Wagub Aceh Fadhlullah Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Nahkoda Baru Ditjenpas Aceh: Ramdani Boy Siap Lanjutkan Pengabdian Yan Rusmanto Tanah Dihibahkan untuk masa Depan Permukiman, Warga Keberatan Jalan TMMD Dijadikan Jalur Pipa Migas Tim SAR Gabungan Cari Bocah 7 Tahun Hilang di Sungai Batanghari Kakanwil Ditjenpas Banten Tinjau Langsung Pembinaan dan Pelayanan di Rutan Tangerang

Home / Berita

Sabtu, 3 Juni 2023 - 10:46 WIB

Diduga Akibat Kanal Limbah Pabrik Sawit PT. Makin Grup, Sawah Warga Tak Pernah di Garap Lagi

Bidik Indonesia News – TEBO ILIR,  Masyarakat desa muara ketalo minta pihak perusahaan pabrik sawit PT. makin membangun pintu di perbatasan sawah dan kanal limbah pabrik.

 

Hal tersebut diduga menjadi pemicu sawah milik masyarakat tak bisa digarap lagi.

 

Menurut informasi dari masyarakat, Dulu pernah dua kali gagal tanam padi di tahun 2015 silam akibat air kanal limbah pabrik mengalir ke areal persawahan masyarakat.

 

“Iya pak kami masyarakat minta di buatkan dam, supaya air limbah kanal tidak masuk lagi ke sawah kami karena kalau air dalam hujan deras meluap ke sawah kami.

 

Kami juga minta di buatkan pengaliran air sawah, Jujur saja pak. Kami sudah trauma dulu kami pernah mengalami kegagalan (2) dua kali menanam padi di sawah kami ucapnya warga.

 

“Dulu kalau tidak salah di masa jabatan pak kaban sebagai menager, Waktu itu dia pernah memberi ganti rugi akibat gagal tanam padi, karena padi di sawah kami mati semua akibat limpahan air kanal limbah pabrik.

BACA LAINNYA  Sepanjang Tahun 2022, Sebanyak 187 Pelaku Berandalan Bermotor Berhasil Ditangkap Satreskrim Polresta Jambi 

 

Pada waktu itu kami diberiksn ganti rugi berupa (1) karung beras mangga, minyak sayur (1) kilo, gula (1) kilo, dan benih setengah karung 50 pak ujarnya warga.

 

“Jumlah kami yang punya sawah kurang lebih (40) empat puluh orang, Semenjak itu kami tidak pernah lagi membuat sawah kami. Karena kami takut gagal lagi.

 

Maka dari itu kami minta kepada pihak perusahaan PT. makin grup, agar memikirkan nasib kami. Seharusnya dengan adanya pabrik di desa, kami sebagai masyarakat sejahtera dan makmur ini malah sebaliknya.

 

Jadi untuk apa ada PT, di desa kalau kami masyarakat tidak bisa menikmati, Mulai dari saat ini kami berharap agar pihak dinas yang berwenang agar ikut andil turun membantu kami supaya sawah kami bisa digarap lagi seperti sebelum berdirinya pabrik kelapa sawit ini.

BACA LAINNYA  Momen idul Fitri Kapolres Sarolangun Bersilaturahmi dengan Tokoh Masyarakat

 

“Kami minta kepada pemerintah kabupaten Tebo, dan Pemerintah provinsi Jambi. Terutama kepada bapak gubernur Jambi Alharis, agar bisa mencarikan solusi supaya kami masyarakat kecil bisa menikmati hasil dari sawah kami sendiri.

 

Kalau kami bisa garap sawah itu, Paling tidak bisa sedikit meringankan beban kami terutama tidak lagi membeli beras di warung apa lagi saat ini cari kerjaan susah, Harga sembako mahal tuturnya warga.

 

Agar berita ini akurat dan berimbang, awak media sudah mencoba komfirmasi humas melalui WhatsApp namun sangat disayangkan tidak di gublis sampai berita diterbitkan. ( M.Halik)

Share :

Baca Juga

Berita

Buntut Dari Kapal Tongkang Terbakar, KSOP Muara Sabak di Periksa Ditpolairud Polda Jambi

Berita

FAKSI Pertanyakan Pemilik Uang Rp.1,8 Miliar yang Disita Kejaksaan Aceh Timur

Berita

Terdapat 57 Jembatan dan Box Culvert, Posko PPK 1.2 BPJN Jambi Pastikan Kenyamanan Jalan Nasional

Berita

H-7 dan H+7 lebaran SPBU Tidak Mengisi BBM Dengan Derigen.

Berita

Bakti Pendidikan di Bulan Muharram, Ditpolairud Polda Jambi Bagikan Peralatan Sekolah ke Anak-anak Pulau Pandan

Berita

Gandeng Pertamina, Lapas Kuala Tungkal Bekali WBP dengan Pelatihan Kemandirian

Berita

Weekend ini, Yamaha Nmax Turbo dan Neo bakal hadir di Mall Jamtos 

Berita

Lebih 203 Orang Minat Jadi Anggota KPU Kepri