Kapolda Jambi Laksanakan Salat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat Operasi SAR di Sungai Batanghari Berakhir, Korban Tenggelam Berusia 11 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Keren! Desa Sadar HAM Pondok Agung Libatkan Karang Taruna Urus Hak Pendidikan dan Kerja Layak Anak Muda Kasus Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tegaskan Penanganan Berlanjut Ditengah Kabut Asap, Bupati Anwar Sadat Blusukan ke RSUD: 2 Balita Sesak Napas, 4 Perokok Aktif

Home / Berita

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:03 WIB

Tanjab Barat Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Bupati Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

TANJAB BARAT  – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, http://M.Ag., menegaskan persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikan saat meluncurkan Inovasi Gerakan Pilah-pilah Sampah di Kecamatan Muara Papalik, Jumat (12/6).

Bupati mengatakan pemerintah pusat kini mendorong setiap rumah tangga, kantor, dan perusahaan mengelola sampah secara mandiri.

“Ke depan sampah tidak lagi hanya dibuang ke TPA. Perusahaan wajib mengelola sampahnya sendiri, demikian juga rumah tangga dan perkantoran. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Tanjab Barat bersama sejumlah daerah di Jambi juga telah menandatangani kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dipusatkan di Kota Jambi. Daerah berfungsi sebagai depo penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke fasilitas pengolahan.

BACA LAINNYA  Lapas Kelas IIB Idi Laksanakan Upacara Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat Pegawai

Dalam acara tersebut, Bupati mengapresiasi inovasi Kecamatan Muara Papalik bersama SMAN 12 yang mengolah limbah plastik menjadi paving block. Menurutnya, produk ini berpotensi jadi peluang usaha dan lapangan kerja baru.

“Paving block karya anak-anak ini punya potensi ekonomi besar. Jika kualitasnya terjaga, bisa dipasarkan ke kantor pemerintah, desa, maupun perusahaan,” katanya.

Pemkab Tanjab Barat juga berencana membangun Pusat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle P3SR di sejumlah wilayah, termasuk Muara Papalik. Sampah organik akan diolah jadi pupuk, sedangkan plastik dan material lain didaur ulang.

BACA LAINNYA  Pererat Sinergisitas, Kapolda Jambi Sambangi Kantor BPK RI

Bupati menyebut produksi sampah Tanjab Barat mencapai 100-200 ton per hari. Jika tidak dikelola, bisa menimbulkan pencemaran dan bahaya gas metana.

“Kita harus mulai budaya memilah sampah dari rumah. Jika sampah punya nilai ekonomi, masyarakat pasti lebih peduli,” jelasnya.

Sebelumnya Tanjab Barat sempat mendapat dua kali teguran dari KLHK dan masuk kategori darurat sampah. Kini statusnya naik ke tahap pengawasan setelah pembenahan dilakukan.

Bupati mengajak masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan memperkuat kolaborasi mewujudkan Tanjab Barat yang bersih, sehat, dan bebas sampah.

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Pidie Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan Ke-76

Berita

Kodim 0415/Jambi Berperan Aktif Bantu Pengamanan Nataru

Berita

Gerakan Pangan Murah

Berita

Kapolda Jambi Ikuti Rakor Lintas Sektoral Bersama Forkopimda Persiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri

Berita

Lantik Pj.Bupati Kerinci, Gubernur Al Haris Tegaskan Tugas Kawal Pemilu Serentak Tahun 2024

Berita

Polsek Rimbo Bujang Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Pelepasan Terduga Pelaku Pencurian, Proses Hukum Disebut Tetap Mengacu Aturan

Berita

Pergantian Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono Berpamitan dan Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar Siap Memimpin

Berita

Peringatan HAKORDIA 2024, OJK Komitmen Tegakkan Integritas dan Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju