Jambi – Semangat tagline baru Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, “Polisi Bersama Masyarakat” diwujudkan nyata oleh Perwira Menengah Polda Jambi, AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, S.I.P., S.H., M.H., M.Pd.
Perwira yang dikenal sebagai relawan donor darah ini tercatat telah melakukan donor darah rutin sebanyak 104 kali.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 8-9 Oktober 2026. Lokasi pertama di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Jambi, Jl. Syahrial Rahman No. 39 A Telanaipura, dan lokasi kedua di Gedung A Lt 4 Mapolda Jambi, Jl. Jend Sudirman No.45, Kota Jambi pada Jumat (9/10) pukul 09.30 WIB.
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” sendiri merupakan slogan baru yang menggantikan “Polri Presisi”. Slogan ini menekankan kedekatan Polri dengan warga, kemitraan tanpa jarak, serta pelayanan yang responsif.
Menurut AKBP Dadang, donor darah bukan sekadar aksi kemanusiaan, tapi simbol bahwa Polri hadir untuk melindungi dan merawat kehidupan masyarakat.
“Tetesan darah yang disumbangkan menjadi simbol kedekatan emosional dan bukti bahwa keberadaan Polri adalah untuk melindungi serta merawat kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ada empat makna penting dari aksi ini dalam konteks “Polisi Bersama Masyarakat”:
1. Kemitraan Tanpa Jarak: Batas birokrasi melebur saat anggota Polri langsung menyumbangkan darahnya untuk masyarakat.
2. Integrasi Pengabdian: Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar, yakni kesehatan dan keselamatan jiwa.
3. Teladan Bagi Generasi Muda: Aksi gotong royong ini menjadi edukasi karakter dan menginspirasi anak muda untuk peduli sesama.
4. Solidaritas Sosial: Setiap tetes darah adalah komitmen Bhayangkara untuk berdiri sejajar dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.
Selain menolong sesama, donor darah rutin setiap 2-3 bulan juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti menjaga keseimbangan zat besi, menurunkan risiko penyakit jantung, mendorong regenerasi sel darah baru, membakar sekitar 650 kalori, serta menjadi sarana skrining kesehatan gratis dari HIV, Hepatitis B, C dan Sifilis.
Capaian 104 kali donor darah ini menegaskan bahwa tugas Bhayangkara tidak hanya dalam penegakan hukum, melainkan juga dalam setiap hela napas kemanusiaan.











