Curi Dua Aki Genset Swalayan AXCEL, Terduga Pelaku Dibekuk Polsek Sekernan BKMT Aceh Timur Tembus Panggung Nasional RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan President Director dan CEO, Perkuat Transformasi Berbasis AI dan Pertumbuhan Inklusif Polri Bersama TNI, BPBD dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Sungai Duren Laporan Dugaan Pencurian Sawit WSN Cs Dilimpahkan ke Polres Tebo, Terlapor Bantah dan Lapor Balik

Home / Berita

Senin, 10 Maret 2025 - 16:09 WIB

IAIN Kerinci Didemo HMI, Terkait Pemotongan Beasiswa KIP-K 

Kerinci- Kisruh dugaan pemotongan beasiswa KIP-Kuliah di IAIN Kerinci nampaknya terus menjadi pertanyaan. Senin (10/3/2025) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kerinci-Sungai Penuh melakukan aksi demo di depan gedung Rekretoran IAIN Kerinci.

 

Demo mahasiswa mempertanyakan dasar pemotongan senilai Rp 2,5 Juta per penerima terdiri dari sekitar 600 mahasiswa KIP-K. Mahasiswa juga menuntut tidak terjadi pemotongan Living Cost.

 

“Tidak masuk akal pemotongan Rp 2,5 juta per mahasiswa, dana living cost seharusnya hak penuh mahasiswa. Tidak boleh dipotong, “ kata kader HMI didepan Rektor Ahmad Jafar.

 

Mahasiswa juga menuntut dana living cost yang dipotong tersebut dikembalikan ke mahasiswa. “Kepada pimpinan kami mendesak agar mengkaji ulang soal pemotongan, dan soal pengelolaan dana transparan atau terbuka penggunaan dana pemotongan yang bersumber dari living cost,” tegasnya mahasiswa dari aliansi HMI.

BACA LAINNYA  Turun Langsung ke Area Karhutla di Kumpeh, Dirreskrimsus Polda Jambi : Akan Kita Tindak Tegas Pelaku

 

 

Edilan Kurniawan ketua Umum HMI Cabang Kerinci-Sungaipenuh menilai dugaan pemotongan living cost KIP-K dinilai bermasalah. Karena dana living cost untuk mahasiswa tak mampu itu sepenuh hak mahasiswa.

 

“Uang kuliah 1 mahasiswa dari negara sudah ditanggung Rp 2,4 juta. Apasalahnya sisa dana itu digunakan mahat, program lainnya, sedangkan tidak semua mahasiswa uang kuliahnya 2,4 juta,” kata Edilan diorasi depan Rektor.

 

“HMI Cabang Kerinci menolak adanya pemotongan living cost KIP-K, sepakat teman-teman (mahasiswa) sepakat (kata mahasiswa didemo),” imbuh Edilan.

 

Sementara Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad menerima demo mahasiswa tersebut, Jafar menjawab, pihaknya tidak berani mengelola dana tersebut,

BACA LAINNYA  Dirgahayu TNI Ke 77, Korem 042 Gapu Gelar Upacara Dipimpin Langsung Gubernur Jambi 

 

“Kemarin sudah berdiskusi 3,5 jam, pada prinsipnya Kampus tidak mau memutuskan jika itu tanpa ada keputusan dari mahasiswa. Sekarang kembalikan ke mahasiswa,” kata Jafar.

 

Bahkan hampir 2 jam mahasiswa silih berganti mempertanyakan kembali transparan pengelolaan dana pemotongan living cost yang tersisia Rp 2 Milyar. Pemotongan living cost Rp 2,5 tidak terjadi lagi.

 

Sayangnya pihak rektor tidak bisa mengambil kesimpulan menyatakan pemotongan tidak terjadi lagi. Jafar malah tidak mau ikut campur, karena soal itu awalnya usulan mahasiswa.

 

Pantauan di aksi demo, tidak lama jafar menyambut mahasiswa. Jafar terlihat lelah dan meminta mengambil kursi untuk duduk sambil mendengar aspirasi itu. Jafar mengakui ia kondisi sakit dan duduk dikursi.

Share :

Baca Juga

Berita

Banjir Peminat! Produk Karya Warga Binaan Aceh Laris Manis di Bazar HBP ke-62

Berita

Perkuat Kolaborasi dan Pengawasan Yanlik. Ombudsman RI Tandatangani MoU dengan Pemda Merangin dan Muaro Jambi

Berita

Boyong Banyak Penghargaan, Yamaha Dominasi Ajang Bergengsi Otomotif Award 2023

Berita

Nyerau dan Mendingin Negroi Awali Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Berita

Abi MUDI Deklarasikan Berikan Dukungan Penuh Kepada Pasangan Muallem – Dek Fadh

Berita

Ditreskrimsus Polda Jambi Ungkap Aktivitas Ilegal Logging

Berita

Nyamar Jadi Ojol, Residivis 4 Kali Yang Jambret Kalung Emas Berhasil Diamankan Dibanten

Berita

Dandim 0416/Bute Hadiri Pawai Karnaval Anak-anak TK dan Paud se-Kabupaten Bungo