Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Senin, 22 Desember 2025 - 20:53 WIB

Hampir Sebulan Usaha Lumpuh, Muhammad Warga Aceh Timur Menjerit Diterjang Banjir Hidrometeorologi

 

 

Aceh Timur – Banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyisakan genangan air, tetapi juga duka yang mendalam bagi ribuan warga. Di Kabupaten Aceh Timur, jeritan korban banjir masih terdengar, terutama dari masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada usaha harian.

 

Muhammad, warga Titi Baroe yang membuka usaha pangkas rambut di Desa Calok Geulima, Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, menjadi salah satu korban paling terdampak. Sudah hampir satu bulan, usahanya lumpuh total setelah diterjang banjir besar. Tempat usaha yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga kini raib, digondol derasnya arus air.

BACA LAINNYA  Sambut Ramadhan, Iryani Launching Lagu Religi ‘Berilah Jalan’

 

“Usaha saya habis, tak tersisa apa-apa. Sudah hampir sebulan hidup terasa kosong. Kami bingung bagaimana harus menghidupi anak dan keluarga,” ujar Muhammad dengan mata berkaca-kaca dengan kerugian lebih kurang 30 juta.

 

Menurutnya, banjir tidak hanya merendam, tetapi menghancurkan sendi-sendi kehidupan warga. Kayu-kayu berserakan, menghantam rumah dan kios milik masyarakat. Sejumlah kedai di pusat Kota Idi turut terendam, termasuk di Dusun Belkel, Calok Geulima, kawasan Kedai Aceh, hingga Gampong Aceh.

 

“Banyak rumah hanyut dibawa air. Ini bukan bencana kecil. Ini bencana besar yang merenggut kehidupan dan harapan masyarakat,” tuturnya lirih.

 

Di tengah penderitaan yang belum pulih, Muhammad juga menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi penanganan pascabencana. Ia menyoroti keputusan negara yang menolak bantuan luar negeri, sementara korban banjir masih bertahan dalam ketidakpastian.

BACA LAINNYA  Kapolres Batanghari Pimpin Upacara Pelantikan Anggota Pramuka Saka Bhayangkara Angkatan XXIV 

 

“Kami hanya berharap negara benar-benar hadir. Bantulah masyarakat, terutama para kepala keluarga yang kehilangan rumah dan usaha. Jangan biarkan kami berjuang sendiri di tengah bencana,” tegasnya.

 

Muhammad berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah nyata dan menyeluruh untuk pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi, khususnya di Aceh Timur, agar masyarakat dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan yang sempat terhenti.

(Senin, 22 Desember 2025)(Hs)

Share :

Baca Juga

Berita

Peduli Ekosistem Laut, Ditpolairud Polda Jambi Lakukan Transplantasi Terumbu Karang

Berita

Subsatgas Tindak Operasi Mantap Praja Siginjai 2024 Wilayah Timur Lakukan PAM Kampanye Cagub dan Cawagub Jambi

Berita

Geger, Warga Bajubang Meninggal Dunia Saat Mancing di KM 39 Mestong

Berita

Kebakaran Di Mendahara Tengah Hanguskan 3 Unit Rumah Penduduk

Berita

BREAKING NEWS : Satu Rumah Warga di Parit Lapis Tomo Kecamatan Betara Terbakar 

Berita

Polri Terapkan Restorative Justice dalam Kasus Dugaan Pencurian 40 Petani di Mukomuko

Berita

Diduga Gunakan Gelar Akademik Tanpa Hak, Oknum Caleg DPRD Muaro Jambi Terpilih Dari Partai Nasdem Dilaporkan ke Polda Jambi

Berita

Satlantas Polres Pidie Jaya Gelar Jumat Berkah dan Sosialisasi UU Lalu Lintas dalam Operasi Patuh Seulawah 2024