JAMBI – SMKN 2 Kota Jambi menggelar acara puncak yang sarat makna, Selasa (9/12/2025). Selain memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-60 SMKN 2 Kota Jambi, sekolah ini sekaligus mengukuhkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta Tim Penguatan Pendidikan Karakter yang melibatkan seluruh komponen guru tanpa kecuali, dengan guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai leading sector.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai di SMKN 2 Kota Jambi, Jalan Kopral Ramli, Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, diikuti sekitar 2.500 siswa, 150 guru, serta 100 tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Hadir mewakili Kapolda Jambi, Direktur Binmas Polda Jambi Kombes Pol Henky Poerwanto, SIK, MM. Turut hadir Asisten II Setda Provinsi Jambi Muktamar, Kadisdik Provinsi Jambi Umar SY, Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Naim, unsur camat dan lurah Pasir Putih, ketua RT, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala SMKN 2 Kota Jambi, Dr. Woro Handayani, S.Pd., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penguatan karakter menjadi kebutuhan mendesak dunia pendidikan saat ini.
“Sekolah tidak hanya mencetak kelulusan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menjadi benteng dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.
Momentum acara ditandai dengan penyerahan buku karya Kepala SMKN 2 Kota Jambi, modul guru, dan modul siswa kepada Kadisdik Provinsi Jambi serta Dirbinmas Polda Jambi. Penyerahan tersebut sekaligus menandai berakhirnya kegiatan piloting inovasi kolaborasi Polda Jambi, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang dilaksanakan selama empat bulan di SMKN 2 Kota Jambi.
Proyek piloting ini dipimpin oleh AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto selaku Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jambi, sebagai bagian dari Proyek Perubahan bertajuk “Model Kolaborasi Multi Stakeholders dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa di Provinsi Jambi”. SMKN 2 Kota Jambi ditetapkan sebagai satu-satunya sekolah uji coba.
Adapun inovasi yang dipilotkan meliputi pengembangan Modul Pelatihan Terpadu (MPT) untuk guru dan siswa, pelatihan dan sertifikasi guru BK sebagai Agen Pre-emtif Polri, integrasi modul penguatan karakter ke kurikulum muatan lokal, serta pembentukan TPPK melalui SK Kepala Sekolah Nomor 1/1.10/SMK.2/Ac-2025 tertanggal 11 November 2025.
Kadisdik Provinsi Jambi Umar SY menyatakan piloting tersebut berhasil dan layak direplikasi. “Ini merupakan langkah awal kolaborasi strategis antara Ditbinmas Polda Jambi dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat karakter siswa dan mencegah kenakalan remaja seperti narkoba, kekerasan, bullying, hingga judi online melalui pendekatan edukatif,” katanya.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol Henky Poerwanto menekankan pentingnya pendidikan karakter bukan hanya bagi guru, tetapi juga seluruh siswa dan orang tua. Menurutnya, keberadaan TPPK dan Tim Penguatan Karakter menjadi jawaban atas tantangan pengawasan perilaku siswa yang tidak mungkin hanya dibebankan kepada guru BK semata.
“Dengan jumlah siswa yang ribuan, mustahil satu atau dua guru BK menangani semuanya. Karena itu, tim ini menjadi role model yang diharapkan bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain di Provinsi Jambi,” ujar Henky.
Ia juga mengajak para orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak dan pihak sekolah, mengetahui siapa saja perangkat TPPK, serta memahami program penguatan karakter yang dijalankan. “Minimal kita tahu langkah-langkah positif yang diterapkan sekolah saat kita tidak sedang bersama anak kita,” tutupnya.
Dengan pengukuhan TPPK dan Tim Penguatan Karakter ini, SMKN 2 Kota Jambi diharapkan menjadi pelopor sekolah berkarakter di Provinsi Jambi, sejalan dengan semangat Hari Guru Nasional 2025 Guru Bermutu, Indonesia Maju.











