Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi, Sinsen Latih Tenaga Guru SMK melalui Modul Dasar dan Sertifikasi Bronze Level Sinergi Lapas Idi-Polres Aceh Timur Beri Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk WBP Dipercayai DPP Partai PKB Zulmi Pimpin DPC PKB Aceh Timur periode 2026-2031 Cegah Virus Hanta, Rutan Tangerang Gandeng Dinkes Sosialisasi ke Warga Binaan Komisi III DPRD Tebo Tegas: Harmonisasi Perda Sempadan Jalan Bukan untuk Perkecil Batas 

Home / Berita

Jumat, 26 September 2025 - 08:18 WIB

SMKN 2 Kota Jambi Klarifikasi Isu Makanan MBG Berulat, Sekolah Pastikan Tidak Ada Siswa yang Keracunan

 

JAMBI – Pihak SMK Negeri 2 Kota Jambi akhirnya buka suara terkait pemberitaan yang menyebut adanya makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berulat di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMKN 2 Dr. Woro Handayani., S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa temuan tersebut hanya terjadi pada salah satu siswa, makanan tidak sempat dikonsumsi, dan hingga kini tidak ada laporan siswa sakit maupun keracunan.

“Kami selaku pihak sekolah sudah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan SPPG yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia makanan. Kami juga sudah membentuk tim dan menunjuk koordinator dalam pendistribusian MBG agar program ini berjalan lancar,” ujar Kepala Sekolah SMKN 2, Kamis (25/9).

Menurutnya, setiap makanan yang masuk ke sekolah selalu dicek sampelnya terlebih dahulu. Bila dinilai layak, makanan kemudian dibagikan kepada sekitar 1.600 siswa penerima MBG. Namun, karena jumlahnya sangat banyak, pemeriksaan satu per satu paket makanan tidak memungkinkan.

BACA LAINNYA  Lewat Media Gathering, Yamaha Jambi Perkenalkan Aerox Alpha 

“Kami selalu mengingatkan siswa agar memeriksa makanan sebelum dimakan, apakah ada bau, berlendir, atau tanda-tanda tidak layak. Jika ada masalah, siswa diminta segera melapor ke koordinator/guru agar kami bisa meminta penggantian kepada pihak penyedia,” jelasnya.

Pihak sekolah juga memastikan sistem pengawasan tetap berjalan ketat. Setelah makan, seluruh wadah makanan dikumpulkan dan dihitung kembali agar tidak ada kekurangan. Guru dan tenaga pendidik pun terlibat penuh, meski harus bekerja ekstra di luar jam mengajar.

“Kami bekerja dengan ikhlas demi kelancaran program MBG ini. Semua guru ikut membantu tanpa pamrih. Selain itu, kami selalu memantau keadaan siswa setiap saat, agar jika terjadi sesuatu bisa cepat ditangani,” tambahnya.

BACA LAINNYA  Kapolda Jambi Sambut Silaturahmi Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jambi

Terkait isu makanan berulat, Kepala Sekolah menegaskan kasus itu tidak sampai menimbulkan kerugian. “Kalau ada ulat, itu hanya dialami salah satu siswa, dan tidak dimakan. Sampai hari ini tidak ada siswa kami yang sakit atau keracunan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar setiap pemberitaan mengenai sekolah terlebih dahulu dikonfirmasi agar informasi yang beredar akurat. “Kami terbuka untuk dikonfirmasi. Jangan sampai berita yang tidak lengkap menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tutupnya.

Dengan klarifikasi ini, pihak SMKN 2 berharap masyarakat memahami bahwa sekolah sudah berupaya maksimal menjaga kualitas makanan MBG, serta terus berkoordinasi dengan penyedia untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. (Viryzha)

Share :

Baca Juga

Berita

Empat Pelaku PETI Ditangkap Tim Sultan Unit Tipidter Satreskrim Polres Tebo 

Berita

Gelar Sholat Idul Adha, Suka Cita Ratusan Warga Binaan Lapas Kuala Tungkal 

Berita

Kebakaran SMPN 2 Sungai Penuh Hanguskan Enam Kelas

Berita

Pemerintah Tetapkan Libur Idul Adha 2023 Jadi 3 Hari

Berita

Laka Lantas di Ness, Satu Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditempat 

Berita

Peringatan Hari Bhayangkara ke 78, Polda Jambi Gelar Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata 

Berita

Dengarkan Keluhan Masyarakat, Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Mujib Turun ke Desa Kumun Mudik

Berita

Dukung Peningkatan Pariwisata Bandara Mentawai Siap Diresmikan