Progres 55 Persen! Dinding Rumah Supiandi Tertutup Rapi, Besok Proses Pengecatan TMMD 130 Kodim 0419/Tanjab Wujudkan Rumah Misnan Jadi Layak Huni, Progresnya 55 Persen Pantang Menyerah! Pengeboran Manual Sumur Bor Sasaran 2 TMMD Tembus 45 Persen Bupati Kerinci Vs Satpam Maladministrasi? DPD IWO-I : Ombudsman Segera Turun ke Kerinci BULOG dan Bapanas Perkuat Dukungan bagi Peternak Mikro, Sinergikan Penyaluran Jagung SPHP dan Pembelian Telur Rp30 Miliar

Home / Berita

Kamis, 5 November 2026 - 14:46 WIB

Wagub Aceh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera 

BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah memyampaikam keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Peristiwa yang dipicu oleh pengibaran Bendera Bintang Bulan tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Seorang warga setempat dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore setelah terkena tembakan dalam ketegangan yang terjadi di lokasi.

Menyikapi hal tersebut, pria yang akrab disapa Dek Fadh ini sangat menyayangkan dan turut berduka cita atas meninggalnya seorang warga dalam insiden itu.

Ia menyatakan sudah mendengar kabar tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh.

BACA LAINNYA  Datangi Kantor Disnaker Kabupaten Batanghari Puluhan Pekerja PT.DMP Tuntut penyelesaian Masalah Uang Pesangon

“Saya sangat sedih dan prihatin saat mendengar kejadian ini. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie,” katanya dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

“Kita tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan,” lanjut Dek Fadh.

Karena itu, Dek Fadh mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

BACA LAINNYA  Kericuhan Pelantikan DPW PA Aceh Timur Diredam, Polres Diapresiasi Wartawan

“Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ucap dia.

Ia kembali menegaskan bahwa pentingnya menyelesaikan polemik terkait bendera ini secara bermartabat dan kepala dingin, tanpa harus mengorbankan nyawa warga sipil.

“Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh,” tutup Dek Fadh.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Ketum GPNI Minta KPK Audit Seluruh Daerah Pasca Muara Enim

Berita

Tak Hanya Hadiri Kongres XXV, Pengurus PWI Kota Jambi Periode 2023-2026 Turut Lakukan Study Tiru di Jabar

Berita

Korem 042/Gapu Peringati Hari Sumpah Pemuda

Berita

Polres Bungo Selidiki Tewasnya 2 Karyawan PT BMM Diduga Keracunan Gas

Berita

Polres Tebo Panggil Ahli Bahasa dari Riau

Berita

Secara Keseluruhan, Kapolda Jambi Pimpin Rilis Akhir Tahun 2024 Sampaikan Kinerja Jajaran 

Berita

Tokoh Agama di Jatim Ikut Vaksinasi, Kapolri: Jadi Penyemangat Kita Semua

Berita

Satreskrim Polres Pidie Jaya Ungkap Kasus Curanmor, Amankan Tiga Pelaku