Personel Brimob Jambi Ikuti Pawai HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Sungai Penuh Penuh Semangat! Ibu-Ibu Bhayangkari Cabang Tanjab Barat Ramaikan Pawai Budaya  Pererat Kolaborasi Bersama Pemda, Persit Kodim 0419/Tanjab Ikut Pawai Budaya PT LPPPI Jadi Tuan Rumah Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tebing Tinggi Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Jambi

Home / Berita

Senin, 22 Desember 2025 - 20:53 WIB

Hampir Sebulan Usaha Lumpuh, Muhammad Warga Aceh Timur Menjerit Diterjang Banjir Hidrometeorologi

 

 

Aceh Timur – Banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyisakan genangan air, tetapi juga duka yang mendalam bagi ribuan warga. Di Kabupaten Aceh Timur, jeritan korban banjir masih terdengar, terutama dari masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada usaha harian.

 

Muhammad, warga Titi Baroe yang membuka usaha pangkas rambut di Desa Calok Geulima, Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, menjadi salah satu korban paling terdampak. Sudah hampir satu bulan, usahanya lumpuh total setelah diterjang banjir besar. Tempat usaha yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga kini raib, digondol derasnya arus air.

BACA LAINNYA  Konflik SAD dan PT SAL, Aparat dan Tokoh Masyarakat Perkuat Dialog Damai

 

“Usaha saya habis, tak tersisa apa-apa. Sudah hampir sebulan hidup terasa kosong. Kami bingung bagaimana harus menghidupi anak dan keluarga,” ujar Muhammad dengan mata berkaca-kaca dengan kerugian lebih kurang 30 juta.

 

Menurutnya, banjir tidak hanya merendam, tetapi menghancurkan sendi-sendi kehidupan warga. Kayu-kayu berserakan, menghantam rumah dan kios milik masyarakat. Sejumlah kedai di pusat Kota Idi turut terendam, termasuk di Dusun Belkel, Calok Geulima, kawasan Kedai Aceh, hingga Gampong Aceh.

 

“Banyak rumah hanyut dibawa air. Ini bukan bencana kecil. Ini bencana besar yang merenggut kehidupan dan harapan masyarakat,” tuturnya lirih.

 

Di tengah penderitaan yang belum pulih, Muhammad juga menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi penanganan pascabencana. Ia menyoroti keputusan negara yang menolak bantuan luar negeri, sementara korban banjir masih bertahan dalam ketidakpastian.

BACA LAINNYA  Babinsa Koramil 07/Pelayangan Bantu Petani Siapkan Lahan Tanam Kubis dalam Program Ketahanan Pangan

 

“Kami hanya berharap negara benar-benar hadir. Bantulah masyarakat, terutama para kepala keluarga yang kehilangan rumah dan usaha. Jangan biarkan kami berjuang sendiri di tengah bencana,” tegasnya.

 

Muhammad berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah nyata dan menyeluruh untuk pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi, khususnya di Aceh Timur, agar masyarakat dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan yang sempat terhenti.

(Senin, 22 Desember 2025)(Hs)

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Opsnal Satresnarkoba Muaro Jambi Berhasil Mengamankan 2 Orang Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Berita

Polres Aceh Timur Siap Gelar Operasi Zebra Seulawah 2025, Tekankan Edukasi Humanis dan Penegakan Hukum

Berita

Pj Bupati Aceh Timur Irup Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-96

Berita

Pj Bupati Bachyuni Apresiasi Kegiatan Jambore PKK Tingkat Kabupaten Muaro Jambi

Berita

Longsor di Senyerang Tanjabbar Terjang Rumah Warga, Kompi 3 Satbrimob Polda Jambi Bantu Evakuasi

Berita

Polres Kerinci dan Awak Media Berbagi Takjil, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

Berita

Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata Turun Langsung ke Jalan Rusak di Buluran Kenali 

Berita

Breaking News, Penemuan Mayat Laki-laki Di Depan Mall Ramayana