Kapolda Jambi Cup Billiard Tournament 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Sportivitas Apel Pagi, Sekretaris DPRD Sumbar Maifrizon: Disiplin Kunci Dukung Optimalisasi Tugas DPRD Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Timur Kumpulkan 88 Kantong Darah Tanamkan Nilai Pengabdian, Kanwil Ditjenpas Aceh Bekali CPNS dengan Jiwa Korsa Evi Yandri Rajo Budiman Gelar Sosper Pencegahan Narkotika Bersama Guru,Pelajar,dan Orang Tua

Home / Pemerintah

Senin, 16 Februari 2026 - 14:57 WIB

Dari Sejarah Seulawah hingga Tiket Mahal, Pesan Tegas Wagub di Peresmian Asrama Haji

Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri peresmian pesawat simulasi manasik dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2).

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Turut hadir Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, kepala SKPA, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pelayanan haji di Aceh. Ia menilai kehadiran pesawat simulasi dan Gedung A2 menjadi lompatan strategis dalam meningkatkan kualitas layanan bagi calon jamaah haji.

“Pesawat ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi jamaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan,” ujarnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya memperkuat kesiapan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan meningkatkan kapasitas pemondokan dengan standar layanan yang lebih representatif dan nyaman.

BACA LAINNYA  Cegah Keluar Dari Register, Dirlantas Polda Jambi Himbau Masyarakat Jangan Menunggak Kendaraan Hingga 2 Tahun

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengaitkan kehadiran pesawat simulasi dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia mengingatkan kembali peran penting Aceh pada masa Agresi Militer Belanda 1947–1948, ketika wilayah ini menjadi salah satu daerah yang tidak berhasil diduduki.

Fadhlullah juga menyinggung kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 16 Juni 1948, saat menyerukan penggalangan dana untuk pembelian pesawat guna mendukung perjuangan Republik yang tengah diblokade. Seruan tersebut disambut saudagar yang tergabung dalam GASIDA bersama masyarakat Aceh hingga berhasil mengumpulkan 120.000 dolar Malaya dan emas seberat 20 kilogram.

Dana itu digunakan untuk membeli pesawat Dakota DC-3 yang menjadi cikal bakal Indonesian Airways, yang kemudian berkembang menjadi Garuda Indonesia. Pesawat tersebut dikenal dengan nama Seulawah RI-001 dan menjadi simbol solidaritas rakyat Aceh bagi kelangsungan Republik.

“Ini bukti nyata betapa rakyat Aceh mencintai republik ini,” kata Fadhlullah.

Selain menyoroti aspek historis, Wakil Gubernur juga mengangkat persoalan konektivitas udara. Ia menyampaikan keprihatinan atas tingginya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta. Menurutnya, kondisi tersebut ironis karena biaya perjalanan melalui Kuala Lumpur justru lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.

BACA LAINNYA  Pemerintah Gampong Desa Alue Ie Itam Gelar' Musdesus Koperasi Merah Putih Kecamatan Peudawa kabupaten Aceh timur.

Ia meminta maskapai mempertimbangkan kondisi tersebut dan melakukan penyesuaian harga agar lebih terjangkau. Fadhlullah juga berharap Garuda Indonesia dapat kembali mengoperasikan rute Banda Aceh–Medan untuk memperlancar konektivitas dengan Sumatera Utara, sekaligus menunjang aktivitas ekonomi, pemerintahan, dan sosial kemasyarakatan.

Tak hanya itu, ia mendorong dibukanya penerbangan reguler langsung bagi jamaah umrah rute Aceh–Arab Saudi, mengingat jumlah jamaah umrah asal Aceh mencapai lebih dari 30 ribu orang per tahun.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Dirut Garuda, kami berharap ada penyesuaian agar harga tiket dan berbagai kendala lainnya dapat teratasi,” ujarnya.

Fadhlullah juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diamanatkan undang-undang. Karena itu, ia berharap setiap kebijakan kementerian di tingkat pusat tetap mengedepankan kekhususan tersebut.

Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pelayanan di berbagai sektor di Aceh, termasuk pelayanan haji, umrah, serta transportasi udara.

“Komitmen Presiden terkait haji dan umrah, khusus untuk Aceh, sangat besar,” ujarnya.

Tri

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Kunjungan Ketua PWI Kota Jambi dan Pengurus Disambut Hangat Pj Walikota Jambi 

Pemerintah

Pj Bupati Bachyuni Luncurkan Program Smartedu Harapkan Metode Ini Cepat Hapal Al-Qur’an

Pemerintah

Wabup Aceh Timur Beri Semangat Kepada Kafilah Aceh Timur Dalam MTQ Aceh XXXVII di Pidie Jaya.

Pemerintah

Walikota Jambi Gelar Rapat Realisasi Fisik dan Keuangan, Pastikan Program Pembangunan berjalan Sesuai Target din Penghujung Tahun Anggaran

Pemerintah

Bupati Monadi Dampingi Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci

Pemerintah

Kembali Terjadi, Tawuran Antar Pelajar di Kota Jambi

Pemerintah

Triwulan Pertama 2025, Ditjen AHU Tuntaskan 2,9 Juta Permohonan

Pemerintah

Safari Ramadhan di Kerinci, Wagub Sani: Momentum Silaturahmi Bersama Masyarakat