Menyalakan Kembali Harapan, 209 Pasien Jalani Operasi Katarak Tzu Chi Sinar Mas di Jambi Isu Narkoba dan Fasilitas Khusus Napi Mencuat, Kalapas Idi Buka Suara ISPU Tembus 158 Tidak Sehat, Kasus ISPA di Kerinci Mengalami Kenaikan Malam Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat, Sinergi Pemkab dan Polres Diperkuat Safari Jumat di Dusun Mudo, Bupati Anwar Sadat Serahkan Berbagai Bantuan untuk Masyarakat

Home / Berita

Selasa, 1 September 2026 - 00:33 WIB

DPRD Muaro Jambi Sambut Forum Kades, Soroti Solusi Krisis Anggaran Desa

 

MUARO JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi menyambut baik kedatangan jajaran pengurus dan anggota Forum Kepala Desa se-Kabupaten Muaro Jambi dalam agenda audiensi di Ruang Rapat Gabungan Kantor Sekretariat DPRD Muaro Jambi, Selasa (1/9/2026).

 

Pertemuan strategis ini digelar untuk merespons keresahan para kepala desa terkait krisis anggaran yang tengah melanda pemerintahan di tingkat desa.

 

Krisis ini bermula dari penyesuaian kebijakan pemangkasan Dana Desa oleh Pemerintah Pusat yang dinilai semakin memperberat beban operasional desa.

 

Situasi di lapangan semakin diperparah oleh tak kunjung cairnya Dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Jambi hingga memasuki bulan September 2026.

 

Akibatnya, banyak desa kewalahan memenuhi kebutuhan administrasi harian hingga tersendatnya pembayaran penghasilan tetap (siltap) bagi para perangkat desa.

BACA LAINNYA  Berikan Penguatan Tusi, Kalapas Banda Aceh gelar Rapat Perdana

 

Merespons keluhan tersebut, Anggota DPRD Muaro Jambi Dapil 3 Fraksi Partai Nasdem Datuk Ambo Tuo, memberikan penekanan pada aspek pendampingan teknis.

 

Ia menyoroti pentingnya peningkatan kinerja Pendamping Desa dan Pendamping Desa Tenaga Teknis.

 

Menurutnya, peran pendamping sangat krusial dalam membantu Kepala Desa, Sekretaris Desa, beserta perangkat desa lainnya saat menyusun postur anggaran desa, sehingga desa tidak lagi kewalahan menghadapi dinamika perubahan regulasi maupun defisit anggaran.

 

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Muaro Jambi Dapil 2 Fraksi Partai Nasdem Datuk Bastomi, memberikan pandangan dari sisi mitigasi risiko perencanaan.

 

Ia mengimbau agar ke depannya, pemerintah desa merencanakan penggunaan anggaran operasional dengan tidak bergantung sepenuhnya pada sumber dana yang kurang pasti.

 

Ia mencontohkan dana BKBK yang saat ini tersendat sebagai pelajaran agar desa memiliki skema rencana kerja yang lebih mandiri dan adaptif.

BACA LAINNYA  Jelang Autopsi Ulang, Malam Ini Makam Brigadir Yosua Dijaga Ketat

 

Sementara itu, dari pihak eksekutif Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Asisten I Sekretariat Daerah Afif Udin, SKM., MKM, turut hadir memberikan tanggapan. Dalam kesempatan tersebut, Afif memaparkan penjelasan teknis mengenai gambaran alokasi 10% Alokasi Dana Desa (ADD) bagi desa-desa di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

 

Ia menegaskan bahwa skema persentase tersebut bersumber dari dana perimbangan setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tertuang dalam APBD Kabupaten Muaro Jambi.

 

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinkronisasi antara legislatif, eksekutif, dan pemerintah desa untuk segera merumuskan jalan keluar agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa dapat kembali berjalan optimal.

Share :

Baca Juga

Berita

Ditlantas Polda Jambi Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas pastikan Kelancaran saat Natal dan Tahun Baru

Berita

Indosat Hadirkan Voucher Pulsa Grosir di Indogrosir, Perluas Akses Produk dan Buka Peluang Usaha Baru bagi Penjual Lokal

Berita

Kedatangan Wako Alfin – Wawako Azhar Hamzah disambut oleh Pemkot dan Masyarakat.

Berita

Gubernur Al Haris: Tahun Ini Kita Bangun Jalan Rantau Kermas Menuju Tanjung Kasri

Berita

Seorang Pria Dewasa Ditemukan Tewas di Hotel Yello 

Berita

Dit Binmas Polda Jambi Turun Langsung ke Masyarakat Dengarkan Keluhan Masyarakat 

Berita

Kurun waktu Enam Bulan Menjabat Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal Selesaikan 18 Perkara Melalui RJ

Berita

Semakin PASTI, Lapas Kuala Tungkal Menggelar Upacara Peringatan Hari Pengayoman Ke-79