Kerinci – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Depati Parbo Kerinci memprediksi fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat akan berlangsung sepanjang tahun 2026 dan berdampak pada kondisi cuaca di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, menyebutkan intensitas El Nino diperkirakan berada pada kisaran 50 hingga 80 persen. Kondisi ini berpotensi memicu penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, serta musim kemarau yang lebih panjang di wilayah tersebut.
“Fenomena El Nino masih dapat berkembang dan menguat hingga 20 persen. Pemantauan iklim dan cuaca terus kami lakukan secara berkala untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujarnya.
Dampak dari fenomena ini diperkirakan akan terasa pada sejumlah sektor, terutama pertanian, perkebunan, dan ketersediaan sumber air bersih. Selain itu, kondisi cuaca yang lebih panas dan kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah mitigasi sejak dini guna mengantisipasi potensi kekeringan dan perubahan iklim ekstrem.
Sementara itu, musim penghujan di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diperkirakan baru akan mulai terjadi pada November 2026.











