Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kunjungi Rutan Kelas I Tangerang Hari Kedua Idul Adha, Kakanwil Ditjenpas Aceh Sidak Lapas dan Rutan di Sigli Hj Fadhilah Sadat Gelar Open House Iduladha, Hangatkan Silaturahmi dengan PKK dan Warga Jemaah Haji Kerinci Khairusni Wafat di Tanah Suci Jasad Pemuda Mandiangin Ditemukan 17 KM dari Lokasi Hilang di Sungai Batang Tembesi

Home / Berita

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 16:06 WIB

Pesimis jadi Optimis Hingga Hasilkan Karya Batik Unggulan dari Tangan WBP Lapas Perempuan Jambi

Bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dari Pertamina menghilangkan image dari mantan Narapidana dengan karya selama menjalani pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi.

MUAROJAMBI – Kali ini kita akan mengulas tentang apa itu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khususnya yang ada di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. Yang mana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) adalah Narapidana, Anak Didik Pemasyarakatan, dan Klien Pemasyarakatan.

Sebelum masuk apa saja yang dilakukan WBP, kita harus mengetahui dulu usai menerima putusan dari Pengadilan, seseorang yang masuk kedalam Lapas ini merupakan Narapidana yang Terpidana sedang menjalani pidana hilang kemerdekaan di Lapas.

Untuk diketahui, sistem pemasyarakatan secara tegas melindungi hak-hak WBP seperti hak untuk melakukan komunikasi, hak untuk dikunjungi, hak untuk mendapatkan remisi, cuti, asimilasi serta bebas bersyarat, hak untuk melakukan ibadah sesuai dengan agamanya, menyampaikan keluhan, mendapat pelayanan kesehatan dan lain sebagainya.

Dalam rangka mewujudkan sistem pembinaan terpadu, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan petugas Pemasyarakatan harus bangun sinergi dalam pelaksanaan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) baik di dalam lapas maupun bapas.

Bagaimana cara WBP untuk bisa mendapat bimbingan dengan menjadikan seseorang yang mempunyai kreativitas dan kemampuan ?

Petugas Lapas juga memiliki penilaian terhadap warga binaan, sehingga catatan-catatan baik yang menjadi perhatian khusus untuk WBP bisa mengantarkan Warga binaan untuk nantinya mengajukan Pembebasan Bersyarat (PB).

WBP Lapuanja saat membuat kerajinan tangan Bunga, Gantungan Kunci, Peci, Tempat Handphone dari Limbah Plastik dan Tali

Namun sebelum bebas dari Pembinaan Lapas, WBP juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri ataupun mengasah kemampuan dan keterampilan yang ada pada dirinya.

Berkunjung ke Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi :

Inilah momentum saat penulis untuk menggali apa saja yang dilakukan oleh warga binaan sehingga telah tersiar serta tersebar bahwa WBP di Lapas Perempuan Jambi memiliki kemampuan untuk memproduksi berbagai kreativitas untuk dipasarkan di luar lapas bahkan memiliki brand tersendiri meskipun WBP tersebut telah dicabut haknya karena tengah menjalani hukuman.

Batik Cap yang tengah di proses oleh WBP Lapuanja

Sebelum masuk ke Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi : 

Penulis terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur sehingga barang bawaan yang dibawa steril ataupun tidak ada barang yang membahayakan atau yang dilarang serta dilakukan sosialisasi peraturan selama di dalam lapas oleh petugas portir.

BACA LAINNYA  Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Jambi Berikan Sosialisasi Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Selanjutnya penulis disambut ramah oleh para petugas dengan diantarkan ke ruangan Balai Latihan Kerja bagi Warna Binaan Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Jambi untuk melihat langsung kreativitas kerajinan tangan yang telah dilakukan pembinaan oleh Lapuanja (Lapas Perempuan Jambi).

Perkenalan Kalapas dan biografi sejarah singkat berdirinya Lapas Perempuan di Jambi

Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi Hani Anggraieni yang diwakili Kasi Binadik dan Giatja Ria Rachmawati menyampaikan bahwa untuk sejarah berdirinya Lapas Perempuan pada tahun 2017 dan di tempatkan di lapas anak Muara Bulian, selanjutnya pada tahun 2018 dilakukan pembangun di Jalan Lintas Sengeti dan 2019 pertengahan pindah hingga saat ini.

Bermacam kasus dan perkara yang dijalani para tahanan hingga menjadi WBP di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, mulai dari pembunuhan, penipuan, dan lainnya namun yang paling banyak adalah perkara Narkoba sekitar 75-80 persen.

Dari ratusan WBP tersebut dan dalam perjalanan pembinaan kepada WBP, Lapas Perempuan disupport oleh Pertamina dengan menggunakan CSR dan bersama Pertamina melakukan pendampingan batik tulis dengan pewarnaan alami.

Para WBP Lapuanja saat membuat motif pada kain Batik

Selama kurang lebih Enam tahun berjalan, pembinaan terhadap WBP juga dilakukan Monitoring dari Pertamina melihat kreativitas dan menghasilkan Produk unggulan batik dari LPP itu sendiri.

“ Awalnya dari pembuatan batik ini tidak pernah belajar oleh warga binaan lapas perempuan ataupun memiliki keterampilan khusus,” lanjutnya.

