Jambi – Terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan antara murid dan guru sebanyak dua kali dalam waktu dekat di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan dalam mencegah kejadian serupa terulang.
Menurut Kombes Pol. Erlan Munaji, guru merupakan sosok pendidik yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat lebih mengedepankan kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika di lingkungan sekolah, tanpa menghilangkan sikap tegas dan wibawa sebagai pendidik.
“Guru dituntut untuk bersikap sabar, bijak, dan profesional. Namun ketegasan tetap diperlukan agar fungsi pendidikan dan pembinaan berjalan dengan baik,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan pesan Kapolda Jambi.
Di sisi lain, Kapolda Jambi juga mengingatkan para murid agar menyadari posisi dan tanggung jawabnya sebagai peserta didik. Murid diminta menjunjung tinggi tata krama, menghormati guru, serta mengedepankan sikap santun dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.
“Setiap murid harus memahami bahwa sekolah adalah tempat belajar, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai moral. Sikap hormat kepada guru dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari pendidikan itu sendiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, peran orang tua di rumah juga menjadi perhatian utama. Kapolda Jambi melalui Kabid Humas menekankan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga.
“Orang tua memiliki peran besar dalam menanamkan nilai disiplin, sopan santun, dan penghormatan kepada guru. Keteladanan dan pengawasan di rumah sangat berpengaruh terhadap sikap anak di sekolah,” kata Kombes Pol. Erlan Munaji.
Polda Jambi berharap, dengan komunikasi yang baik serta kerja sama semua pihak, peristiwa yang tidak diinginkan antara guru dan murid dapat dicegah.
Lingkungan pendidikan diharapkan tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar, demi melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Viryzha)











