Kapolres Muaro Jambi Berkumpul Bersama Warga, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Satgas dan Warga Kompak Bedah Rumah Misnan di Berbau Progres 40 Persen! Pengeboran Manual Sumur Bor Sasaran 2 Terus Dikebut Progres 45 Persen! Hunian Layak Supiandi Kian Nyata Catatan dari Kursi Moderator: FGD Pedumas Polda Jambi, Terobosan Baru Transparansi Hukum di Indonesia

Home / Berita

Senin, 15 Desember 2025 - 16:14 WIB

Kejari Telusuri Inflasi Beras di Daerah Lumbung Padi

Sungai Penuh –  Di tengah hangatnya diskusi pada sesi coffee morning Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh bersama insan pers, jumat (12/12/2025), bukan hanya isu TNKS yang mencuri perhatian. Ada satu persoalan lain yang tak kalah menggelitik logika kenaikan harga gabah dan beras di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dua daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi terbesar di Provinsi Jambi.

 

Pertanyaan yang mengiang di benak banyak warga pun mengemuka:

Bagaimana mungkin harga beras kerap inflasi di daerah penghasil beras?

 

Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Yogi Purnomo, membuka sedikit tabir penyelidikan itu. Dengan nada hati-hati, ia menyebut bahwa Kejari juga tengah menelusuri dinamika distribusi gabah dan beras di dua wilayah tersebut.

BACA LAINNYA  RS Islam Arafah Terima Penghargaan BPJS Kesehatan Trust Mark

 

“Kami sedang memetakan apa yang sebenarnya terjadi. Daerah ini adalah penghasil beras terbesar, tetapi harga di pasaran justru sering naik. Ada sesuatu yang harus dipastikan,” ujarnya.

 

Menurut Yogi, penyidik kini mengumpulkan data dari berbagai pihak mulai dari petani, penggilingan padi, distributor, hingga pelaku pasar. Tujuannya, mengidentifikasi apakah ada praktik-praktik yang menyebabkan rantai distribusi tersendat atau bahkan terjadi permainan harga.

 

Tim Kejari juga sedang mendalami pola pergerakan gabah dari sentra-sentra pertanian hingga sampai ke pasar. Apakah ada celah yang dimanfaatkan oknum tertentu? Apakah ada distorsi yang membuat hasil panen melimpah, tetapi harga tetap melambung?

BACA LAINNYA  Babinsa Desa Pulau Mentaro - Kumpeh " Bentuk Karakter Sejak Dini"*  

 

Yogi menegaskan bahwa langkah-langkah ini belum masuk ranah penindakan, namun sifatnya penyelidikan awal untuk membaca situasi secara objektif. “Kami ingin memastikan bahwa inflasi beras ini bukan disebabkan oleh hal-hal yang merugikan masyarakat,” katanya.

 

Bagi Kerinci dan Sungai Penuh, beras bukan sekadar komoditas. Ia adalah denyut ekonomi, sumber kehidupan, dan identitas daerah. Karena itu, ketika harga terus bergerak naik tanpa alasan yang jelas, perhatian penegak hukum pun tertuju ke sana.

 

Kejari Sungaipenuh menyatakan komitmennya: meluruskan alur, mengurai potensi penyimpangan, dan memastikan bahwa gabah yang tumbuh subur di sawah Kerinci dapat kembali menjadi beras yang terjangkau bagi masyarakatnya sendiri.

 

 

DEWI WILONNA

Share :

Baca Juga

Berita

OPD Cup 2026 Bergulir, Bupati: Jaga Sportivitas dan Kebersamaan

Berita

Jubir ASTON : Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Fokus Utama

Berita

TNI AD Buka Penerimaan CABA PK TNI AD Reguler Dan Khusus Keagamaan

Berita

Penuhi Keinginan Konsumen, Performance Damper untuk NMAX “TURBO” dan NEO Kini Dijual Bebas

Berita

Maju Bersama Partai Demokrat Menuju Senayan, M. Zen: Semua Itu Harus Diawali Dengan Bismillah

Berita

Bahayakan Pengendara, Jembatan Lambur 1 Rusak Berlobang

Berita

Serda Ulil Amri Bersama Warga Renovasi Jembatan Gantung

Berita

Ditpolairud Polda Jambi Langsung Tindak Lanjuti Insiden Tongkang Tabrak Jembatan Gentala Arasy