misalnya dengan menyiapkan Danau Sipin dan Teluk Kenali. Pemerintah juga perlu membangun waduk atau embung untuk menyimpan air, memanen hujan, dan sebagainya.

 

“Krisis air tidak pernah kita harapkan, namun sangat krusial untuk diantisipasi,” pungkas Dwike.

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua SMSI Jambi Mukhtadi Putranusa Jadi Pemateri di FGD Pemkot Jambi

Berita

Resmi Dilantik Dirjen AHU, MPWN Jambi Siap Awasi dan Bina Notaris

Berita

Semangat Hari Juang, Kodim 0416/Bute Turun Bersihkan Taman Kota Bungo

Advetorial

Perintahkan Menembak, Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Tersangka Kematian Brigadir J

Berita

Kepengurusan PAN Jambi Dilantik Tahun Depan

Berita

Irwasum Polri Komjen Pol Ahmad Dhofiri Pimpin Taklimat Akhir Audit Kerja Itwasum Polri di Polda Jambi

Berita

Pimpin Pelantikan Kenaikan Pangkat ASN dan Rapat Dinas, Kalapas Singaraja Harapkan Pegawai dapat Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi

Berita

Serka Giman Babinsa Koramil 415-03/Ma. Tembesi Pantau Wilayah Binaan untuk Yakinkan Situasi Kondusif