Jambi – Dalam rangka pencegahan intoleransi dan radikalisme sebagai bibit terorisme di wilayah hukum Polda Jambi, Polda Jambi melalui Ditbinmas menjalin sinergi dengan Densus 88 AT.
Kegiatan dilaksanakan melalui pemberian arahan dan pembekalan kepada para Bhabinkamtibmas se Provinsi Jambi oleh Densus 88 AT di Aula Polresta Jambi dan juga melalui virtual ke Polres jajaran (21/01/2006)
Kegiatan yang dihadiri Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol Henky Poerwanto, S.I.K, M.M dengan menghadirkan Direktur Idensos Densus 88 AT Polri, Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H dan Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Jambi, KBP Berri Diatra, S.I.K., M.H. dikuti oleh Kasatbinmas, Kanitbinmas Polsek dan para Bhabinkamtibmas sejumlah 653 personel tersebut bertujuan agar Bhabinkamtibmas memiliki peningkatan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan tentang deteksi dini dan pencegahan tentang intoleransi dan dadikalisme
Dalam sambutannya, Kombes Pol Henky Poerwanto, S.I.K, M.M menegaskan para Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Harkamtibmas ditingkat desa/kelurahan diharapkan mampu berkontribusi mewujudkan desa/kelurahan binaanya terbebas dari intoleransi dan radikalisme.
Dalam keseharian bertugas, Bhabinkamtibmas merupakan sosok anggota Polri yang paling dekat dan dikenal oleh warga dilingkungan masyarakat, sehingga modal kuat yang telah dimiliki melalui figur Bhabinkamtibmas sangat membantu dalam membina masyarakat wujudkan kerukunan warga serta kokohnya implementasi 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI pada tiap2 desa/kelurahan binaan Bhabinkamtibmas !” Ujar Henky.
Kombes Pol Henky menambahkan melalui arahan dan pembekalan yang diberikan oleh Densus 88 AT, para Bhabinkamtibmas dapat menindaklanjuti untuk bersinergi dengan Satgaswil Jambi Densus 88 AT dalam memperkuat strategi mencegah intoleransi dan radikalisme sebagai cikal bakal terorisme selain itu juga mendukung keberhasilan program Deradikalisasi.
Ditempat yang sama, dalam arahannya, Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto menekankan bahwa keberhasilan Densus 88 AT Polri tidak semata bertumpu pada penindakan, melainkan juga pada upaya pencegahan yang berkelanjutan dan masif di lapangan.
“Densus 88 AT Polri memiliki strategi besar melalui pendekatan keras (hard approach) dan pendekatan lunak (soft approach). Keberhasilan kami karena adanya pencegahan yang dilakukan secara masif melalui langkah preventif, preemtif, dan kuratif,” jelas Brigjen Pol. Arif.
Ia juga mengingatkan bahwa pola rekrutmen jaringan terorisme saat ini telah mengalami perubahan signifikan, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut peningkatan kewaspadaan aparat kepolisian di tingkat paling bawah.
“Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan kepolisian. Semua aspek permasalahan di masyarakat bermuara pada kemampuan problem solving. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah solusi, bukan menambah masalah,” tegasnya.
Selain itu, Brigjen Pol. Arif mengapresiasi upaya pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme (napiter) yang dilakukan melalui sinergi lintas instansi di wilayah Jambi. Ia menilai pendekatan humanis tersebut penting untuk memastikan para mantan napiter dapat kembali berintegrasi secara sehat di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Berri Diatra menyampaikan kepada para Bhabinkamtibmas mengenai upaya pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme dengan menciptakan rasa tanggap masyarakat atas perkembangan/perubahan lingkungan sosial sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme, selanjutnya meningkatkan keikutsertaan masyarakat untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang jika mengetahui atau melihat kegiatan yang mencurigakan, serta meningkatkan sinergi pemerintah lokal, bhabinkamtibmas, babinsa, penyuluh agama, para tokoh dan stakeholder terkait untuk mencegah penyebaran faham intoleransi dan radikalisme.











