Sosialisasi KUHP, KUHAP, dan Penyesuaian Pidana kepada Petugas Rutan Kelas I Tangerang oleh Bapas Kelas IIB Ciangir Bupati Anwar Sadat Saksikan Kolaborasi Budaya Minang dan India di Tanjab Barat Ratusan Peserta Ikuti Lomba Domino Berpasangan di Tanjab Barat, Bupati: Jaga Sportivitas Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU, Bupati Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Akhlak dan Daya Saing Hesti Haris: Budaya Harus Dijaga, Dikenalkan, dan Diwariskan

Home / Berita

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:03 WIB

Tanjab Barat Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Bupati Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

TANJAB BARAT  – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, http://M.Ag., menegaskan persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikan saat meluncurkan Inovasi Gerakan Pilah-pilah Sampah di Kecamatan Muara Papalik, Jumat (12/6).

Bupati mengatakan pemerintah pusat kini mendorong setiap rumah tangga, kantor, dan perusahaan mengelola sampah secara mandiri.

“Ke depan sampah tidak lagi hanya dibuang ke TPA. Perusahaan wajib mengelola sampahnya sendiri, demikian juga rumah tangga dan perkantoran. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Tanjab Barat bersama sejumlah daerah di Jambi juga telah menandatangani kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dipusatkan di Kota Jambi. Daerah berfungsi sebagai depo penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke fasilitas pengolahan.

BACA LAINNYA  Transparan, Kabid Humas Polda Jambi Pimpin Rapat Bedah Anggaran 2024

Dalam acara tersebut, Bupati mengapresiasi inovasi Kecamatan Muara Papalik bersama SMAN 12 yang mengolah limbah plastik menjadi paving block. Menurutnya, produk ini berpotensi jadi peluang usaha dan lapangan kerja baru.

“Paving block karya anak-anak ini punya potensi ekonomi besar. Jika kualitasnya terjaga, bisa dipasarkan ke kantor pemerintah, desa, maupun perusahaan,” katanya.

Pemkab Tanjab Barat juga berencana membangun Pusat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle P3SR di sejumlah wilayah, termasuk Muara Papalik. Sampah organik akan diolah jadi pupuk, sedangkan plastik dan material lain didaur ulang.

BACA LAINNYA  PPPAPPKB Kota Sungai Penuh Raih Empat Penghargaan di Ajang Bangga Kencana Provinsi Jambi

Bupati menyebut produksi sampah Tanjab Barat mencapai 100-200 ton per hari. Jika tidak dikelola, bisa menimbulkan pencemaran dan bahaya gas metana.

“Kita harus mulai budaya memilah sampah dari rumah. Jika sampah punya nilai ekonomi, masyarakat pasti lebih peduli,” jelasnya.

Sebelumnya Tanjab Barat sempat mendapat dua kali teguran dari KLHK dan masuk kategori darurat sampah. Kini statusnya naik ke tahap pengawasan setelah pembenahan dilakukan.

Bupati mengajak masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan memperkuat kolaborasi mewujudkan Tanjab Barat yang bersih, sehat, dan bebas sampah.

Share :

Baca Juga

Berita

Kemenkumham Himpun Masukan Untuk Pembaruan Aturan Tindak Pidana Korupsi

Berita

Rumah Kito Luncurkan Menu Nusantara

Berita

Kalapas Bantah Tuduhan Lapas Muara Tebo Jadi Sarang Narkoba

Berita

Kodim 0102/Pidie Siaga Satu Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih

Berita

Lubang Bekas Tambang Ancam Jalan Warga, Komisi III Akan Panggil PT A4

Berita

Jalin Silaturahmi bersama warga Legok, Dirpolairud Polda Jambi laksanakan ibadah Jum’at di Masjid Jami’ Arrahman Legok Kota Jambi

Berita

Police Go To School, Cara Humanis Satlantas Polresta Jambi Wujudkan Generasi Tertib Berlalu Lintas

Berita

Cegah Keluar Dari Register, Dirlantas Polda Jambi Himbau Masyarakat Jangan Menunggak Kendaraan Hingga 2 Tahun