Mualem-dekfadh Desak Pusat Tak Berlarut-larut Selesaikan Dana Otsus dan Bendera Aceh Hadiri Pembukaan MTQH ke-55 Jambi, Bupati Anwar Sadat Optimistis Kafilah Tanjab Barat Raih Prestasi Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Hadiri Seminar Al-Qur’an MTQ ke-55 Provinsi Jambi Perkuat Ketahanan Pangan, Ketua Satgasus Swasembada Pangan Korwil III Aceh Silaturahmi ke Disbunak Aceh Timur Ketua Satgasus Sembada Pangan KORWIL lll Aceh Silaturahmi Dengan Kepala Dinas Pertanian 

Home / Berita

Jumat, 16 Mei 2025 - 21:12 WIB

Nakhoda Tugboat Equator V Resmi Jadi Tersangka Tabrakan di Jembatan Gentala Arasy

Jambi, 16 Mei 2025 — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi secara resmi menetapkan nakhoda tugboat Equator V, berinisial NKD, sebagai tersangka dalam kasus tabrakan tugboat yang menarik tongkang batu bara BG Mega Train II dengan fender Jembatan Gentala Arasy, Jambi.

 

Insiden yang terjadi pada Kamis, 8 Mei 2025, sekitar pukul 14.50 WIB, ketika tugboat Equator V yang dikemudikan oleh NKD sedang menarik tongkang bermuatan batu bara dari arah Mersam menuju Pelabuhan Talang Duku.

 

Dalam perjalanan tersebut, tugboat kehilangan kendali sehingga tongkang yang ditarik menabrak fender Jembatan Gentala Arasy.

BACA LAINNYA  DPRD Muaro Jambi Sambut Forum Kades, Soroti Solusi Krisis Anggaran Desa

 

Akibat tabrakan tersebut, fender jembatan mengalami kerusakan yang cukup parah. Ditpolairud Polda Jambi langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

 

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi, AKBP Ade Candra, menyampaikan bahwa setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi dan kru kapal, pihaknya memutuskan menetapkan NKD sebagai tersangka.

 

Penyitaan barang bukti berupa tugboat dan tongkang sudah dilakukan untuk melengkapi berkas perkara.

 

“Penyidikan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai bukti dan memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan fakta yang ada, NKD selaku nakhoda tugboat Equator V diduga melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum,” ujar AKBP Ade Candra.

BACA LAINNYA  Puluhan Paket Sembako Dibagikan Polres Muaro Jambi Kepada Masyarakat 

 

Lanjut AKBP Ade Candra, Tersangka NKD dikenakan Pasal 302 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Pasal ini mengatur tentang kelalaian dalam pelayaran yang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik.

 

Namun, Pihaknya mengatakan bahwa tersangka saat ini statusnya wajib lapor tidak dilakukan penahanan.

 

“Ini merupakan pelajaran penting bagi para pelaut agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Keselamatan dan keamanan pelayaran harus selalu diutamakan. Kami akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan Jambi untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tambah AKBP Ade Candra. (Viryzha)

Share :

Baca Juga

Berita

Ikuti Jalan Santai di Kasang Pudak, Teriakan MBZ Menang Bergema, Masnah Busro : Mohon Doa dan Dukungannya

Berita

Kapolres Sarolangun Turun Langsung Lakukan Mediasi Terkait Perkelahian Antar Siswa Berujung Aksi Pemblokiran Jalan 

Berita

Diduga Dibawa Kabur Abang Ipar, Gadis Aceh Timur Hilang Sejak Januari

Berita

LPKA Muara Bulian Gelar Acara Pelepasan Purna Bakti Bapak Sabar.

Berita

Ditpolairud Polda Jambi Berikan Pengobatan Gratis dan Paket Sembako ke Masyarakat Pesisir Terpencil

Berita

Peredaran Obat-obatan Tanpa Izin Edar Digagalkan Bea Cukai dan BPOM Jambi

Berita

Danrem 042/Gapu turun langsung padamkan Kebakaran di areal Hutan Lahan Gambut (HLG) Desa Rantau Panjang

Berita

Bukti Keseriusan Dit resnarkoba Polda Jambi, Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana Narkoba Naik 26,64 Persen di tahun 2024.