Torehkan Prestasi Jadi Pelatih Taekwondo, Dansat Brimob Polda Jambi: Suatu Kehormatan dan Kebanggaan Korps Brimob  Rumah Ketua DPW Partai Aceh (PA) Dilempar Bom Molotov  Saat Sidak Di Pasar Villa Kenali, Kapolsek Kota Baru Dapati Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Turun.  Gubernur Al Haris Gelar Rapat Optimalisasi Angkutan Batubara Melalui Sungai Sambut Tahun Baru 2024, Yamaha Luncurkan LEXi LX 155 “Simple but MAXi”

Home / Berita

Selasa, 7 Juni 2022 - 19:28 WIB

SMPN 2 Menuju Digitalisasi Pendidikan, Ujian Bisa Menggunakan Smart Phone

Bidik Indonesia News, KUALA TUNGKAL – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi saat ini tengah menuju digitalisasi pendidikan. Sebagai bentuk dari penerapan sistem digital tersebut kedepan untuk pelaksanaan ujian yang sebelumnya manual, akan dilaksanakan menggunakan smart phone.

“Kami mulai menuju digitalisasi pendidikan sesuai dengan harapan Pemerintah Pusat dan daerah,” kata Kepala SMPN 2 Kuala Tungkal Pauzan Najri, S. Pd, Selasa (7/6/22).

Dengan digitalisasi pendidikan, ujian yang sebelumnya menggunakan kertas dan pensil akan dilaksanakan berbasis Android. Dengan demikian banyak biaya yang bisa dihemat. Dimana biasanya saat ujian membutuhkan sekitar 20 Ribu lembar kertas, dengan androit kertas yang digunakan lebih kurang 2 Ribu lembar untuk daftar hadir dan link aplikasi ujian.

“Untuk ujian siswa bisa menggunakan androit melalui jaringan Internet dengan mengklik link yang disediakan,” katanya.

Masih sehubungan dengan digitalisasi, SMPN 2 juga menyediakan Wifi Sekolah. Dengan tujuan agar Guru – Guru bisa meng-upload materi pembelajaran melalui Media Sosial yang ada.

“Selain itu juga nanti kita akan menyediakan Lab Komputer supaya Guru terbiasa dengan IT dalam pembelajaran,” jelas Pauzan Najri.

BACA LAINNYA  Tiba di Mapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono Gelar Adat Dubalang Sakti Utamo Disambut Wakapolda dan Tarian Persembahan 

Saat ini juga SMP Negeri 2 akan membuat Website sendiri guna penyebaran informasi terkait kegiatan dan Sekolah. Untuk ujian sudah ada aplikasi Exam yang dimiliki hanya saja belum lengkap dan kurang pas karena belum adanya Website Sekolah.

“Maka dari itu kita akan membuat Website sendiri,” ujarnya.

Sekarang ini, Sekolah sudah mencoba menyediakan router Pemancar Signal seperti di Kelas 9C dan menjangkau 3 hingga 4 Kelas. Kedepannya router ini akan diperbanyak untuk ditempatkan di Perpustakaan, Laboratorium dan tempat – tempat berkumpulnya Siswa.

“Selain digunakan untuk ujian menghemat penggunaan kertas, dengan ada Wifi Sekolah ini siswa tidak perlu lagi membeli paket untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah. Dengan digitalisasi ini banyak biaya yang bisa kita hemat,” kata Kepala SMPN 2.

Kemudahan dari digitalisasi pendidikan ini tidak hanya didapatkan oleh Siswa tetapi juga memberikan kemudahan bagi Guru – Guru seperti dalam melakukan penilaian saat ujian.

“Guru lebih mudah mengkoreksi lembar jawaban yang bisa langsung muncul dalam aplikasi,” sebutnya.

Dengan ujian berbasis android ini pula, kecurangan dalam mengerjakan soal sangat kecil bahkan boleh dikatakan tidak ada. Karena ujian menggunakan android, siswa hanya biasa fokus mengerjakan soal, tidak bisa mengakses aplikasi lain diluar aplikasi ujian.

BACA LAINNYA  Ditreskrimsus Polda Jambi Tindak 2 Pelaku Ilegal Drilling di Sarolangun

“Kemungkinan untuk siswa mencontek itu sangat kecil karena dari urutan soal nomor sudah kita rubah antara sesama siswa. Kemudian, siswa tidak bisa membuka aplikasi lain untuk mencari jawaban. Seperti Google misalkan. Jika hal itu dilakukan, aplikasi akan secara otomatis tertutup dan soal dianggap selesai dikerjakan,” jelas Pauzan.

Digitalisasi pendidikan yang menggunakan anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) ini kedepannya akan mencakup hampir keseluruhan kegiatan yang ada di Sekolah.

“Sekarang ini segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, termasuk Upload data, akreditasi semuanya menggunakan sistem. Mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Pauzan Najri Peltu Kepala SMP Negeri 2 Kuala Tungkal mengatakan, dengan kemudahan penggunaan jaringan Internet di Sekolah saat waktu belajar berlangsung, tentunya ada Antisipasi terhadap penggunaan tidak sesuai peruntukkannya.

“Untuk antisipasi kita akan mengurangi kekuatan penggunaan data. Sehingga siswa yang menggunakan hanya bisa mengakses hal – hal kecil dan tidak bisa mengakses seperti Youtube. Tetapi jika saat pelaksanaan ujian akan diberikan unlimited,” pungkasnya.(Bas) 

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Berita

Ojk Memerintahkan Bank Untuk Memblokir Rekening Yang Terlibat Dalam Kegiatan Judi Online

Berita

Polres Kerinci Gelar Apel Konsolidasi Dan Pelepasan BKO Polda Jambi

Berita

Kapolda Jambi Berikan Penghargaan kepada Personil Berprestasi 

Berita

Prajurit dan PNS Korem 042/Gapu Terima Sosialisasi Operasi Gaktib Dan Yustisi Dari Denpom II/2 Jambi

Berita

Ahy Didoakan Rekan Seangkatannya Jadi Menkopolhukam

Berita

Warga Paalmerah Lama Amankan Pelaku Gengster

Berita

Dalam Rangka Operasi Zebra Candi, Polres Pekalongan Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Tanah Bergerak Di Desa Bodas

Berita

Dinkes Tanjungpinang Terima Penghargaan Kemenkes, Ini Kata Elfiani Sandri