Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Senin, 15 Desember 2025 - 16:14 WIB

Kejari Telusuri Inflasi Beras di Daerah Lumbung Padi

Sungai Penuh –  Di tengah hangatnya diskusi pada sesi coffee morning Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh bersama insan pers, jumat (12/12/2025), bukan hanya isu TNKS yang mencuri perhatian. Ada satu persoalan lain yang tak kalah menggelitik logika kenaikan harga gabah dan beras di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dua daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi terbesar di Provinsi Jambi.

 

Pertanyaan yang mengiang di benak banyak warga pun mengemuka:

Bagaimana mungkin harga beras kerap inflasi di daerah penghasil beras?

 

Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Yogi Purnomo, membuka sedikit tabir penyelidikan itu. Dengan nada hati-hati, ia menyebut bahwa Kejari juga tengah menelusuri dinamika distribusi gabah dan beras di dua wilayah tersebut.

BACA LAINNYA  Ramadhan Berkah, Kapolres Sarolangun Berbagi Dengan Santuni Anak Yatim 

 

“Kami sedang memetakan apa yang sebenarnya terjadi. Daerah ini adalah penghasil beras terbesar, tetapi harga di pasaran justru sering naik. Ada sesuatu yang harus dipastikan,” ujarnya.

 

Menurut Yogi, penyidik kini mengumpulkan data dari berbagai pihak mulai dari petani, penggilingan padi, distributor, hingga pelaku pasar. Tujuannya, mengidentifikasi apakah ada praktik-praktik yang menyebabkan rantai distribusi tersendat atau bahkan terjadi permainan harga.

 

Tim Kejari juga sedang mendalami pola pergerakan gabah dari sentra-sentra pertanian hingga sampai ke pasar. Apakah ada celah yang dimanfaatkan oknum tertentu? Apakah ada distorsi yang membuat hasil panen melimpah, tetapi harga tetap melambung?

 

Yogi menegaskan bahwa langkah-langkah ini belum masuk ranah penindakan, namun sifatnya penyelidikan awal untuk membaca situasi secara objektif. “Kami ingin memastikan bahwa inflasi beras ini bukan disebabkan oleh hal-hal yang merugikan masyarakat,” katanya.

BACA LAINNYA  Satgas TMMD Ke-126 Dukung Ketahanan Pangan Warga Sungai Jernih

 

Bagi Kerinci dan Sungai Penuh, beras bukan sekadar komoditas. Ia adalah denyut ekonomi, sumber kehidupan, dan identitas daerah. Karena itu, ketika harga terus bergerak naik tanpa alasan yang jelas, perhatian penegak hukum pun tertuju ke sana.

 

Kejari Sungaipenuh menyatakan komitmennya: meluruskan alur, mengurai potensi penyimpangan, dan memastikan bahwa gabah yang tumbuh subur di sawah Kerinci dapat kembali menjadi beras yang terjangkau bagi masyarakatnya sendiri.

 

 

DEWI WILONNA

Share :

Baca Juga

Berita

Dandim Jambi Apresiasi Peran Media dalam Sukseskan TMMD Ke-121

Berita

Tim Satgas Pangan Polda Jambi dan Provinsi Cek serta Pantau Harga Bahan Pokok Pasca Idul Fitri

Berita

Ini Penyebab Simpang Siurnya Kabar Insiden Tewasnya Warga SAD di Tebo

Berita

Sembari Cek Rutan, Kapolda Jambi Sampaikan Nasihat kepada Para Tahanan 

Berita

Perkuat Layanan Publik, BSKDN Kemendagri Dorong Daerah Segera Beralih dari Sistem Manual ke Digital

Berita

Terkait Transparansi dan Keterbukaan Informasi, Pengurus SMSI Provinsi Jambi Berikan Apresiasi ke Ditreskrimsus Polda Jambi 

Berita

Kamaruddin: Ketua DPRA Sudah Menjalankan Fungsi Kontrol Dalam Pemerintah 

Berita

Korp Raport Pindah Satuan, Kodim 0417/Kerinci Lepas Mayor Inf Widi Purwoko