Kuasa Hukum Jurnalis Eka Rizki Desak PMD Periksa Kades Teluk Ketapang Terkait Pengeroyokan Danrem 042/Gapu Cek Kesiapan Posko Udara, Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla di Jambi DPRA Desak Pemerintah Pusat Segera Sepakati Bendera Aceh, Martini: Jangan Berlarut-larut Harlah ke-81 Kejaksaan “Sehat Bersama Kejati Jambi” Bagikan 4000 Masker dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kapolda Jambi Resmikan Lapangan Bulutangkis Siginjai Presisi dan Buka Turnamen Kapolda Cup 2026

Home / Berita

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:04 WIB

Ruang Dialog Bersama Insan Pers Terbuka Lebar 

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si. membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Peran Media dalam Pembangunan Aceh Timur” yang diikuti sekitar 150 insan pers dari berbagai organisasi dan platform media di Hotel Royal Idi, Rabu (29/7/2026).

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. FGD menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan para wartawan yang selama ini menjadi mitra penyampai informasi kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis. Menurutnya, forum tersebut memiliki nilai strategis karena pemerintah dapat mendengar langsung berbagai pandangan, kritik, dan masukan dari insan pers yang setiap hari berada di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan saran dan pendapat teman-teman jurnalis. Banyak hal yang mungkin tidak sempat kami lihat langsung di lapangan, tetapi teman-teman wartawan dapat menjangkaunya hingga ke pelosok. Informasi itu sangat penting sebagai bahan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat,” kata Bupati.

BACA LAINNYA  Bupati Tanjab Barat Ajak PetroChina Tingkatkan Kolaborasi dalam Pembangunan dan SDM

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak mungkin berhasil hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik yang membangun. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam proses perbaikan tata kelola pemerintahan, selama disampaikan dengan cara yang benar dan disertai solusi.

“Kami tidak pernah menutup ruang kritik. Kritik yang konstruktif justru kami butuhkan. Yang perlu dibedakan adalah kritik dengan fitnah atau caci maki. Kritik yang baik adalah kritik yang memberikan solusi sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Al-Farlaky mengungkapkan dirinya memahami dunia jurnalistik karena pernah berkarier sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia yang berada di bawah Kompas Gramedia Group. Pengalaman tersebut membuatnya memahami tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga membantah anggapan bahwa pemerintah membeda-bedakan wartawan di Aceh Timur. Ia menegaskan seluruh insan pers dipandang sama sebagai mitra strategis pemerintah.

BACA LAINNYA  Program Sambang Nusa Presisi, Ditpolairud Turut Berikan Sembako ke Warga dan Lakukan Sosialiasi Berkeselamatan

“Kami tidak pernah memola wartawan. Semua wartawan memiliki kedudukan yang sama. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bukan milik seorang bupati, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh Timur. Karena itu mari kita bangun daerah ini secara bersama-sama melalui komunikasi yang terbuka dan saling menguatkan,” tegasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Bupati membuka sesi dialog langsung bersama para wartawan. Berbagai masukan, kritik, dan usulan yang disampaikan peserta FGD didengarkan secara terbuka.

Ia menilai seluruh masukan tersebut merupakan “vitamin” bagi pemerintah dalam menyempurnakan arah pembangunan Aceh Timur selama masa kepemimpinannya.

Bupati berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan media.

“Silakan terus berkreasi sesuai profesi masing-masing. Kami membutuhkan pemikiran, saran, dan kritik yang konstruktif agar arah pembangunan Aceh Timur ke depan semakin baik dan berpihak kepada masyarakat,” pungkas Mantan Jurnalis Harian Serambi Indonesia itu.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Tanamkan Jiwa Korsa, Personel Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Pembinaan Tradisi

Berita

Sidang Pledoi, Empat Terdakwa Kasus PJU Ajukan Bebas

Berita

Palsu Atau Tidaknya Ijazah Bukan Bawaslu Yang Putuskan : Tunggu Proses Hukum dan Putusan Pengadilan

Berita

Wakapolda Jambi Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jambi dan Pembukaan Mukerda 2026

Berita

Peluncuran Peta Jalan Pengembangan Dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023-2027

Berita

Semarak Merah Putih! Demokrat Tanjab Barat Ajak Warga Gembira Lewat Lomba 17-an

Berita

Muliakan Para Penghafal Al-qur’an, Al Haris Hadiahkan Umroh Gratis Kepada Orang Tua Hafidz

Berita

Polres Muaro Jambi Terus Berupaya Situasi di Area Lahan Koperasi BAM dan Kelompok Tani Karya Makmur Kondusif