Kapolda Jambi Tinjau Pelatihan Vokasi, Dorong Program Polisi Peduli Pengangguran untuk Tingkatkan Produktivitas Masyarakat Gubernur Jambi, Danrem 042/Gapu, dab Wakapolda Jambi Tinjau Lokasi Karhutla dan Tambah Personel Satgas di Desa Labuhan Pring Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi PHR Zona 1 dan Korem 042/Garuda Putih Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Operasi Migas Fokus Optimalisasi Kerangka, Progres Bedah Rumah Bapak Mulyono Tembus 40 Persen

Home / Berita

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:12 WIB

BMKG: Kerinci Sungai Penuh Masuki Musim Kemarau Hingga Oktober

KERINCI – Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh resmi memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci memperkirakan kondisi tersebut akan berlangsung hingga Oktober 2026 dengan potensi dampak berupa kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan meski musim kemarau telah dimulai, hujan masih berpeluang turun pada sore hingga malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, dalam sepekan ke depan cuaca diperkirakan kembali didominasi kondisi kering.

“Memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun pada sore hingga malam hari. Namun dalam seminggu ke depan kondisi diperkirakan kembali kering,” ujar Kurnia, Rabu 01 juli 2026.

BACA LAINNYA  HIPMI Tanjab Barat Bagikan 2.000 Masker Gratis, Antisipasi Udara Tak Sehat

Ia menjelaskan, selama musim kemarau kecepatan angin cenderung meningkat. Suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dan gerah, sementara malam hingga menjelang subuh udara menjadi lebih dingin. Kondisi tersebut dikenal masyarakat Kerinci dengan istilah begiding.

Menurut Kurnia, musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Niño lemah hingga moderat yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Dampaknya dapat berupa berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sistem pengairan lahan pertanian, serta meningkatnya jumlah titik panas yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

BACA LAINNYA  Komisaris Utama Pelindo Tinjau Pelabuhan Talang Duku, Dorong Penguatan Kinerja Pelindo Jambi

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tersebut. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah maupun jerami dalam jumlah besar.

“Kami mengajak masyarakat mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api selama musim kemarau,” kata Kurnia.

Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi dampak musim kemarau serta meminimalkan risiko bencana yang mungkin terjadi.

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolda Jambi Tegaskan Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan

Berita

Kalapas Narkotika Muara Sabak tegaskan komitmen dukung penuh pemberantasan Narkoba

Berita

HKI Raih Predikat “Good” dalam Penilaian Tata Kelola Perusahaan, Bukti Komitmen Implementasi GCG Berkelanjutan

Berita

Danrem 042/Gapu Bersama Dandim 0419/Tanjab Bertekat Menyejahterakan Petani Melalui OPLA di Kabupaten Tanjab Timur

Berita

Polres Merangin Ungkap Kasus Penggelapan, Kerugian Perusahaan Capai 11 Miliar

Berita

Breaking News, Terkait Kapal Tongkang Tabrak Jembatan, Ditpolairud Polda Jambi Tahan 3 Kapal Tongkang, Serta Tetapkan 1 Orang Nakhoda Sebagai Tersangka

Berita

BNNP Jambi Tembak Bandar Narkoba Saat Hendak Melarikan Diri

Berita

Ojk Konsisten Dukung Upaya Pemberantasan Aktivitas Judi Online