Dengan rasa pesimis awalnya karena tidak mempunyai keahlian khusus, dan tidak pernah belajar maka dengan pendampingan yang terus dilakukan bersama pihak Pertamina maka lama-kelamaan bisa menghasilkan kerajinan tangan dengan hasil maksimal.

WBP Lapuanja saat membuat motif sebelum di buat batik

“ Alhamdulillah pada tahun 2022 bulan Oktober pernah dikunjungi Ibu Negara Iriana Jokowi ke LPP Jambi,” sambungnya.

Tidak sampai disitu saja, dengan telah didukung oleh Pertamina yang selalu mendukung dan mensupport Lapas Perempuan Jambi kita juga telah dikunjungi Anggota DPRD Komisi IV Bangka Belitung untuk studi tiru, untuk perempuan.

“ Terimakasih kepada Pertamina yang selalu mendukung dan mensupport,” ucapnya.

Tentunya kami dari Lapas Perempuan Jambi berharap kedepannya bisa mensupport Warga Binaan tidak hanya di dalam lapas namun hingga keluar dari lapas (bebas) bisa kembali ke masyarakat dengan keahlian dan kemampuan yang dimiliki selama di bina di Lapas.

BACA LAINNYA  206 Mahasiswa dan Mahasiswi Ikuti Yudisium ke XIII FEBI UIN STS Jambi 

Untuk diketahui, ada 10 unit kerja di BLK yang ada di LPP Jambi diantaranya adalah Tata Boga, Cake & cookies, Salon, Menjahit, Bordir, Laundry, Kerajinan Tangan, Pertanian, Bank Sampah dan produk unggulannya Batik.

 

WBP Lapuanja saat membuat Batik Cap

WBP Lapuanja saat menjahit di BLK

 

Meskipun saat ini ada beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana namun semangat dari warga binaan yang membuat bangkit dan bisa menghasilkan kerajinan tangan yang bisa membanggakan.

“ Saat ini untuk WBP yang ada di LPP Jambi berjumlah 215 yang membatik 20 orang, “ sambungnya lagi.

Kita memiliki brand di Lapas Perempuan Jambi yaitu KEJORA dengan filosofinya Bintang dengan harapan WBP bisa menggapai bintang, dan bangkit serta tidak mengulangi perbuatan di masa lalu.

“ Untuk pemasaran sendiri kita awalnya di internal Kemenkum HAM dan Lapas, namun saat ini sudah masuk di aplikasi penjualan online Shopee dengan menghasilkan perbualan sebanyak 15-20 kain batik dengan kisaran harga 350-750 ribu dan Batik Cap 200,” jelasnya.

Waktu Kerja WBP di BLK Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi

Untuk waktu kerja bagi pengrajin batik itu sendiri kita menggunakan jam kerja Senin hingga Jum’at yang mana dari blok para WBP didampingi Petugas menuju ke BLK yang ada di dalam LPP.

 

Tanggapan PT Pertamina Hulu Rokan terkait CSR yang diberikan untuk WBP sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

 

PT Pertamina EP Field memberikan support berupa CSR bagi warga binaan itu sendiri merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan mengambil program unggulan yaitu membatik yang merupakan salah satu Program Pembinaan Unggulan Lapas Perempuan Jambi melalui kegiatan pelatihan maupun pemenuhan sarana prasarana pendukung pelaksanaan kegiatan pembinaan warga binaan di Lapunja.

Hal ini disampaikan oleh Afrianto Comrel & CID Officer Pertamina Hulu Rokan Zona 1 bahwa kegiatan pembinaan ini diharapkan tetap berjalan dengan baik, karena sangat bermanfaat bagi Lapuanja khususnya warga binaan yang telah dibekali ilmu program program pelatihan selama melaksanakan pembinaan di Lapuanja.

“ Besar harapan setelah keluar (bebas) WBP ini mampu mendedikasikan diri dengan membuka usaha dengan keterampilan yang diberikan selama dibina di LPP itu sendiri,” tuturnya.

Kita dari Pertamina, tidak hanya di hulu saja namun sampai ke hilirnya akan terus bergandeng tangan dengan melakukan kegiatan sosial baik itu ke masyarakat ataupun steakholder terkait lainnya dan kali ini pilot projeck kita adalah Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. (Irwansyah).

Share :

Baca Juga

Berita

Safari Subuh, Kapolres Pidie Jaya Ajak Warga Jaga Stabilitas Kamtibmas Jelang Pilkada 2024

Berita

Penutupan Karya Bakti TNI Korem 042 Gapu Turut Dihadiri Kapolda Jambi

Berita

Berikan Rasa Aman Ibadah Tarawaih, Polres Tanjab Barat Lakukan Pengamanan Selama Ramadhan 1447 Hijriah

Berita

Optimis Rebut Delapan Kursi di DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Ivan Wirata Hantarkan Langsung Berkas Pencalonan Caleg Partai Golkar 

Berita

Jalin Kebersamaan, Babinsa Desa Puding Bantu Warga Karya Bhakti Perbaiki Jalan

Berita

Kunjungi Mako Ditpolairud, Kapolda Jambi berikan beberapa arahan

Berita

Pelatihan Kegiatan BLK Tidak Kunjung Dilaksanakan, Dana Gampong Sebaiknya dikembalikan, Ini Tanggapan Ketua Pelaksana

Berita

Kunjungan Kerja Kasetukpa Lemdiklat Polri dalam rangka Kolaborasi Pendidikan dengan Secapa TNI AD