Kebakaran Landa Pasar Teluk Nilau, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api May Day 2026, PMII Tanjab Barat Turun ke Jalan: Tolak Upah Murah dan Kontrak Berkepanjangan May Day 2026 Tanjab Barat: Dialog Tripartit Bahas Upah Layak, 4.000 Pekerja Rentan Masuk BPJS Peringati May Day 2026, Pemkab Tanjab Barat Tekankan Kolaborasi Industri dan Kesejahteraan Buruh Banjir Rendam Sarolangun, Brimob Polda Jambi Hadir Bantu Pemulihan

Home / Berita

Senin, 28 Juli 2025 - 13:21 WIB

Cegah Beras Oplsan, Polres Sarolangun Cek Stok Di Pasar Atas

Sarolangun – Menindaklanjuti maraknya pemberitaan terkait dugaan peredaran beras oplosan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi, jajaran Polres Sarolangun bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sarolangun melakukan pengecekan langsung ke sejumlah toko dan distributor beras yang ada di Pasar Atas Sarolangun, Senin (28/07/2025) pagi.

 

Pengecekan ini dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Sarolangun AKP Yousua Adrian S.T.K., S.I.K., bersama Kasat Intelkam AKP Tarjono SH, MH, Dinas Perindagkop, Satpol PP, dan perwakilan Pemda Sarolangun.

 

Pemeriksaan dilakukan terhadap empat titik penjualan beras, yakni Toko Sukiman, Toko Bakti milik Ko Apong, Toko Simbolon milik Eledon Simbolon, serta CV Agung Jaya Bersama selaku distributor di Desa Bernai.

 

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.M. saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keamanan pangan dan melindungi konsumen dari praktik curang.

BACA LAINNYA  Ojk Dukung Implementasi Peraturan Pemerintah Terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam

 

“Kami melakukan pengecekan langsung ke pasar dan gudang distributor untuk memastikan tidak ada beras oplosan yang beredar di wilayah Sarolangun. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ditemukan indikasi beras oplosan. Namun kami tetap akan melakukan pengawasan berkala dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran,” tegas AKBP Wendi.

 

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan pedagang dalam melaporkan jika ditemukan beras yang mencurigakan.

 

“Kami imbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mendapati beras yang diduga tidak sesuai standar atau berasal dari sumber yang tidak jelas. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan pangan di daerah kita,” tambahnya.

BACA LAINNYA  H-4 Arus Mudik Lebaran 2025, Dirlantas Polda Jambi bersama Wakil Ketua DPRD, BPJN dan BPTD Pantau Arus Lalu Lintas

 

Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan merk-merk beras seperti Raja atau Fortune yang sebelumnya sempat disebut-sebut dalam pemberitaan sebagai bagian dari beras oplosan.

 

Para pedagang dan distributor juga menyatakan bahwa mereka hanya mengambil pasokan dari pemasok tetap yang berasal dari wilayah Lampung, dan tidak pernah menerima beras dari PT Wilmar Group perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus serupa di daerah lain.

 

Sementara itu, Kadis Perindagkop Sarolangun, Muslihadi, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau peredaran beras di pasaran dan memastikan bahwa seluruh beras yang dijual telah memenuhi standar SNI. (Viryzha)

Share :

Baca Juga

Berita

Jabat Kapolres Kerinci, Kedatangan AKBP Arya Tesa Brahmana Disambut Tarian dan Tradisi Pedang Pora 

Berita

Cegah Terjadinya Pungli saat Pelayanan, Irwasda Polda Jambi Sidak ke Samsat 

Berita

Komitmen Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Medco E&P Malaka Raih PROPER Predikat Biru dari KLHK  

Berita

Lapas Tanjung Balai Asahan Sambut Hangat Aspirasi Aliansi Mahasiswa.

Berita

Hilallatil Badri Berpasangan Dengan Gerry Trisatwika, Bagaimana Peluangnya?

Berita

Plh. KPLP Bersama Kasi. Adm Kamtib Lakukan Sidak Kamar WBP

Berita

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolsek dan Kasat

Berita

Pangdam II Sriwijaya Pimpin Serah Terima Jabatan Danrem 042 Gapu