Kebakaran Landa Pasar Teluk Nilau, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api May Day 2026, PMII Tanjab Barat Turun ke Jalan: Tolak Upah Murah dan Kontrak Berkepanjangan May Day 2026 Tanjab Barat: Dialog Tripartit Bahas Upah Layak, 4.000 Pekerja Rentan Masuk BPJS Peringati May Day 2026, Pemkab Tanjab Barat Tekankan Kolaborasi Industri dan Kesejahteraan Buruh Banjir Rendam Sarolangun, Brimob Polda Jambi Hadir Bantu Pemulihan

Home / Berita

Jumat, 26 September 2025 - 08:18 WIB

SMKN 2 Kota Jambi Klarifikasi Isu Makanan MBG Berulat, Sekolah Pastikan Tidak Ada Siswa yang Keracunan

 

JAMBI – Pihak SMK Negeri 2 Kota Jambi akhirnya buka suara terkait pemberitaan yang menyebut adanya makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berulat di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMKN 2 Dr. Woro Handayani., S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa temuan tersebut hanya terjadi pada salah satu siswa, makanan tidak sempat dikonsumsi, dan hingga kini tidak ada laporan siswa sakit maupun keracunan.

“Kami selaku pihak sekolah sudah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan SPPG yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia makanan. Kami juga sudah membentuk tim dan menunjuk koordinator dalam pendistribusian MBG agar program ini berjalan lancar,” ujar Kepala Sekolah SMKN 2, Kamis (25/9).

Menurutnya, setiap makanan yang masuk ke sekolah selalu dicek sampelnya terlebih dahulu. Bila dinilai layak, makanan kemudian dibagikan kepada sekitar 1.600 siswa penerima MBG. Namun, karena jumlahnya sangat banyak, pemeriksaan satu per satu paket makanan tidak memungkinkan.

BACA LAINNYA  Pjs. Gubernur Sudirman Apresiasi Peran Forum Zakat Bangkitkan Kesadaran Masyarakat Membagi Rezeki Kepada yang Membutuhkan 

“Kami selalu mengingatkan siswa agar memeriksa makanan sebelum dimakan, apakah ada bau, berlendir, atau tanda-tanda tidak layak. Jika ada masalah, siswa diminta segera melapor ke koordinator/guru agar kami bisa meminta penggantian kepada pihak penyedia,” jelasnya.

Pihak sekolah juga memastikan sistem pengawasan tetap berjalan ketat. Setelah makan, seluruh wadah makanan dikumpulkan dan dihitung kembali agar tidak ada kekurangan. Guru dan tenaga pendidik pun terlibat penuh, meski harus bekerja ekstra di luar jam mengajar.

“Kami bekerja dengan ikhlas demi kelancaran program MBG ini. Semua guru ikut membantu tanpa pamrih. Selain itu, kami selalu memantau keadaan siswa setiap saat, agar jika terjadi sesuatu bisa cepat ditangani,” tambahnya.

BACA LAINNYA  Cegah Beras Oplsan, Polres Sarolangun Cek Stok Di Pasar Atas

Terkait isu makanan berulat, Kepala Sekolah menegaskan kasus itu tidak sampai menimbulkan kerugian. “Kalau ada ulat, itu hanya dialami salah satu siswa, dan tidak dimakan. Sampai hari ini tidak ada siswa kami yang sakit atau keracunan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar setiap pemberitaan mengenai sekolah terlebih dahulu dikonfirmasi agar informasi yang beredar akurat. “Kami terbuka untuk dikonfirmasi. Jangan sampai berita yang tidak lengkap menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tutupnya.

Dengan klarifikasi ini, pihak SMKN 2 berharap masyarakat memahami bahwa sekolah sudah berupaya maksimal menjaga kualitas makanan MBG, serta terus berkoordinasi dengan penyedia untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. (Viryzha)

Share :

Baca Juga

Berita

Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Kapolres Sarolangun Sidak Pasar

Berita

Polri Gelar Pelatihan Olah Strategi Operasi Mantap Brata

Berita

Breaking News, Angkutan Batu bara Akan Kembali di Stop Jika Tak Ikuti Aturan 

Berita

Dandim 0415/Jambi Pimpin Pelepasan Perwira Purna Tugas

Berita

Kampanye Damai Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, Kapolda Jambi : Mari Kita Jaga Sitkamtibmas yang Aman dan Damai

Berita

Wasev TMMD ke-126 Kodim 0417/Kerinci Serahkan Sembako dan Bantuan Gizi untuk Warga Kurang Mampu

Berita

Polres Pidie Jaya Bergerak Cepat Atasi Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang, Lalu Lintas Kembali Lancar

Advetorial

4 PJU Polda Jambi Dimutasi, Kombes Pol Kaswandi Irwan Jabat Dirreskrimsus Polda Kalteng