Kakanwil Ditjenpas Aceh: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba dan HP Ilegal di Lapas Edarkan Ektasi dan Ganja di Perumahan Jambi, Pemuda 23 Tahun Diringkus Polisi Haji Maop Resmi Nakhodai Partai Aceh Timur, Pang Ateng Dukung Penuh DPRK Aceh Timur Apresiasi Pencabutan Pergub JKA, Minta Fokus Rehab Rekon Puluhan Peserta Ikuti Pra UKW PWI Kota Jambi, Narasumber Pusat dan Lokal Berikan Pemahaman dan Pendalaman Materi

Home / Pemerintah

Senin, 16 Februari 2026 - 14:57 WIB

Dari Sejarah Seulawah hingga Tiket Mahal, Pesan Tegas Wagub di Peresmian Asrama Haji

Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri peresmian pesawat simulasi manasik dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2).

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Turut hadir Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, kepala SKPA, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pelayanan haji di Aceh. Ia menilai kehadiran pesawat simulasi dan Gedung A2 menjadi lompatan strategis dalam meningkatkan kualitas layanan bagi calon jamaah haji.

“Pesawat ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi jamaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan,” ujarnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya memperkuat kesiapan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan meningkatkan kapasitas pemondokan dengan standar layanan yang lebih representatif dan nyaman.

BACA LAINNYA  Ayo Berwisata Kopi di Provinsi Jambi

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengaitkan kehadiran pesawat simulasi dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia mengingatkan kembali peran penting Aceh pada masa Agresi Militer Belanda 1947–1948, ketika wilayah ini menjadi salah satu daerah yang tidak berhasil diduduki.

Fadhlullah juga menyinggung kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 16 Juni 1948, saat menyerukan penggalangan dana untuk pembelian pesawat guna mendukung perjuangan Republik yang tengah diblokade. Seruan tersebut disambut saudagar yang tergabung dalam GASIDA bersama masyarakat Aceh hingga berhasil mengumpulkan 120.000 dolar Malaya dan emas seberat 20 kilogram.

Dana itu digunakan untuk membeli pesawat Dakota DC-3 yang menjadi cikal bakal Indonesian Airways, yang kemudian berkembang menjadi Garuda Indonesia. Pesawat tersebut dikenal dengan nama Seulawah RI-001 dan menjadi simbol solidaritas rakyat Aceh bagi kelangsungan Republik.

“Ini bukti nyata betapa rakyat Aceh mencintai republik ini,” kata Fadhlullah.

Selain menyoroti aspek historis, Wakil Gubernur juga mengangkat persoalan konektivitas udara. Ia menyampaikan keprihatinan atas tingginya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta. Menurutnya, kondisi tersebut ironis karena biaya perjalanan melalui Kuala Lumpur justru lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.

BACA LAINNYA  Pimpin Safari Ramadan Perdana Pemkot Jambi, Pj Wali Kota Salurkan Hibah Masjid

Ia meminta maskapai mempertimbangkan kondisi tersebut dan melakukan penyesuaian harga agar lebih terjangkau. Fadhlullah juga berharap Garuda Indonesia dapat kembali mengoperasikan rute Banda Aceh–Medan untuk memperlancar konektivitas dengan Sumatera Utara, sekaligus menunjang aktivitas ekonomi, pemerintahan, dan sosial kemasyarakatan.

Tak hanya itu, ia mendorong dibukanya penerbangan reguler langsung bagi jamaah umrah rute Aceh–Arab Saudi, mengingat jumlah jamaah umrah asal Aceh mencapai lebih dari 30 ribu orang per tahun.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Dirut Garuda, kami berharap ada penyesuaian agar harga tiket dan berbagai kendala lainnya dapat teratasi,” ujarnya.

Fadhlullah juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diamanatkan undang-undang. Karena itu, ia berharap setiap kebijakan kementerian di tingkat pusat tetap mengedepankan kekhususan tersebut.

Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pelayanan di berbagai sektor di Aceh, termasuk pelayanan haji, umrah, serta transportasi udara.

“Komitmen Presiden terkait haji dan umrah, khusus untuk Aceh, sangat besar,” ujarnya.

Tri

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Sekda Sudirman: Perkuat Kerjasama UIN STS Jambi Bersama Anggota DPR dan DPD RI Tingkatkan SDM di Provinsi Jambi

Pemerintah

Wagub Aceh Nahkodai Kwarda Pramuka, Siap Cetak Generasi Tangguh

Pemerintah

Gubernur Al Haris dan Bupati Monadi Serahkan Bantuan untuk Warga di Safari Ramadan Desa Lempur

Pemerintah

Lurah Sungai Bengkal Raih Penghargaan Atas Respon Cepat Tangani Rehabilitasi Sosial

Pemerintah

Sidak Pasar, Walikota Jambi, Ketua DPRD, Kapolresta dan Forkompimda Pantau Stok dan Harga Komoditas Pangan 

Pemerintah

Tutup Turnamen Futsal, Gubernur Al Haris : Bangun Kekompakan Antar Pelajar

Pemerintah

Swasembada Pangan : Pemkot Jambi Siapkan Lahan Dukung Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar

Pemerintah

Hadiri Isra Miraj di Masjid Sholahudin, Ketua DPRD Kemas Faried Dorong Pengajian Jadi Wadah Pembentukan Generasi Religius