Danrem 042/Gapu Tegaskan Disiplin dan Profesionalisme dalam Kunjungan Kerja ke Tanjab Barat Kunjungan TP PKK Aceh, Siswa SD Tanah Rata Dapat Dukungan dan Harapan Wagub Aceh Siapkan Strategi Revisi UUPA Bersama Akademisi Komitmen Peningkatan Layanan: Kepala Rutan Tangerang Gelar SAPA Warga Binaan Sidang Perdana Kasus Bollard: Anggota DPRD Sungai Penuh, Fahruddin Bantah Dakwaan Jaksa

Home / Berita

Selasa, 7 Juni 2022 - 19:28 WIB

SMPN 2 Menuju Digitalisasi Pendidikan, Ujian Bisa Menggunakan Smart Phone

Bidik Indonesia News, KUALA TUNGKAL – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi saat ini tengah menuju digitalisasi pendidikan. Sebagai bentuk dari penerapan sistem digital tersebut kedepan untuk pelaksanaan ujian yang sebelumnya manual, akan dilaksanakan menggunakan smart phone.

“Kami mulai menuju digitalisasi pendidikan sesuai dengan harapan Pemerintah Pusat dan daerah,” kata Kepala SMPN 2 Kuala Tungkal Pauzan Najri, S. Pd, Selasa (7/6/22).

Dengan digitalisasi pendidikan, ujian yang sebelumnya menggunakan kertas dan pensil akan dilaksanakan berbasis Android. Dengan demikian banyak biaya yang bisa dihemat. Dimana biasanya saat ujian membutuhkan sekitar 20 Ribu lembar kertas, dengan androit kertas yang digunakan lebih kurang 2 Ribu lembar untuk daftar hadir dan link aplikasi ujian.

“Untuk ujian siswa bisa menggunakan androit melalui jaringan Internet dengan mengklik link yang disediakan,” katanya.

Masih sehubungan dengan digitalisasi, SMPN 2 juga menyediakan Wifi Sekolah. Dengan tujuan agar Guru – Guru bisa meng-upload materi pembelajaran melalui Media Sosial yang ada.

“Selain itu juga nanti kita akan menyediakan Lab Komputer supaya Guru terbiasa dengan IT dalam pembelajaran,” jelas Pauzan Najri.

BACA LAINNYA  Ditinggal Ngantar Anak ke Sekolah, Satu Rumah di Kota Jambi Terbakar, Diduga Karena Ini

Saat ini juga SMP Negeri 2 akan membuat Website sendiri guna penyebaran informasi terkait kegiatan dan Sekolah. Untuk ujian sudah ada aplikasi Exam yang dimiliki hanya saja belum lengkap dan kurang pas karena belum adanya Website Sekolah.

“Maka dari itu kita akan membuat Website sendiri,” ujarnya.

Sekarang ini, Sekolah sudah mencoba menyediakan router Pemancar Signal seperti di Kelas 9C dan menjangkau 3 hingga 4 Kelas. Kedepannya router ini akan diperbanyak untuk ditempatkan di Perpustakaan, Laboratorium dan tempat – tempat berkumpulnya Siswa.

“Selain digunakan untuk ujian menghemat penggunaan kertas, dengan ada Wifi Sekolah ini siswa tidak perlu lagi membeli paket untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah. Dengan digitalisasi ini banyak biaya yang bisa kita hemat,” kata Kepala SMPN 2.

Kemudahan dari digitalisasi pendidikan ini tidak hanya didapatkan oleh Siswa tetapi juga memberikan kemudahan bagi Guru – Guru seperti dalam melakukan penilaian saat ujian.

“Guru lebih mudah mengkoreksi lembar jawaban yang bisa langsung muncul dalam aplikasi,” sebutnya.

Dengan ujian berbasis android ini pula, kecurangan dalam mengerjakan soal sangat kecil bahkan boleh dikatakan tidak ada. Karena ujian menggunakan android, siswa hanya biasa fokus mengerjakan soal, tidak bisa mengakses aplikasi lain diluar aplikasi ujian.

BACA LAINNYA  Bupati Tanjab Barat Hadiri Sidang Paripurna HUT ke-69 Provinsi Jambi

“Kemungkinan untuk siswa mencontek itu sangat kecil karena dari urutan soal nomor sudah kita rubah antara sesama siswa. Kemudian, siswa tidak bisa membuka aplikasi lain untuk mencari jawaban. Seperti Google misalkan. Jika hal itu dilakukan, aplikasi akan secara otomatis tertutup dan soal dianggap selesai dikerjakan,” jelas Pauzan.

Digitalisasi pendidikan yang menggunakan anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) ini kedepannya akan mencakup hampir keseluruhan kegiatan yang ada di Sekolah.

“Sekarang ini segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, termasuk Upload data, akreditasi semuanya menggunakan sistem. Mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Pauzan Najri Peltu Kepala SMP Negeri 2 Kuala Tungkal mengatakan, dengan kemudahan penggunaan jaringan Internet di Sekolah saat waktu belajar berlangsung, tentunya ada Antisipasi terhadap penggunaan tidak sesuai peruntukkannya.

“Untuk antisipasi kita akan mengurangi kekuatan penggunaan data. Sehingga siswa yang menggunakan hanya bisa mengakses hal – hal kecil dan tidak bisa mengakses seperti Youtube. Tetapi jika saat pelaksanaan ujian akan diberikan unlimited,” pungkasnya.(Bas) 

Share :

Baca Juga

Berita

259 Tim Mahasiswa Bergerak, Astra Honda SDGs Future Leaders 2025 Nyalakan Aksi Sosial Berkelanjutan

Berita

Penyidik Polres Tebo Periksa Bagong Terkait Dugaan Pengalihan Alur Sungai Tanpa Izin         

Berita

Satgaswil Jambi Densus 88 Bersama Tim Terpadu Sambangi Yayasan di Bungo Diduga Terafiliasi NII Faksi KW9

Berita

Lantik Direksi Baru Bank Jambi, Gubernur Al Haris Tekankan Profesionalisme dan Inovasi

Berita

Angkutan Batu bara Kembali Dihentikan, Ini Faktornya

Berita

Kampanye Akbar Partai Aceh (PA) Meriah Dan Sukses 

Berita

Menteri Hukum dan Ham Ri Yasonna H. Laoly Membuka Langsunga Rakor Mpwn Dan MPDN Tahun 2024 Di Provinsi Jambi

Berita

Pasangan Tole-Apong Hari ini Sebelum Daftar ke KIP DiTepung Tawari Dan Di berikan Doa Restu Oleh Abu Paya Pasi