Sosialisasi KUHP, KUHAP, dan Penyesuaian Pidana kepada Petugas Rutan Kelas I Tangerang oleh Bapas Kelas IIB Ciangir Bupati Anwar Sadat Saksikan Kolaborasi Budaya Minang dan India di Tanjab Barat Ratusan Peserta Ikuti Lomba Domino Berpasangan di Tanjab Barat, Bupati: Jaga Sportivitas Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU, Bupati Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Akhlak dan Daya Saing Hesti Haris: Budaya Harus Dijaga, Dikenalkan, dan Diwariskan

Home / Berita

Selasa, 7 Oktober 2025 - 08:49 WIB

Pemindahan Ibu Kota ke IKN: Harapan Pembangunan Merata dan Tantangannya

“Langkah Strategis Menuju Pemerataan atau Tantangan Baru bagi Indonesia Terhadap Pemindahan Ibu Kota ke IKN”

Sebagai mahasiswa yang mengikuti perkembangan isu nasional, saya melihat pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai langkah berani yang memiliki dampak besar bagi masa depan bangsa.

Kebijakan ini lahir dari keinginan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari wilayah yang padat penduduk, rawan banjir, dan memiliki beban infrastruktur yang berat ke wilayah baru yang dianggap lebih strategis dan berpotensi berkembang.

Pemindahan ini tentu membawa harapan besar untuk pemerataan pembangunan. Selama puluhan tahun, pembangunan di Indonesia cenderung terpusat di Pulau Jawa, sementara wilayah lain sering tertinggal.

BACA LAINNYA  Satgas Pamtas Yonif 132/BS Berhasil Menggagalkan Penyelundupan Ganja Seberat 3250 gram

Dengan IKN, diharapkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur dapat merata, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan daerah sekitarnya. Hal ini juga dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Namun, di balik harapan tersebut, terdapat tantangan yang tidak bisa diabaikan. Pemindahan ibu kota memerlukan biaya yang sangat besar dan membutuhkan pengelolaan keuangan negara yang bijaksana agar tidak mengorbankan sektor lain yang sama pentingnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pembangunan IKN juga harus memperhatikan aspek lingkungan karena kawasan Kalimantan dikenal memiliki ekosistem hutan yang sensitif.

Sebagai mahasiswa, saya berpendapat bahwa kesuksesan proyek IKN tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada cara pemerintah mengelola prosesnya secara transparan, adil, dan berkelanjutan.

BACA LAINNYA  Kyai Muhajir "Kehadiran Saya di Acara Istighosah Tali Jagat Bukan Cerminan Sikap Politik Saya" 

Pembangunan ini harus mampu membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia secara luas, bukan hanya menjadi simbol prestise politik.

Pemindahan ibu kota ke IKN dapat menjadi langkah strategis menuju pemerataan pembangunan jika dijalankan dengan perencanaan matang, pengawasan yang ketat, serta keberpihakan pada rakyat dan lingkungan.

Harapan terbesar adalah agar IKN benar-benar menjadi kota masa depan yang inklusif, hijau, dan mampu memperkuat persatuan bangsa.

 

dipublikasikan oleh:

-Davina Indah Ramadhani

Mahasiswa Aktif Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi

Share :

Baca Juga

Berita

Menhub Dudy Bahas Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Bersama Gubernur DKI Jakarta ,Dorong Peningkatan Akses dan Layanan Angkutan Feeder bagi Pemudik

Berita

Dibesuk Wamen Ketenagakerjaan, Kondisi Irjen Pol Rusdi Hartono Semakin Membaik

Berita

Kapolres Pidie Jaya Salurkan Ribuan Bibit untuk Ketahanan Pangan di Trienggadeng

Berita

Bhayangkara Presisi Setia Mengabdi, Kapolda Jambi Lepas 21 Personil Wisuda Purna Bhakti

Berita

Bang Wan Toko Emas Papua – Bireun Kembali Salurkan Bantuan ke Pengungsi Banjir Aceh

Berita

BNNP Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkotika Selama Tiga Bulan di Tahun 2024

Berita

Seorang Nenek 70 Tahun di Kuala Tungkal Meninggal Gantung Diri

Berita

Deteksi Dini Jelang Nataru di Area Brandgang dan Tembok Keliling